Indikator pertumbuhan sektor perunggasan bisa dilihat dari perusahaan terintegrasi yang menargetkan pertumbuhan sebanyak dua digit setiap tahunnya
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kondisi perunggasan saat ini bisa dikatakan masih sangat layak untuk dilirik para investor baik dalam maupun luar negeri. Indikatornya bisa dilihat dari beberapa perusahaan terintegrasi yang memiliki pangsa pasar cukup besar di Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar dua digit setiap tahunnya. Beberapa perusahaan terintegrasi seperti Charoen Pokphand, Sierad Produce, dan Malindo Feedmill dengan penuh rasa optimis menargetkan pertumbuhan dua digit untuk tahun 2019.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang bertempat di Gerbera Room Hotel Mulia Senayan, Kamis (23/5), melalui Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI), Tjiu Thomas Effendy mengatakan bahwa penjualan bersih CPI mencapai Rp49,37 triliun, tumbuh 29,04%  year-over-year (YoY), dengan kontribusi terbesar dari divisi pakan sejumlah Rp24,26 triliun. Di urutan kedua, penjualan ayam pedaging menyumbang Rp14,30 triliun, kemudian Day Old Chick (DOC) Rp4,91 triliun, ayam olahan Rp3,97 triliun, dan pendapatan lain-lain Rp1,92 triliun. Masih menurut Thomas, Charoen Pokphand Indonesia akan menerapkan peningkatan target pendapatan yang cukup konservatif. “Kita tahun ini memberikan target pertumbuhan pendapatan sekitar 10% dan target itu selalu dapat kami capai,” jelasnya.
Baca Juga : Menengok Budi Daya Broiler di Wilayah Pantura Bag.1
Optmisme terhadap tumbuhnya bisnis budi daya juga diutarakan oleh Sierad Produce. Dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) untuk Tahun Buku 2018 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Sierad Produce Tbk yang bertempat di Soehana Hall, The Energy Building, SCBD Jakarta, Kamis (9/5), Sierad memprediksi bahwa bisnis perunggasan masih akan terus tumbuh. Di bawah kepemimpinan manajemen baru yang dipimpin oleh Tomy Wattemena Widjaja selaku Direktur Utama Perseroan, berhasil membukukan kinerja yang baik sepanjang tahun 2018 setelah di tahun 2017 mencatat rugi sebelum pajak Rp237 miliar. Upaya turnaround yang dilakukan oleh perseroan membuahkan laba sebelum pajak yang naik sangat signifikan yaitu sebesar Rp33,9 miliar di tahun 2018 dengan penjualan bersih mencapai Rp3,12 triliun. Bisa dikatakan naik 27% atau Rp670 miliar dari Rp2,45 triliun pada tahun 2017. Membaiknya harga DOC dan ayam hidup, kenaikan harga bahan pakan ternak yang dapat diimbangi dengan kenaikan harga jual pakan ternak, perputaran modal kerja yang lebih baik serta implementasi capital expenditure yang lebih selektif menjadi landasan peningkatan kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Baca Juga : Revolusi Industri 4.0 Budi Daya Unggas
Seluruh segmen berkontribusi dalam kenaikan tersebut yaitu penjualan pakan ternak, ayam umur sehari, makanan olahan, dan ayam potong dapat tumbuh secara dobel digit. Lini bisnis pakan ternak memberikan kontribusi terbesar dengan pertumbuhan volume sebesar 22,21%, sedangkan di bagian bisnis olahan mencapai pertumbuhan volume sebesar 41,31%. Dari sisi operasional internal perseroan, berbagai peningkatan berhasil diaktualisasikan. Upaya perbaikan kualitas produk, kualitas tim penjualan, strategi pemasaran melalui pemilihan pelanggan yang selektif serta internalisasi budaya kinerja sebagai tim yang berorientasi pada hasil. Perseroan juga terus meningkatkan menerapan biosekuriti yang ketat dan konsisten melakukan perbaikan manajemen pemeliharaan ayam.
Menurut Tommy Wattimena Widjaja, Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk, mengatakan bahwa Perseoran menyadari bahwa pencapaian baik sepanjang tahun 2018 tidak terlepas dari sumber daya manusia yang handal untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan pelayanan yang terbaik dalam memenuhi kepuasan pelanggan. “Oleh karena itu, perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan SDM yang berkualitas, dan lebih jauh lagi berupaya menghasilkan tenaga-tenaga ahli di sektor peternakan terintegrasi,” ujarnya.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2019 dengan judul Daya Tarik Sektor Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153