Acara pelatihan manajemen ISO ISO 37001:2016 yang digelar oleh Kementan merupakan bentuk komitmen Kementan untuk memberantas korupsi (Foto: Gunawan Sitanggang)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyelenggarakan Pelatihan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Acara yang berlangsung pada 1-3 Oktober 2018 di Bogor tersebut dibuka oleh Sekretaris Ditjen PKH, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc. yang mewakili Direktur Jenderal PKH, dan diikuti oleh para pejabat struktural dan Tim Kerja ISO 37001 SMAP Ditjen PKH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa salah satu agenda utama reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah adalah memberantas korupsi di kalangan aparatur sipil negara serta penegakan aturan hukum yang terkait dengan korupsi. Hingga saat ini masih dirasakan bahwa birokrasi belum sepenuhnya bersih dan akuntabel.
Baca Juga : Soal Impor Jagung, Petani Minta Transparansi Jumlah Ayam
Lebih lanjut, sebagai salah satu bentuk komitmen Ditjen PKH untuk mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tahun 2018 ini, Ditjen PKH akan menerapkan ISO 37001 SMAP dan mengajukan sertifikasi sistem tersebut. Menurut Nasrullah, dengan menerapkan impelementasi SMAP, Ditjen PKH dapat proaktif dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi; menumbuhkan komitmen serta budaya jujur, transparan, terbuka, dan patuh; mencegah, mendeteksi dan merespons risiko suap; serta meningkatkan kepercayaan stakeholder.
Acara juga dilengkapi dengan pemberian materi pelatihan oleh Johny Salim yang berasal dari Gama Management Consulting. Menurutnya, Ditjen PKH merupakan unit kerja eselon I yang pertama kali menyelenggarakan pelatihan SMAP. Jika memperoleh sertifikat akhir tahun ini, Ditjen PKH bisa menjadi eselon I yang pertama mendapat sertifikat ISO 37001 di Indonesia. “ISO 37001 memiliki 10 klausul yakni lingkup, acuan normatif, istilah dan definisi, konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja, serta peningkatan. Berdasarkan ISO 37001, penyuapan didefinisikan menawarkan, menjanjikan, memberikan, menerima atau meminta keuntungan yang tidak semestinya dari nilai apapun (berupa keuangan atau non keuangan), langsung atau tidak langsung, terlepas dari lokasi, merupakan pelanggaran peraturan perundangundangan, sebagai bujukan atau hadiah untuk orang yang bertindak atau menahan diri dari bertindak terkait kinerja dari tugas orang tersebut,” ujar Johny. Gunawan S
Artikel ini adalah artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2018 di halaman 52 dengan judul “Ditjen PKH Gelar Pelatihan Sistem Manajemen Anti Penyuapan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153