Bibit merupakan salah satu sapronak yang strategis sehingga perlu adanya standarisasi untuk melindungi peternak

Oleh : Gunawan Sitanggang

Sebagai upaya menjamin mutu bibit ternak yang beredar, pemerintah menetapkan kebijakan setiap benih dan bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014, juncto Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sertifikat bibit memuat keterangan mengenai silsilah dan ciri-ciri keunggulan bibit tersebut. Undang-Undang tersebut juga menyatakan bahwa sertifikat bibit dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi benih dan bibit yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian.

Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi strategis yang berperan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Oleh karena itu, bibit yang diproduksi dan diedarkan perlu diusahakan agar tetap terjamin mutunya

Sampai saat ini, lembaga sertifikasi produk bidang benih dan bibit ternak masih satu yang terbentuk yakni Lembaga Sertifikasi Produk Benih dan Bibit Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (selanjutnya disebut LSPro Bebiter). LSPro Bebiter ditetapkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 2011 (Peraturan Menteri Pertanian Nomor 75 Tahun 2011 tentang Lembaga Sertifikasi Produk Bidang Pertanian), dan mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan identitas LSPr- 045-IDN pada tahun 2015.
Baca Juga : Hasil Dari Tim Audit GPS Ayam Ras Nasional 2018 Masih Surplus
LSPro Bebiter berperan melakukan sertifikasi dan menerbitkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) produk benih dan bibit ternak, dengan ruang lingkup sebanyak 36 SNI. Empat di antaranya SNI tentang bibit ayam ras. Dalam memberikan pelayanan jasa sertifikasi benih dan bibit ternak, LSPro Bebiter bertindak secara mandiri, tidak diskriminatif, tidak memihak, menjaga kerahasiaan, dan menjamin obyektivitas hasil sertifikasi dengan dukungan personel yang berkompeten dan profesional. Penulis merupakan Manajer Mutu LSPro Benih dan Bibit Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2018 di halaman 66 dengan judul “Prosedur Sertifikasi Bibit Ayam Ras”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153