Pemasaran produk secara digital akan sangat memudahkan para pelaku usaha budi daya untuk memasarkan produknya (Sumber foto : Darwin Laganzon from Pixabay
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sejatinya pelatihan modern berbasis daring ini tidak selalu berorientasi pada keuntungan. Maka dari itu, asosiasi maupun lembaga pemerintahan pun bisa melakukan pendidikan peternak melalui metode ini. Indonesia bisa mencontoh U.S. Poultry and Egg Association yang memberikan akses pelatihan daring kepada para anggotanya. Anggota yang tergabung dalam organisasi ini bisa dengan leluasa mendapat berbagai jenis pelatihan perunggasan yang termuat dalam web. Program pelatihan tersebut bahkan dapat diunduh jika sewaktu-waktu para peternak tidak terhubung dalam jaringan untuk mengaksesnya. Sementara itu, bagi peternak yang bukan merupakan anggota, harus terlebih dulu membayar sekitar US$ 200 untuk mendapatkan program tersebut.
Baca Juga : Pentingnya Strategi dalam Membangun Bisnis Kuliner
Langkah tepat sebetulnya telah dilakukan oleh salah satu lembaga pemerintah di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, yakni Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Mereka telah menyediakan sebuah web berisi pelatihan pertanian yang bisa dipelajari oleh siapa saja selama terkoneksi dengan internet. Namun, banyak menu pelatihan di dalamnya yang masih belum bisa diakses, semisal pelatihan budi daya jagung dan kedelai—yang berkaitan dengan bahan pakan unggas. Beberapa pelatihan lainnya pun belum sepenuhnya beroperasi dengan baik. Namun, jika terus berbenah, pelatihan daring ini tentu akan menjadi program yang potensial bagi pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pertanian.
Peluang juga telah hadir dari berbagai pelaku startup digital sektor peternakan dalam negeri. Meski saat ini masih banyak yang berorientasi pada markletplace dan sharing profit, tetapi tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak web dan aplikasi digital pelatihan peternak yang mudah digunakan di masa depan. Tantangan yang justru perlu dijawab saat ini adalah bagaimana menciptakan optimisme di kalangan peternak agar dapat terus memperbarui keahlian yang sesuai dengan tuntutan zaman. Selain itu, perlu juga memikirkan cara agar internet dapat dinikmati oleh para peternak di berbagai daerah, dan mengajak mereka untuk lebih melek teknologi demi akses informasi yang semakin luas. 
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2019 dengan judul “Industri 4.0 dan Tumbuhnya Pelatihan Peternak dalam Jaringan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153