FGD Evonik yang berlangsung di Tangerang, Selasa (18/9).
POULTRY INDONESIA, Jakarta – PT Evonik Indonesia beberapa waktu lalu menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Updates on Regulation for Antibiotic Growth Promoters Use in Poultry Feeds”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang merupakan pakar di industri peternakan dan produsen pakan serta hadir pula pemerintah Indonesia dan Thailand untuk berbagi pengalaman bagaimana kedua negara ini menghadapi era non-AGP.
“Kami mencoba mengundang para pakar, berharap mendapat pengetahuan tentang pengalaman dalam menghadapi hal ini (era non-AGP) dan mengenai solusi yang dilakukan. Tentang bagaimana kita bersama-sama menghadapi situasi ini untuk peternakan yang sustainable dan kehidupan yang lebih baik,” ungkap Mercyawati Subianto, Regional Manager PT Evonik Indonesia dalam sambutannya pada acara yang berlangsung di Hotel Mercure Alam Sutera, Tangerang, Selasa (18/9).
Beberapa pembicara utama pada kegiatan ini antara lain Kasubdit Pengawasan Obat Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Ni Made Ria Isriyanti serta Expert Veterinary Officer dari Division of Animal Feed and Veterinary Products Control (DFVP), Department of Livestock Development (DLD) Thailand, Sasi Jaroenpoj.
Baca juga : SEANAS Gelar Pertemuan ke-7 di Serawak, Malaysia
Menurut Ni Made, saat ini banyak solusi yang bisa ditempuh untuk menciptakan produksi unggas yang baik meski tanpa AGP. “Kita bisa memanfaatkan feed additive lain seperti prebiotik, acidifier, enzim dan lain sebagainya,” ujarnya.
Sasi Jaroenpoj pun mengatakan bahwa pelarangan AGP bukanlah akhir dari budi daya unggas. Ia menjelaskan bagaimana Thailand menghasilkan produk unggas yang sehat dengan cara-cara yang sehat. “Salah satu langkah menghadapi perunggasan non-AGP adalah dengan terus mengoptimalkan langkah Good Agricultural Practice (GAP),” terang Sasi. Menurutnya, langkah ini sesuai dengan salah satu misi DLD Thailand yakni “To enhance and increase animal products in terms of variety, quantity, and quality to meet the national and international standards”.
Pembicara lainnya yang dihadirkan, yaitu Technical Service Director Evonik SEA Girish Channarayapatna, Vice President Feed Technology PT Charoen Pokphand Indonesia Nasril Surbakti, serta Joko Susilo selaku peternak broiler yang ikut serta berbagi pengalaman. Pada sesi akhir, Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal PKH Fadjar Sumping Tjatur Rasa juga turut hadir ke dalam diskusi.
FGD ini merupakan bagian dari Roadshow Ecobiol, yang sebelumnya telah dilakukan kegiatan technical seminar di Medan (27/8), Kediri (24/9), dan Solo (25/9).