Hadirnya pabrik pakan yang terletak di Sumatra Utara ikut meramaikan geliat perunggasan di pulau Sumatra (Foto : PI_Adam)
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Sumatra Utara terletak pada 1°-4° Lintang Utara dan 98°-100° Bujur Timur dengan daratan seluas 72.981,23 km² dan jumlah penduduk sebesar 14.102.911 jiwa. Selain merupakan provinsi dengan penduduk terbesar keempat di Indonesia, Sumatra Utara juga merupakan penghasil pangan terbesar di luar Pulau Jawa. Selain dari hasil pertanian, hasil peternakan seperti daging ayam dan telur juga merupakan komoditas unggulan yang dihasilkan dari provinsi yang beribu kota di Medan ini.
Secara umum pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara pada tahun 2017 dikatakan cukup baik, yaitu di angka 5,12 persen, walaupun mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai angka 5,18 persen. Artinya, masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,07 persen. Selain itu, terjadi perbaikan kondisi kesejahteraan di Sumatra Utara yang didukung oleh peningkatan Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan (NTPT). Nilai NTPT Sumatra Utara pada tahun 2017 sebesar 112,18 jauh di atas NTP nasional yang hanya sebesar 103,06.
Baca Juga : Dunia Perunggasan Sumatra Utara
Bisnis perunggasan di Sumatra Utara kian tumbuh. Banyaknya perusahaan perunggasan yang  menanamkan usahanya di provinsi ini, dapat menjadi salah satu indikator bahwa bisnis ini terus berkembang. Jumlah penduduk yang besar juga menjadi pasar yang cukup menjanjikan. Kajian ekonomi mengatakan jika sebuah wilayah memiliki jumlah penduduk yang banyak, maka di sanalah tempat yang cocok untuk berbisnis, terutama di sektor pangan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatra Utara, drh. Nurdin Efendi Lubis, menuturkan bahwa potensi sumber daya manusia (SDM) Sumatra Utara yang besar merupakan modal utama dalam mengembangkan usaha perunggasan. Pangsa pasar bisa dioptimalkan sebaik mungkin dengan kondisi tersebut. “Selain SDM yang banyak, Sumatra Utara juga memiliki lahan perkebunan dan pertanian yang cukup luas, yang mana hasilnya sangat mendukung untuk bahan pakan ternak unggas,” tuturnya, Senin (9/4).
Baca Juga : Kondisi Harga Ayam Hidup dan Telur April 2018
Selain itu, produk industri perunggasan seperti day old chick (DOC), pakan, live bird, karkas, maupun frozen meat telah dikirim ke provinsi lain. “Produk sudah dikirim hingga ke luar wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, Riau, hingga ke Batam. Artinya secara produksi sudah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Sumatra Utara itu sendiri,” kata Nurdin. Farid, Adam, Domi
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2018 di halaman 26 dengan judul “Kondisi Terkini Perunggasan Sumatera Utara. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153