BEC Feed Solutions Indonesia meresmikan Pasuruan Premix Plant (3/7).
Perusahaan asal Australia, BEC Feed Solutions melebarkan sayapnya untuk menjangkau kebutuhan akan premix, feed additive bagi industri peternakan di Indonesia. BEC Feed Solutions selama lebih dari 35 tahun tentu sangat paham mengenai tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi hewan. BEC sangat serius berkomitmen untuk melayani industri pakan dengan memberikan solusi pakan dan nutrisi yang inovatif.
BEC Feed Solutions secara resmi membuka Premix Plant pertamanya di Indonesia pada 3 Juli 2019. Berlokasi di Kawasan Industri PIER No. 24B Pasuruan, Jawa Timur. Premix plant ini merupakan fasilitas pertama BEC Feed Solutions Grup yang berlokasi diluar benua Australia. Peresmian premix plant ini dihadiri lebih dari 70 tamu undangan dari berbagai belahan dunia, untuk hadir merayakan dan melihat langsung pabrik, kantor dan ruangan pendingin canggih milik BEC untuk menyimpan vitamin dan premix.
Frédéric Sallé menyambut para undangan dalam peresmian Pasuruan Plant BEC
Dalam sambutannya Frédéric Sallé, selaku General Manager BEC Feed Solutions Indonesia menjelaskan bahwa dengan memproduksi premix di Pasuruan memungkinkan BEC fleksibel untuk memasok produk nutrisi ternak bagi pabrik pakan lokal, agar produk yang diterima dapat terkirim dengan cepat dan fresh. Ia pun menambahkan “Adanya Pasuruan Premix Plant ini menjadi langkah pertama BEC Feed Solutions dalam mengembangkan bisnis di Asia Tenggara” ujarnya.
Ia pun mengatakan, banyaknya perubahan pada industri feed additive membuat BEC semakin tertantang untuk menghadirkan banyak inovasi untuk produk- produk BEC Feed Solutions Indonesia. Pasuruan Premix Plant ini bukan yang terbesar, namun BEC menghadirkan teknologi mutakhir dengan memiliki double shaft mixer dengan keunggulan waktu mixing yang lebih singkat jika dibandingkan dengan mixers lainnya dan dapat menjamin kualitas pencampuran yang luar biasa. Dengan kapasitas 15.000 ton per tahun, produk BEC diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan premix dan feed additive di Indonesia. Selain itu, BEC memiliki laboratorium analisis dengan teknologi format formulation software, Near Infrared Analysis (NIR), laboratorium ini dapat menganalisa bahan baku dengan tepat dan cepat. “Bisnis nutrisi kami berkembang dengan pesat di Indonesia dan kami perlu untuk memproduksi produk yang lebih dekat dengan pelanggan kami,” pungkas Frédéric Sallé.
Para tamu undangan melihat langsung Mixer Double Shaft milik BEC
Pada kesempatan ini pula, hadir Brett Antonio selaku Managing Director of BEC Feed Solutions Group, ia mengatakan bahwa ekspansi di Indonesia adalah kesempatan bagi BEC untuk berbagi 35 tahun pengalaman dalam industri pakan Australia. “ BEC Feed Solutions memiliki rekam jejak yang terbukti di Industri pakan Australia dan kami telah memperluas bisnis kami ke Selandia Baru dan Indonesia dalam 6 tahun terakhir,” ujarnya. Brett menambahkan bahwa setiap tahunnya di Australia ribuan ton premix di produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Selandia Baru, Kepulauan di Pasifik dan penting bagi BEC untuk memberikan produk berkualitas tinggi dan nilai tambah bagi mitra kami di Indonesia. Kemudian, secara resmi dibukanya Premix Plant pertama BEC Feed Solutions Indonesia oleh Lynda Antonio. Setelah itu, para tamu undangan sangat antusias melakukan kunjungan untuk melihat Pasuruan Premix Plant milik BEC Feed Solutions Indonesia.
Moment Indo Livestock 2019 menjadi gaung bagi BEC Feed Indonesia untuk branding image, memperkenalkan produk andalannya dan bertepatan dengan peresmian Premix Plant di Kawasan Industri Rembang, Pasuruan. Berlangsung pada 3 – 5 Juli 2019, Indo Livestock 2019 di Surabaya ini berlangsung sangat meriah dan berlokasi di stand No. A 126 BEC Feed Solutions menghadirkan konsep stand yang sangat nyaman dan dekat dengan para pelanggan dan pengunjung Indo Livestock 2019 ini. BEC Feed Solutions merupakan distributor resmi dari produk Jefo Nutrition dan ICC di Indonesia. Produk Galliacid sebagai solusi dalam mencegah Necrotic Enteritis (NE) dan StarFix merupakan solusi dari ancaman mikotoksin dengan aksi perlindungan triple yang menjadi andalan pada gelaran Indo Livestock kali ini.
Suasana stand BEC Feed Solutions Indonesia di Indo Livestock 2019, Surabaya 3 – 5 Juli 2019.
Pada kesempatan ini pula, selain sebagai exhibitor. BEC Feed Indonesia dan Jefo Nutrition melakukan Seminar Teknis yang bertujuan untuk memperkenalkan produk – produk unggulan BEC dan Jefo, selain itu untuk memberikan informasi mengenai inovasi terbaru dan menjadikan solusi bagi industri perunggasan di Indonesia. Jefo merupakan leader dalam industri agri-pangan asal Kanada, fokus dalam sektor solusi nutrisi non-obat. Berdiri sejak 1982, Jefo merancang produk untuk memenuhi kebutuhan dalam industri peternakan ternak. Melalui terobosan teknologi matriks, Jefo dapat memberikan solusi dalam memaksimalkan efisiensi bahan pakan, terang Adam Naylor BSc. MSc selaku Sales Director South East Asia Jefo.
Cegah Necrotic Enteritis
Hari pertama Indo Livestock 2019, Dr. David Marks, BVSc selaku Intensive Livestock Specialist Jefo, dengan mengusung tema “Managemen Kesehatan Unggas dalam Era Tanpa Antibiotik dalam Perspektif Veteriner” dalam seminar teknis kali ini. Dr. David Marks menjelaskan, “Pada kesehatan unggas, hal yang perlu difokuskan adalah kondisi pada sistem pencernaan. Terutama kondisi usus, hal ini dapat menggambarkan kondisi lingkungannya, dengan lingkungan yang homestatis atau seimbang, akan berpengaruh pula pada keseimbangan organisme di dalam usus,” tegasnya.

Baca JUga : Waspada Ancaman Pemanasan Global terhadap Perunggasan

Penggunaan antibiotik pun sudah tidak dapat dilakukan, tentu menimbulkan berbagai permasalahan di farm seperti penurunan performa pada unggas, timbulnya penyakit Necrotic Enteritis (NE) dan berbagai efek lainnya. Maka dari itu, untuk menghindari terjangkitnya penyakit pada unggas, khususnya NE. Diperlukan penanganan khusus sebagai tindakan preventif agar terhindar dari kasus tersebut, salah satunya dengan menjaga lingkungan dan kondisi fisiologis ternak.
Unggas akan berkembang lebih baik dengan mikrobiota yang stabil dan beragam. Hal tersebut akan membuat sebuah sinergi antara hormon enzim dan substrat aktif yang dapat mempengaruhi secara biologis dan fisik. Mikrobiota memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kesehatan usus, serta akan meningkatkan performa unggas.
Keuntungannya yang akan terjadi dalam pengaturan efisiensi dalam sistem pencernaan. Nilai FCR membaik pada unggas akan berpengaruh. Dengan pemberian pakan dengan nutrisi yang dibutuhkan, tentu akan memberikan performa yang diharapkan. Melalui pemberian Galliacid dari Jefo dapat mengoptimalkan fungsi saluran cerna dan meningkatkan performa unggas.
 
Seminar teknis BEC Feed Solutions dan Jefo di Indo Livestock 2019
Disebutkan bahwa penggunaan asam organik dengan dosis yang tepat, berdampak positif dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi industri perunggasan. Galliacid merupakan formulasi asam organik ter-coated yang didesain secara ekslusif untuk unggas, dengan menggunakan bahan baku organik seperti Asam Fumarat, Kalsium Format, Kalsium Propionate, Kalium Sorbat, dan minyak nabati terhidrogenasi dapat memberikan manfaat sebagai pengganti AGP.
Pencegahan penyakit NE pada unggas, jelas sangat dibutuhkan. Agar performa produksi unggas tetap optimal, penggunaan Galliacid dapat menurunkan 25 – 35% angka infeksi pada ternak, bahkan dapat menurunkan 25 – 50% angka kematian jika penggunaannya sesuai dengan dosis. Selain itu dapat menurunkan populasi bakteri patogen seperti E.coli dan Clostridium dalam saluran pencernaan.
Penyerapan protein optimum
Pada penutupan Indo Livestock 2019, BEC Feed Solutions bersama Jefo melakukan sesi seminar teknisnya dengan pembicara Akaradet Seemchareonsri selaku Technical Specialist Swine – SEA Jefo. Mengangkat tema “Cara Menghindari Membuang Protein Berharga dalam Diet”. Dalam seminarnya ini Akaradet menjelaskan mengenai banyaknya bahan pakan yang tidak tercerna dengan baik, dan mengakibatkan semakin besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh ternak.
Akaradet mengungkapkan, “Dengan penggunaan Jefo Enzim Protease, dapat mengurangi dampak ekonomi dari tinggi variabilitas bahan pakan yang digunakan,” ujarnya. Melalui serangkaian penelitian yang dilakukan oleh Jefo, pada kesempatan ini memperkenalkan Enzim Protease yang dapat meningkatkan efisiensi kecernaan protein, membuat tingkat inklusi protein yang lebih rendah dan menyisakan manure lebih sedikit residu protein tidak tercerna di dalam sistem pencernaan unggas. Enzim protease yang ditawarkan dapat memungkinkan optimalisasi penyerapan protein dalam pakan.
Dalam memenuhi kebutuhan protein pada bahan pakan unggas, sering kali dilakukan dengan menambahkan penggunaan berbagai macam jenis bahan baku sumber protein alternatif dan peningkatan spek protein di pakan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan protein. Namun, formulasi bahan pakan berlebih tidak memberikan dampak efektif dan efisien. Formulasi pakan yang diberikan tidak menghasilkan protein seperti yang diharapkan, namun dapat menghasilkan protein waste.
Melalui pemberian enzim protease yang dicampurkan didalam bahan pakan, dapat membantu perombakan protein yang terkandung dalam bahan pakan tersebut menjadi bagian lebih kecil yang dapat diabsorsi dengan mudah oleh usus kecil pada unggas. Maka dari itu, penyerapan protein dapat lebih efektif dan terserap oleh tubuh unggas. Adv