Kutu Frengky merupakan serangga yang sering dijumpai di peternakan unggas
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Alphitobius diaperinus atau lebih dikenal oleh praktisi dunia unggas sebagai kutu frengki, tergolong ordo Coleoptera atau kelompok kumbang. Ciri umum morfologi kumbang ini mempunyai sepasang sayap depan yang tebal dan berfungsi sebagai pelindung sayap belakang. Pasangan sayap tebal ini disebut eliteron (elitera), dan dalam lebih mengenalnya sebagai frengki atau kutu frengki.
Frengki saat ini banyak menjadi hama dan masalah pada peternakan ayam. Ia banyak ditemukan secara berkelompok dalam jumlah banyak di manur atau sisa pakan yang telah tercampur urin dan kotoran, gudang pakan, dan makanan ayam. Frengki ini memakan tepung, beras, kedelai, dan kacang-kacangan, serta makanan ayam yang lembap dan telah berjamur yang banyak terdapat di sekitar peternakan ayam.
Baca Juga :
Kumbang Alphitobius diaperinus dalam perkembangannya mengalami metamorfosis sempurna, yaitu dari telur berubah menjadi larva, pupa dan akhirnya dewasa. Serangga ini meletakkan telurnya pada alas (litter) atau kolong kandang, atau gudang pakan di sekitar kompleks peternakan ayam. Telurnya berukuran 1,5 mm dan berwarna krem keputihan. Telur tersebut sering dijumpai pada celah dan retakan di dalam manur atau litter. Jumlah telur bisa mencapai 200 butir, bahkan bisa menyentuh angka ribuan.
Terdapat beberapa langkah untuk mengendalikan penyebaran hama ini. Cara-cara kimia seperti penggunaan insektisida dapat digunakan tetapi memerlukan waktu yang lama dan harus dibarengi dengan pengendalian lingkungan yang terpadu. Penggunaan insektisida kimia yang tepat memerlukan pemahaman menyeluruh tentang biologi serangga seperti perilaku, musim, dan siklus hidupnya.
Baca Juga : 
Peternak juga harus mengikuti program rotasi insektisida yang efektif untuk menghindari atau mencegah terjadinya resistensi terhadap insektisida. Ketika poulasi kumbang sangat tinggi maka insektisida harus digunakan. Tak kalah penting untuk diperhatikan, adalah peternak harus mengikuti petunjuk penerapan dan dosis seperti yang dituliskan pada label produk.
Penerapan biosekuriti dan sanitasi kandang juga sangat berpengaruh terhadap serangan frengki di lapangan. Pembersihan dan desinfekti terhadap barang serta peralatan yang digunakan di kandang secara teratur. Lalu lintas dalam kandang juga harus selalu diperhatikan agar meminimalkan terjadinya penyebaran hama. Perlu juga diperhatikan bahwa tidak baik memelihara hewan lain di lokasi perkandangan karena bisa saja menjadi sarana berkembangnya kutu tersebut. Domi
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2018 di halaman 76 dengan judul “Menangkal Kutu Frengki di Peternakan Ayam. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153