Manajemen baru PT BEC Feed Solutions Indonesia.
Para pelaku usaha peternakan dituntut untuk mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini maupun tantangan kedepan. Salah satu tantangan besar di industri peternakan Indonesia adalah adanya pelarangan Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang mulai diberlakukan pada 2018.
Penyesuaian terus dilakukan agar produksi peternakan tetap berjalan dengan baik meski tanpa menggunakan AGP. Mulai dari pembenahan pada manajemen kandang, pemeliharaan kesehatan hewan, hingga pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat untuk ternak yang didukung dengan penggunaan premiks maupun feed additives.
Frédéric Sallé, CEO PT BEC Feed Solutions, mengatakan bahwa komitmen PT BEC Feed Solutions adalah untuk membawa keahlian BEC dalam produksi premiks yang telah dibangun selama lebih dari 30 tahun di Australia untuk industri pakan dan pelaku usaha peternakan di Indonesia. “Dengan jajaran premiks lengkap dan produk feed additives kelas dunia, kami menghadirkan solusi inovatif untuk memperbaiki FCR (feed conversion ratio) dan sebagai pengganti AGP dalam pakan,” terang Frédéric.
Solusi pengganti AGP yang ditawarkan BEC, salah satunya yaitu dengan mengkombinasikan produk Galliacid & Starfix. “Galliacid & Starfix adalah produk pengganti AGP andalan, sebagaimana banyak permasalahan yang dihadapi terkait performa hewan ternak yang disebabkan oleh oxidative stress,” tambah Anjas Morodiono, Sales Manager PT BEC Feed Solutions Indonesia. BEC hadir membawa inovasi dan solusi yang disesuaikan untuk kondisi dan permasalahan industri peternakan saat ini.
Konsistensi Kualitas
(Tengah) Brett Antonio, BEC GROUP Managing Director, bersama tim PT BEC Feed Solutions Indonesia.
BEC Feed Solutions merupakan perusahaan asal Australia yang berdiri sejak 1987, menjadikannya salah satu pemain besar dalam industri premiks dan feed additives. Pada tahun 2007, BEC membeli bisnis premiks Addisseo di Australia dan sejak saat itu perusahaan ini terus mengembangkan bisnisnya.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, BEC memahami tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi hewan. BEC memiliki komitmen untuk melayani industri peternakan dengan solusi nutrisi hewan yang inovatif. Semua ini didukung oleh pelayanan yang prima bagi pelanggan.
BEC juga berkomitmen dan bertanggung jawab untuk memastikan kualitas, keamanan, dan higienitas produk secara konsisten. Untuk mewujudkan hal ini, proses produksi, warehouse, dan kontrol rantai pasokan (supply chain control) dioperasikan di bawah Sistem Manajemen Kualitas Terpadu (Integrated Quality Management System). “Produk BEC bisa dilacak setiap batch-nya sehingga memungkinkan tercapainya konsistensi,” ujar Alif Sani Rachmad, Technical Support PT BEC Feed Solutions Indonesia.
Jaminan kualitas dan keamanan produk telah dibuktikan dengan sejumlah sertifikasi yang diperoleh BEC, diantaranya Feedsafe®, The Feed Ingredients and Additives Association (FIAAA), ISO 9001 terkait prosedur dan praktik manufaktur, serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) terkait keamanan dan kualitas pangan.
Produk Andalan
BEC Feed Solutions saat ini mengimpor dan mendistribusikan berbagai macam vitamin dan mineral untuk kebutuhan berbagai hewan ternak. BEC juga mengimpor dan menjual produk imbuhan pakan yaitu GALLIACIDTM acidifier untuk pakan ternak produksi JEFO, Canada dan STARFIX mycotoxin binder produksi ICC Brazil. Dua produk ini merupakan produk andalan kami.
Kedepannya setelah pabrik premiks beroperasi, BEC akan melahirkan produk-produk andalan berupa customized premix yang akan menjawab kebutuhan pasar di Indonesia. Jenis premiks yang akan diproduksi meliputi Mineral Premix, Vitamin Premix, Basemix, dan Smart Premix. Jenis-jenis premiks tersebut dibuat dengan bahan yang berkualitas dengan riset intensif mengacu pada tuntutan industri nutrisi dan kesehatan hewan terkini. Premiks tersebut diproduksi menggunakan peralatan modern (double shaft mixer) dalam proses pencampurannya dan dikontrol dengan ketat untuk menjamin kualitas tinggi. Hal ini memungkinkan BEC untuk menghasilkan premiks yang konsisten, mudah dicampur, dan stabil.
“Keunggulan produk BEC lainnya adalah kualitas raw material dengan sumber yang terpercaya dan support teknis dari Australia. BEC menghadirkan enzim dengan manfaat utama penurunan harga pakan, serta peningkatan sistem cerna pada hewan ternak,” ungkap Alif.
Bangun Pabrik Premiks di Indonesia
Pabrik Premiks BEC di Pasuruan, Jawa Timur.
Saat ini, BEC Feed Solutions terus berkembang hingga pada 2013 membuka cabang di New Zealand dan Indonesia. Kantor PT BEC Feed Solutions Indonesia awalnya hanya berlokasi di Jakarta. Tahun lalu (2018) pembukaan kantor di Surabaya diikuti dengan penambahan jumlah tim/staf hingga saat ini menjadi dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Rencana pembangunan pabrik di Jawa Timur sudah mencapai tahap akhir. Fandi Kweejaya, Kepala Produksi Pasuruan Plant, mengkonfirmasikan saat ini pembangunan pabrik di Kawasan Industri PIER Pasuruan Jawa Timur sudah mencapai 90 persen dan segera beroperasi pada tahun ini.
“BEC akan mengembangkan pabrik premiks dengan fasilitas modern, Standard Quality Control dan support dari Australia yang disesuaikan untuk market Indonesia,” ujar Swandayani Sukrisno selaku Marketing Manager dan PIC external & internal communication PT BEC Feed Solutions Indonesia.
Fasilitas yang akan tersedia di pabrik Jawa Timur, meliputi mixer premix double shaft, fasilitas NIR Lab, hingga Lab Quality Control. Dengan hadirnya pabrik BEC di Jawa Timur diharapkan perkembangan bisnis BEC di Indonesia semakin kukuh dan kualitas produk bisa dipercaya oleh pelanggan. “Kami juga berharap, dengan hadirnya pabrik BEC maka pelanggan akan dimudahkan dalam memilih produk premiks berkualitas serta mendapatkan jaminan kualitas dan ketersediaan bahan baku. Kehadiran pabrik di Jawa Timur juga dapat memudahkan pengiriman dan menawarkan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Swandayani.
Pelayanan yang diberikan oleh BEC, antara lain NIR infra-red service free of charge bagi pelanggan serta formulasi yang didesain khusus berdasarkan hasil analisa terakhir dan perbaikan konversi pakan (FCR). Dengan tim baru yang lebih solid, Swandayani berharap BEC bisa terus melakukan ekspansi dalam market share di Indonesia. “Sebelumnya market share BEC hanya di Jawa dan sebagian wilayah Sumatera, sekarang BEC mulai menggarap market di Kalimantan dan bagian timur Indonesia,” jelasnya. Swandayani melanjutkan bahwa BEC pastinya akan terus berkembang dan turut meramaikan industri premiks di Indonesia.