Tim Wisium pada ajang Indo Livestock 2018.
Wisium merupakan bagian dari Neovia Group yang bergerak secara khusus di bidang feed additive untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan kesehatan hewan. Wisium memiliki pengalaman puluhan tahun di industri nutrisi hewan dan berbagai produknya telah digunakan di berbagai negara. Para ahli di Wisium menawarkan solusi terbaik dikombinasikan dengan produk berkualitas tinggi dan nilai tambah layanan untuk semua spesies. Wisium telah membawa produk dan pelayanannya ke lebih dari 50 negara, mulai dari Eropa sampai Asia.
Keikutsertaan Wisium di Indo Livestock 2018 menjadi penampilan pertamanya dalam pameran peternakan Tanah Air. Salah satu alasan Wisium hadir di Indonesia, salah satunya adalah karena saat ini merupakan momen yang tepat dimana peternak di Indonesia sedang menghadapi pelarangan Antibiotic Growth Promoter (AGP). Franҫois Fernandez, Business Development Director Wisium yang turut hadir pada pameran tersebut mengatakan bahwa tujuan Wisium adalah untuk memberikan solusi, pengetahuan, serta pelayanan agar customer dapat menghadapi tantangan di industri peternakan saat ini.
“Indonesia merupakan salah satu market yang besar di dunia. Karena itulah, Wisium membawa produk yang spesifik sebagai solusi untuk customer. Wisium juga akan mengembangkan berbagai kegiatan untuk menjalin relasi dengan peternak maupun klien untuk memperoleh solusi terbaru untuk masa depan,” tegas Franҫois.
Eric Carfi, Wisium Business Development Manager Asia di sisi lain mengungkapkan hal yang sangat penting adalah konsep kesehatan harus menjadi global concern. “Kami membawa inovasi dan pengetahuan kepada customer. Hal inilah yang kami lakukan, kami mendukung customer di dalam industri ini untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas,” ungkap Eric. Menurutnya, setiap market di berbagai negara khususnya di Asia memiliki karakteristik yang berbeda. “Kami telah bekerja dengan 15 negara di Asia sehingga kami juga akan bawa produk kami ke market Indonesia,” ungkap Eric.
Wisium juga memperkuat bisnisnya di Indonesia dengan menghadirkan tim lokal yang telah memiliki keahlian dan merupakan profesional di bidangnya untuk menjalin relasi lebih dekat dengan customer. “Kami berinvestasi disini untuk menghasilkan kualitas yang terbaik melalui berbagai pengembangan baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Nabil Chinniah, Country Manager Neovia Indonesia menyatakan hadirnya Wisium mampu melengkapi range produk Neovia yang sebelumnya telah memiliki berbagai produk mulai dari ternak hingga hewan peliharaan. “Yang paling penting bagi kita adalah produk yang kita buat harus aman untuk hewan, karena jika sudah aman untuk hewan maka akan aman untuk manusia,” ujar Nabil. Fokus utama Wisium dan Neovia adalah menyediakan solusi terbaik untuk generasi masa depan, yang berarti aman untuk masyarakat dan generasi mendatang.
BSAFE ®: solusi meningkatkan performa hewan tanpa antibiotik
Antibiotik yang digunakan sebagai pemacu pertumbuhan ataupun untuk tujuan pengobatan memicu munculnya lebih banyak bakteri yang resisten. Peningkatan resistensi antibiotik yang besar di seluruh dunia mengarah pada larangan penggunaan antibiotik yang digunakan sebagai pemacu pertumbuhan di beberapa negara. Dengan adanya regulasi pelarangan penggunaan AGP, Wisium memposisikan diri untuk memberikan solusi yang terbaik dalam menghadapi hal tersebut.
Pelarangan penggunaan AGP di beberapa negara memunculkan tantangan-tantangan baru. Misalnya, kejadian disbakteriosis yang meningkat. Dengan demikian, kebutuhan akan solusi alternatif pengganti AGP yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan pada era AGP-free seperti saat ini.
Wisium juga menggelar technical seminar dalam ajang Indo Livestock 2018.
Pada perhelatan Indo Livestock 2018, Wisium menyelenggarakan seminar dengan topik “Wisium Solution for Improving Poultry Performance in AGP Free-era”. Salman Fuadi,Technical Sales Supervisor Wisium Indonesia, menjelaskan bahwa untuk menghadapi era AGP-free, Wisium sudah memiliki solusi alternatif sebagai pengganti AGP melalui produk B-SAFE®.
Salman menjelaskan, dalam ilmu nutrisi terdapat bahan copper sulfat yang mempunyai daya untuk membunuh bakteri. Namun, bahan tersebut memiliki kelemahan. Pertama, bahan ini harus tersedia dalam konsentrasi tinggi sehingga pemberiannya pun harus dalam dosis tinggi. Imbasnya, unsur toksisitas juga semakin tinggi pada ternak. Kedua, pemberian copper sulfat akan menghasilkan limbah yang tidak aman bagi lingkungan.
Oleh karena itu, Wisium bekerja melakukan perbaikan untuk mengeliminasi kedua kelemahan ini sehingga menghasilkan bahan baru gabungan antara copper dan clay. Dengan demikian, mampu memperkuat peran copper dalam membunuh bakteri. Di sisi lain, pemberian B-SAFE® tidak mempengaruhi probiotik yang diberikan pada ternak.
Dari sejumlah percobaan yang telah dilakukan menunjukkan penggunaan B-SAFE® dalam peternakan ayam broiler mampu meningkatkan berat badan rata-rata lebih dari 2,9 %. Sedangkan perbaikan feed conversion ratio (FCR) rata-rata sebesar 1.8 %. “Jadi, produk ini sebagai antimikroba sekaligus menjadi growth promotor. Ini bisa menjadi pilihan pengganti AGP baik di broiler maupun layer,” tegasnya.
Sebelum penyelenggaraan Indo Livestock 2018, Wisium dan Neovia bekerja sama dengan PT Catur Nawa juga menyelenggarakan seminar bertema “B-SAFE®, Achieving Higher Performance for Poultry in AGP-Free Era” yang berlangsung pada 3 Juli 2018 di Hotel Mercure Alam Sutera. Olan Sebastian, CEO PT Catur Nawa menuturkan bahwa pihaknya merasa berbangga karena Catur Nawa diberi kepercayaan oleh Wisium untuk memperkenalkan produk Wisium di Indonesia. “Kita harapkan, untuk generasi berikutnya tidak terkontaminasi antibiotik. Harus ada peningkatan kecerdasan bangsa melalui peningkatan produksi ternak yang baik dengan produk Wisium ini,” lanjutnya.
Andi Wijanarko mewakili ASOHI mengungkapkan dukungannya atas seminar yang diselenggarakan oleh Wisium. “Saya berharap seminar ini bermanfaat khususnya untuk kemajuan dunia peternakan sehingga kita bisa menyelamatkan generasi yang akan datang,” ujar Andi di dalam sambutannya.
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Fajar Sumping Tjatur Rasa pun dihadirkan sebagai keynote speaker dalam seminar tersebut. Ia menjelaskan, dengan diterapkannya regulasi mengenai pelarangan penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan yang tertuang dalam Permentan No. 14 Tahun 2017, maka hal yang harus dipikirkan kedepan adalah bagaimana Indonesia bisa ikut berkontribusi secara global dalam hal mencegah terjadinya resistensi antimikroba khususnya di industri peternakan.
“Seperti kita tahu, di dunia saat ini hampir semua negara sudah masuk ke dalam keanggotaan GHSA atau Global Health Security Agenda dimana setiap negara sudah memiliki action plan. Diantaranya, di dalam GHSA ini ada yang disebut bagaimana kita menghindarkan terjadinya resistensi terhadap antibiotik. Indonesia saat ini sudah menjadi salah satu negara yang mengikuti GHSA,” ungkap Fajar.
Pemerintah mengapresiasi pihak yang berupaya menyediakan solusi alternatif pengganti AGP dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak. “Harapannya, narasumber ahli yang hadir dalam seminar ini bisa menjelaskan dan memberikan keyakinan kepada semua pihak bahwa ada alternatif-alternatif pengganti AGP yang bisa dipergunakan. Selain itu, kedepan kita akan menjadi lumbung pangan dunia, maka kita harus mempersiapkan produk yang berkualitas dan aman,” tutur Fajar.
Wisium dan Neovia bekerja sama dengan PT Catur Nawa menyelenggarakan seminar di Jakarta (3/7).
Wisium sendiri telah memiliki solusi alternatif untuk membantu petrnak dalam menghadapi era AGP-free. Yohann Laurent, Asia Business Developer Wisium hadir sebagai narasumber ahli untuk memberikan paparannya tentang produk B-SAFE® yang dikembangkan oleh Wisium dan baru diperkenalkan di Indonesia.
B-SAFE® mampu memproteksi sistem pencernaan dengan cara kerja efektif. Aksi sinergis dari kombinasi sintetik clay dan copper dari copper sulfate. Teknologi pertukaran ion metal ini telah dipatenkan. Produk B-SAFE® telah digunakan lebih dari 20 tahun di Eropa dan saat ini telah mulai masuk ke Indonesia.
“Tiga manfaat utama B-SAFE® adalah menjaga keseimbangan mikroflora seluran pencernaan, memproteksi sistem pencernaan, dan memperbaiki performa ternak,” ungkap Yohann. Cara kerja utama B-SAFE® adalah mengendalikan flora patogen baik gram negatif maupun positif, memastikan keseimbangan mikroflora usus, memproteksi sistem pencernaan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, serta memperbaiki produktivitas ternak. Produk ini telah terbukti efektif dan telah melalui lebih dari 60 percobaan, baik pada fasilitas R&D maupun kondisi lapangan.
Selain B-SAFE® terdapat produk T5X untuk melindungi ternak dan menjaga produktivitas. Wisium telah mengembangkan program global mengatasi mikotoksin yang berdasarkan pada keahlian teknis dan pengetahuan zooteknis. Program ini dapat diadaptasikan untuk menyesuaikan antara kualitas bahan baku dengan kebutuhan peternak. Saat ini produk yang ada di Indonesia adalah T5X SD, dan T5X Binding. Tidak hanya produk, Wisium juga menyediakan teknologi untuk melakukan uji terhadap pakan terkait kandungan mikotoksin. Teknologi ini dilengkapi pula dengan aplikasi yang dinamakan Mycowatch sehingga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.