Cokter Cecep memutuskan untuk melepas sahamnya di PT QL Trimitra agar bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnis melaui bendera Perwiratama Grup
POULTRYINDONESIA, Cianjur – Cecep M. Wahyudin atau lebih dikenal dengan Dokter Cecep, seorang pengusaha muda asal Cianjur mulai Agustus ini melepas seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan joint-venture PT. QL Trimitra. Cecep menyampaikan alasannya terkait pelepasan saham ini agar lebih leluasa membangun pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, selain juga agar fokus mengembangkan usaha yang sedang dirintisnya melalui bendera Perwiratama Group.
Dokter Cecep dikenal sebagai founder dan pendiri Trimitra Group dan kemudian melakukan Join Venture dengan QL Resources Sdn BHD yaitu perusahaan asal Malaysia untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia. Peran Cecep sebagai mitra joint-venture sekaligus COO (Chief Operation Oficer) di QL Trimitra dan QL Agrofood memberikan peran yang sangat penting dalam membangun pondasi bisnis dan hubungan kemasyarakatan dengan unsur terkait baik aparat pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Cianjur. “Saya ingin mengabdikan kontribusi saya ke peran yang lebih besar dan lebih luas untuk membantu peternak rakyat melalui koperasi”, ujarnya ketika ditanya aktivitas setelah pelepasan saham di PT. QL Trimitra.
Saat ini Dokter Cecep baru saja diminta menjadi Ketua Umum salah satu Koperasi yang bergerak di pengembangan agribisnis terintegrasi di sector peternakan, pertanian dan digitalisasi jaringan distribusi berbasis masjid dan pesantren di seluruh Indonesia. “Saya diberi amanah tugas besar untuk pengembangan ekonomi sehingga membutuhkan fokus dan waktu khusus”, tambahnya.
Dokter Cecep juga saat ini sedang mengembangkan group usaha pangan di bawah bendera Perwiratama Group; diantaranya platform digital etanee Food Supply Chain dan restoran D’Colonel. Masyarakat Cipanas dan Bogor pastinya tidak asing dengan restoran QSR (quick service restoran) D’ Colonel yang selalu penuh dipadati pelanggan. Dalam waktu dekat gerai resto D’Colonel akan mulai merambah ibukota Jakarta dan kota Bandung, selain juga pengembangan outlet mini-resto dan food box dengan kapasitas yang lebih kecil. “Ini semacam nostalgia masa kecil saya, ingin berbisnis kuliner. Dulu orang tua saya membesarkan dan bisa menyekolahkan saya juga karena usaha resto”, ungkapnya terkait gairah (passion) dalam menekuni usaha kuliner.
Hal lain yang menjadi kesibukan Dokter Cecep setelah lepas dari tugasnya di QL Trimitra dan QL Agrofood adalah membangun ekosistem rantai-dingin melalui aplikasi etanee Food Supply Chain. “Saya makin bersemangat, bahwa model bisnis etanee akan menyelesaikan masalah pangan Indonesia”, jawabnya ketika ditanya tentang rencana pengembangan aplikasi digital etanee. Baru-baru ini etanee mendapatkan Apreasiasi Inovasi tahun 2019 dari Koran Sindo karena dipandang memiliki teknologi dan model bisnis yang inovatif dan bisa memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang masif.