POULTRYINDONESIA, Tuban – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyaksikan langsung panen raya jagung di Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (15/2). Dalam sambutannya, Mentan menyampaikan bahwa saat ini Tuban seolah banjir jagung, dengan produksi sekitar 400 sampai 500 ribu ton dari luas lahan sekitar 50 ribu hektar. “Ini baru produksi di Tuban pada  Bulan Februari saja,”tegasnya.
Dalam panen raya ini hadir juga Fathul Huda selaku Bupati Tuban, beserta Asisten Deputi Sekretariat Kabinet, Ida Dwi Nilasari, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Ilyas Payong dan lebi dari 10 ribu petani Tuban dan sekitarnya. Pada acara panen raya ini disertai dengan peluncuran mobile corn dryer dengan prototipe 2.3, yang merupakan prototipe terbaru yang dihasilkan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia CPI, disertai dengan uji coba yang dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian.
Menurut Emier Shandy, Divisi Central Engineering PT. CPI, prototipe terbaru ini lebih kecil dari yang sebelumnya. Namun, meski lebih kecil kapasitasnya lebih besar dan hemat energi. “Kami memahami bahwa salah satu permasalahan dalam pengoperasian mobile corn dryer adalah masalah boros di energi, akhirnya kami mencoba untuk membuat yang lebih hemat energi,” jelasnya.
PT CPI memperkenalkan konsep mobile corn dryer beserta prototipe awal kepada Kementerian Pertanian pada bulan April 2018. Berkat pengarahan dan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian maka prototipe pertama diawali dengan menggunakan 3 unit truk. Pengembangan terus berlanjut sampai dengan desain yang dapat diminiaturkan menjadi hanya 1 unit truk tanpa mengurangi fungsi dan kapasitas yang ditetapkan pada desain awal.
Keberhasilan ini diwujudkan pada pembuatan prototipe yang dipamerkan pada Indo Livestock 2018, dan Presiden Joko Widodo menyempatkan meninjau prototipe yang dipamerkan di area outdoor pameran Indo Livestock. Presiden memberikan tantangan dan semangat untuk membuat yang lebih baik, lebih efisien dan tepat guna sehingga dapat langsung bermanfaat untuk para petani jagung.
Prototipe ke-2 ini selanjutnya akan diserahkan kepada Kementerian Pertanian dalam hal ini Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, sebagai “proof of concept” yang tentunya dapat disempurnakan lebih lanjut. Mobile corn dryer yang merupakan hasil karya anak bangsa ini diharapkan dapat menjadi sebuah potensi solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung yang selama ini selalu di hadapi oleh petani saat menjual hasil produksinya bernilai minimum. Yafi