Berfoto bersama dalam acara serah terima hibah closed house dari CPI kepada UNAND (5/4).
Pendidikan adalah hal yang penting untuk mencetak generasi yang cerdas dan berkompetensi di bidang masing-masing untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Untuk memajukan pendidikan, tidak hanya pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat diharapkan dapat berperan serta dalam memajukan pendidikan khususnya di Indonesia.
Atas dasar itu, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPI) sebagai pihak non-government berkomitmen dengan menunjukkan aksi nyata untuk turut serta dalam membangun pendidikan. Melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) yang menjadi wadah kegiatan corporate social responsibility (CSR), CPI membuktikan komitmennya dengan melahirkan sejumlah program di bidang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Program tersebut, antara lain beasiswa bagi anak asuh, Bedah PAUD, beasiswa pendidikan tinggi, hibah closed house untuk perguruan tinggi, dan yang terbaru adalah program Bakti Pada Guru. Seluruh program ini terus berjalan dan telah sukses menjangkau berbagai kota di Indonesia.
Hibah closed house Universitas Andalas
Program hibah closed house sudah dilakukan sejak 2017, yakni di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Universitas Hassanudin (UNHAS) Makassar, dan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang akan segera menyusul.
Pada Kamis, 5 April 2018 merupakan kesempatan bagi Universitas Andalas (UNAND), Padang menerima hibah closed house ini. Acara penandatanganan MoU dan kesepakatan hibah closed house ini berlangsung di Convention Hall Kampus UNAND, Limau Manis Padang yang dihadiri oleh civitas akademika Universitas Andalas serta jajaran manajemen CPI.
Penandatanganan serah terima hibah closed house di Universitas Andalas.
Rektor Universitas Andalas, Prof. Tafdil Husni, SE. MBA. Ph.D yang hadir dalam peresmian tersebut mengungkapkan rasa terima kasih dan bangganya atas hibah closed house dari CPI. “Kami memiliki lahan 500 hektar dan baru digunakan 180 hektar. Kami masih memiliki lahan yang luas. Kami juga memiliki tanah di Payakumbuh. Kedepannya mungkin kita bisa bekerja sama dengan CPI untuk membangun industri peternakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. James Hellyward pun mengharapkan mahasiswa dapat memahami dunia bisnis di industri perunggasan, khususnya mengenai budidaya. “Saya berterima kasih kepada CPI yang telah memberikan perhatian khusus kepada Universitas Andalas untuk membangun closed house disini,” ungkap James.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur CPI, Thomas Effendy mengatakan bahwa ini hanyalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pengembangan masyarakat, salah satunya di bidang pendidikan yang menjadi fokus CPI.
“Saya berharap kerja sama ini bisa berkontribusi untuk industri peternakan,” ungkap Thomas. Harapan kita teaching farm akan menjadi sarana bagi mahasiswa dan juga dosen untuk melakukan proses belajar dan mengajar. “Dalam proses itu akan tumbuh inovasi-inovasi baru. Inovasi ini sangat kita harapkan ada feedback dengan inovasi dari akademisi, misalnya untuk meningkatkan efisiensi karena setiap ada peningkatan efisiensi dapat menjadi satu peningkatan daya saing,” tutur Thomas.
Fasilitas closed house ini diharapkan dapat dikelola menjadi bisnis yang berkesinambungan. “Kita juga akan lakukan kerja sama kemitraan dengan pihak universitas untuk bekerja sama agar closed house itu dikelola secara bisnis,” imbuhnya. Dengan demikian, semangat kewirausahaan dapat terbangun dalam setiap diri mahasiswa.
Selain itu, harapannya setelah lulus mahasiswa Fakultas Peternakan sudah mengerti teknologi peternakan terkini. “Bahkan kami punya satu program lanjutan, yaitu kita merekrut mahasiswa yang ingin betul-betul mendalami, tidak hanya sekadar paham prosesnya, menjadi spesialis closed house,” ungkapnya di depan tamu undangan yang hadir. Ia melanjutkan, pendidikan akan diberikan selama 9 bulan. “Jadi selama 9 bulan kita asramakan mahasiswa dan mereka betul-betul belajar teori dan praktik,” lanjut Thomas.
Berfoto bersama usai penandatanganan hibah closed house di UNAND.
Sama halnya dengan yang diharapkan oleh sejumlah universitas lain yang menerima hibah closed house dari CPI, hibah closed house berkapasitas 20.000 ekor ini diharapkan menjadi salah satu media yang efektif bagi para mahasiswa belajar secara langsung budidaya dan pengelolaan ayam. Tidak hanya sebagai media pembelajaran, closed house ini diharapkan dapat menjadi “laboratorium” bagi seluruh civitas akademika Universitas Andalas, seperti di bidang penelitian.
Pada kesempatan yang sama, Thomas juga memberikan kuliah umum “Peningkatan Daya Saing Industri Peternakan Nasional”. Setelah seluruh rangkaian acara usai, Thomas didampingi oleh Rektor Universitas Andalas dan sejumlah mahasiswa meninjau langsung lokasi closed house yang berlokasi tidak jauh dari gedung perkuliahan Fakultas Peternakan.