Para pembicara sedang membahas tentang pengendalian antimicrobial resistance
POULTRYINDONESIA, Jakarta –Penggunaan Antibiotik memang masih menjadi perbincangan hangat sampai dengan saat ini. Jika dilihat secara saksama, antara harapan dengan kenyataan tidak bisa berjalan beriringan. 
Menanggapi itu semua, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) bersama Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), FAO (Food and Agricultural Organization) dan Kementerian Pertanian, akhirnya menggelar Studium Generale Seminar di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).
Dalam sambutannya, Ketua penyelenggara seminar yang juga pengurus besar PDHI, drh. Andi Widjanarko, mengatakan bahwa dengan digelarnya seminar tentang antimicrobial resistance (AMR), ia berharap bahwa AMR ini bisa dikendalikan. “Tentu kita semua berharap masa depan anak cucu kita bisa terselamatkan,” jelasnya.
Andi menambahkan, acara untuk para dokter hewan Technical Service (TS) ini, ditujukan untuk memperkuat pemahaman, kesadaran, dan kepedulian para dokter hewan dalam penggunaan antimikroba yang bijak dan bertanggung jawab sebagai pengendali resisten antimikroba yang bisa membahayakan masyarakat luas.
Beberapa pemateri dari berbagai instansi turut hadir memberikan informasi yang bisa digunakan para dokter hewan untuk memerangi AMR yang ada di lingkungan masyarakat. Mulai dari drh. Ni Made Ria Isriyanti, PhD selaku Kasubdit Pengawasan Obat Hewan Kementerian Pertanian, drh. Irawati Fari selaku Ketua ASOHI, drh. Tri Satya Putri Naipospos, M.Phil, PhD dari PDHI, sampai dengan Dr. Hari Paraton, Sp.OG(K) turut membagikan ilmunya untuk sama-sama memerangi resistensi antimikroba yang semakin hari belum nampak pengurangannya. Chusnul