Penyampaian materi pada Seminar Nasional bidang agrokompleks di Universitas Brawijaya Malang, Minggu (6/5). (PI/Yafi)
POULTRY INDONESIA, Malang – Salah satu cita-cita pemerintah pada 2045, yang merupakan usia emas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah menjadi lumbung pangan dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari drh. Enniek Herwijanti, MP dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Minggu (6/5). Seminar tersebut mengusung tema “Optimalisasi Bidang Agrokompleks, dalam Membangun Negeri Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
 
Menurut Enniek yang hadir menggantikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, cita-cita itu tentunya tidak serta merta terwujud begitu saja. Butuh tahapan-tahapan yang perlu dilalui seperti melakukan swasembada bawang merah tahun ini, kemudian pada 2026 nanti akan diupayakan sudah swasembada produk peternakan, dan puncaknya 2045 menjadi lumbung pangan dunia.
 
Dalam tahapan itu, kata Enniek, tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja. Pemerintah hanyalah sebatas regulator, dan butuh peran swasta untuk melengkapi proses ini. Peran serta kaum muda juga sangatlah dibutuhkan. 
 
“Sebab pada saat itu, kita memiliki angkatan muda banyak sekali, sehingga yang diperlukan adalah bagaimana mendorong angkatan muda agar mampu untuk merealisasikannya pada tahun emas itu, ” tegasnya.
 
Head of Marketing Poultry Indonesia Iyan Yuliana menambahkan, Indonesia telah memasuki revolusi industri 4.0. Revolusi ini berkepentingan untuk mengintegrasikan dunia online dan produksi. Efek dari revolusi tersebut adalah meningkatnya efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja. Yafi