Foto bersama seluruh peserta dan narasumber.
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Beberapa waktu lalu, PT Romindo Primavetcom dan PT Boehringer Ingelheim Indonesia mengadakan seminar sekaligus peluncuran produk terbaru dari Boehringer, yaitu Cryomarex Rispens + HVT dan Marek SB 1 (2/5).
Director of Animal Health Business Boehringer Ingelheim Indonesia, Dr. Isabelle von Richthofen mengatakan bahwa teknologi vaksinasi yang kian berkembang membuat Boehringer pun turut meningkatkan kualitas vaksin yang diproduksinya. “Kami ingin memenuhi kebutuhan peternak di Indonesia dengan vaksin dan langkah vaksinasi yang tepat,” ujar Isabelle dalam sambutannya pada acara yang berlangsung di JW Marriot, Jakarta.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Romindo Primavetcom, Lukas Agus Sudibyo mengungkapkan bahwa melalui seminar ini diharapkan para pelaku usaha di industri perunggasan bisa mendapatkan update perkembangan Marek di lapangan.
Di Indonesia, perkembangan kasus Marek ditemukan di sejumlah peternakan. Misalnya, kasus MD bentuk akut (viseral) atau bentuk klasik (saraf) pada ayam muda (pullet) cenderung menurun drastis sejak beberapa tahun terakhir. “Namun, MD masih ditemukan di peternakan tertentu, terutama dalam bentuk late Marek’s Disease pada layer komersial dan parent stock (PS),” pungkas Prof. Dr. Charles Rangga Tabbu dari Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang menjadi salah satu narasumber.
Hadir pula narasumber lainnya, yakni Dr. Andreas Hermann, DVM, FTA selaku Global Veterinary Technical Services Director Boehringer Ingelheim dengan presentasinya yang membahas aplikasi vaksin multivalen untuk perlindungan yang luas terhadap penyakit Marek dan Rio Granda Asa Biasna, VT Competence Center Manager dengan presentasi yang membahas aplikasi vaksin yang tepat menggunakan alat mutakhir.