Untuk dapat bersaing di dunia industri 4.0, maka harus menguasai teknologi Big Data dan Artificial Intelligence
POULTRYINDONESIA, Bogor – Perusahaan olahan hasil ternak di Indonesia harus senantiasa siap bersaing di era industri 4.0. Dua hal penting yang sudah mulai harus dikuasai yakni teknologi big data dan kecerdasan buatan. Dua teknologi itu menjadi bahan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan perusahaan lebih cepat, dan reaksi jika terjadi penyimpangan dalam proses dapat dilakukan lebih cepat lagi -untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Menurut Direktur Eksekutif NAMPA Haniwar Syarif, tiga hal penting yang bisa dimanfaatkan dengan adanya big data dan kecerdasan buatan yakni opsi pengambilan keputusan dengan lebih effisien, membantu penyelesaian masalah yang muncul, serta adanya opsi pengembangan proses. Haniwar menjelaskan hal itu dalam Workshop Penerapan Teknologi 4.0 pada Rantai Pasok Industri Olahan Hasil Ternak, yang digelar oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) di Baranangsiang Bogor pada 2 Mei 2019 lalu.
Baca Juga : Teknologi Pengawetan Daging Ayam
Lebih jauh ia mengatakan, industri 4.0 yang mencakup dari kandang hingga ke meja makan, maka untuk industri olahan daging sebagai salah satu mata rantai dalam supply chain industri pangan, diperlukan adanya hubungan sinergis dengan pihak-pihak di dalam rantai mulai sejak dari kandang hingga konsumen akhir.
Oleh karena itu, sangat penting adanya berbagai aplikasi (apps) yang menghubungkan pabrik olahan dengan pemasok bahan mentah, hingga ke pelanggan. “Alur logistik yang menghubungkan antar mata rantai tersebut amat penting,” jelas Haniwar. Ia juga mengharapkan adanya aneka macam data, baik itu pasokan bahan baku maupun ketersediaan kendaraan untuk mengirim produk ke setiap tujuan dengan jaminan mutu dan biaya yang bersaing. PI