Prof Nyoman Suparta
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Prof. I Nyoman Suparta, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana sekaligus peternak senior di Provinsi Bali ini memang menjadi inspirasi generasi muda untuk bisa meniru sepak terjangnya. Lahir di Kabupaten Karangasem, Bali pada tanggal 19 Maret 1953.  Sejak kecil Nyoman memang sangat mencintai hewan ternak khususnya ayam. Rasa bahagia yang tak bisa diukur dengan kata-kata, manakala hari-harinya ia habiskan untuk bisa bercengkerama dengan ayam. 

Membangun sebuah bisnis yang bisa bertahan hingga puluhan tahun tentu tidak mudah. Butuh kerja keras, perjuangan dan mental pantang menyerah untuk bisa mewujudkannya.

Kecintaannya pada dunia peternakan membuatnya memilih jurusan peternakan saat mendaftarkan diri untuk kuliah di Universitas Udayana. Selama menjalani masa perkuliahan tentu berjalan mulus, berkat kegemarannya selama ini yang terbiasa dekat dengan ayam. Bahkan, Nyoman juga sempat menjadi mahasiswa teladan tingkat Universitas Udayana pada saat itu.
Baca Juga : Istanto Sukses Membangun Bisnis Kuliner
Sejak awal masa kuliah, Nyoman memang langsung terjun dalam usaha beternak. Nyoman memulai usaha peternakannya dengan membeli 10 butir telur ayam ras yang kemudian ia tetaskan. Setelah tumbuh besar,lama-kelamaan ayam miliknya beranak pinak. Nyoman bercerita, pengalaman itulah yang membuatnya berpikir bahwa apa yang ia lakukan itu memiliki potensi nilai bisnis yang besar dan dapat berkembang.
Pasca kelulusan, Nyoman dipanggil pihak kampus yang menawari dirinya untuk bekerja di sebuah lembaga penelitian milik pemerintah di Bogor, Jawa Barat. Akan tetapi, karena ia sendiri sedang menjalankan bisnis peternakan ayamnya di Bali, Nyoman menolak tawaran itu dengan kerendahan hati.
Baca Juga : Potensi Bisnis Perunggasan Bali
Nyoman kembali dipanggil kampusnya, mengabarkan bahwa Fakultas Peternakan Universitas Udayana sedang membuka lowongan menjadi dosen. Tentu, peluang tak dapat ditolak, Nyoman akhirnya bergabung menjadi dosen di almamaternya. Kesempatan tersebut ia ambil karena selain dapat membagikan pengetahuannya dalam bidang peternakan kepada mahasiswa, ia juga bisa sembari mengurus ternaknya yang tentunya tidak jauh dari tempat tinggalnya di Denpasar.
Nyoman juga memiliki toko pakan ternak yang diberi nama Tohpati PS. Menurutnya, nama Tohpati mengandung makna filosofi tersendiri. Arti “Tohpati” adalah taruhan nyawa, seperti halnya filosofi orang Karangasem dimana ia dilahirkan. Sebagai sebuah poultry shop yang sudah lama berdiri, tentu Tohpati PS sangat dikenal oleh peternak seantero Bali.
Baca Juga : Menikmati Lezatnya Tum Ayam Khas Ppulau Dewata
Nyoman juga mengembangkan bisnisnya di sektor budi daya broiler yang tersebar di berbagai kabupaten yang ada di Bali. Melihat peluang yang semakin besar dengan tumbuhnya sektor pariwisata di Bali, Nyoman kemudian membangun Rumah Potong Ayam (RPA) yang diberi nama RPA Tohpati Chicken. Bahkan, untuk proses produksinya sudah menerapkan metode Hazard Analysis Critical Control Point (HAACCP System). Metode tersebut ia terapkan di RPA-nya agar mampu menghasilkan produk daging ayam yang berkualitas segar, bersih, sehat, dan tentunya halal.
Sepak terjang Nyoman dalam dunia akademisi, organisasi dan bisnis membuat namanya sangat dikenal di kalangan pengusaha Bali bahkan nasional. Berkat kepiawaiannya menjalankan tiga aktivitas tersebut, Nyoman banyak dipercaya untuk menjabat sebagai pucuk pimpinan dalam berbagai organisasi baik skala nasional maupun wilayah. Sebuah hikmah dari pengalaman hidup Prof. Dr. Ir. I Nyoman Suparta, MS, MM, ini di mana jika seseorang telah menetapkan sebuah cita-cita, haruslah diperjuangkan dengan total dan serius. Farid
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2019 dengan judul “I Nyoman Suparta, Profesor Teladan Para Peternak”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153