Penandatanganan nota kesepahaman antara CPI dengan IPB (11/4). CPI menghibahkan Gedung ETC dan closed house berkapasitas 40.000 ekor kepada Sekolah Vokasi IPB.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perusahaan yang bergerak di industri pakan ternak, pembibitan, dan budidaya ayam ras serta pengolahannya, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) menghibahkan gedung Entrepreneur Teaching Center (ETC) dan closed house berkapasitas 40.000 ekor kepada Sekolah Vokasi IPB. Penandatangan nota kesepahaman antara CPI dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut berlangsung pada Kamis, 11 April 2019, di kantor pusat CPI – Ancol.
CPI yang telah hadir selama 45 tahun di Indonesia, berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama mitra usaha lainnya yang turut menunjang besarnya CPI, salah satunya yakni bidang pendidikan. Bidang pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam hal penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas untuk keberlanjutan perekonomian Indonesia, khususnya industri peternakan.
Hadi Gunawan, Presiden Komisaris PT CPI, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa persahabatan CPI dengan IPB telah lama terjalin, yaitu selama lebih dari 20 tahun. “Kami berharap sumbangsih tersebut dapat menambah nilai proses belajar mengajar di IPB dalam mempersiapkan lulusan IPB yang siap memasuki dunia usaha,” imbuhnya.
Penandatangan Nota Kesepahaman CPI & IPB
Selain menghibahkan closed house sebagai hulu produksi daging ayam, CPI juga memberikan Entrepreneur Teaching Center (ETC) sebagai hilir dalam produksi perunggasan. ETC merupakan teaching center berupa toko retail Prima Freshmart (PFM) yang dapat digunakan oleh mahasiswa IPB untuk membangun jiwa entrepreneurship. Di teaching center ini, mahasiswa dapat belajar dengan dibimbing langsung oleh tenaga ahli dari PT Primafood sebagai pengeloloa PFM tentang teknis rantai distribusi pangan. Diharapkan ketika mahasiswa sudah lulus memiliki cara pandang yang lebih luas untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Pengembangan kerja sama ini disambut baik oleh Dr. Arif Satria, Sp.M.Si, Rektor Institut Pertanian Bogor. “Dua puluh tahun bukanlah waktu yang singkat, saya berharap semoga kerja sama ini langgeng terjalin antara CPI dengan IPB. Dan dengan adanya teaching center ini diharapkan riset yang dilakukan IPB semakin berkembang dan dapat berpengaruh kepada perkembangan industri perunggasan, serta dapat bersama-sama tumbuh untuk bangsa ini lebih maju lagi,” ungkap Arif.
Komitmen CPI untuk pengembangan dunia pendidikan melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia, meliputi Bedah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Anak Asuh, program beasiswa CPBSA (Charoen Pokphand Best Student Appreciation), program Bakti pada Guru, serta pemberian closed house dan ETC sebagai teaching center. “Sampai saat ini, CPI telah melakukan renovasi terhadap 110 PAUD, memiliki 3.500 anak asuh, sebanyak 300 mahasiswa setiap tahunnya mendapatkan beasiswa, 55 mahasiswa pilihan program CPBSA, 2.100 guru yang telah mendapatkan pelatihan pendidikan penguatan karakter, 7 closed house pada 7 perguruan tinggi, dan 1 ETC yang telah kami bangun di UNDIP sebelumnya,” jelas Thomas Effendy, Presiden Direktur PT CPI, terkait pelaksanaan berbagai program CPI dalam bidang pendidikan.
Kedepannya CPI berharap melalui hibah ETC dan closed house ini akan memunculkan para wirausahawan baru dari kalangan milenial sehingga memberikan warna baru untuk iklim industri perekonomian Indonesia.