Efek dari ketinggian tempat (altitude) terhadap daya tetas dan kualitas anak ayam sangat tergantung pada ketinggian tempat di mana telur tetas dihasilkan – dan juga bagaimana manajer di hatchery menyesuaikan program inkubasi. Tekanan barometrik menurun seiring dengan level ketinggian suatu tempat, seperti halnya dengan tekanan parsial oksigen dan kelembapan. Oleh karena itu, ventilasi sangat penting untuk mendapatkan udara segar di ketinggian yang biasanya cenderung lebih dingin dan kering dibandingkan dengan tempat yang berada di atas permukaan laut.
Ketersediaan oksigen
Berkurangnya ketersediaan oksigen dalam volume udara tertentu dikompensasi sebagian oleh peningkatan laju difusi oksigen melalui cangkang telur dan kapasitas embrio yang lebih tinggi untuk mengikat oksigen ke hemoglobin darah (Dragon et. Al, 1999). Injeksi oksigen bisa saja dilakukan untuk meningkatkan kadar oksigen hingga mencapai 23 – 25% untuk dapat meningkatkan daya tetas. Namun, ini merupakan praktik yang tidak murah dan memiliki risiko yang tinggi.
Hilangnya kelembapan
Peningkatan laju difusi pada ketinggian memungkinkan peningkatan potensi hilangnya kelembapan. Namun, fakta menunjukkan bahwa breeder dapat beradaptasi terhadap ketinggian, serupa dengan adaptasi burung liar terhadap ketinggian. Ini mengkompensasi peningkatan difusi, sehingga hilangnya uap air melalui cangkang telur pada ketinggian berapa pun tetap sama dengan saat berada di ketinggian di atas permukaan laut (Rahn et. Al, 1977). Oleh karena itu, titik pengaturan kelembapan relatif untuk setter dan hatcher harus ditentukan dengan hati-hati.
Tiga skema
1. Produksi telur di atas permukaan laut: hatchery berada di level ketinggian (1000 – 2000 meter)
Dari tiga skema yang ada, ini adalah skema yang paling tidak diinginkan karena akan menghasilkan penurunan daya tetas. Telur yang diproduksi di ketinggian di atas permukaan laut memiliki area pori efektif yang relatif besar dan oleh karenanya berpotensi kehilangan lebih banyak air di tempat yang lebih tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, setter dan hatcher harus dioperasikan pada kelembapan yang relatif lebih tinggi, yang paling baik dicapai dengan pra-kondisi udara masuk (inlet air) ke kelembapan relatif 75 persen, dengan suhu 24 – 28° C (optimal). Pada saat yang sama, tingkatkan laju ventilasi dari normal untuk permukaan laut, untuk mengakomodasi tingkat oksigen yang berkurang.
2. Produksi telur pada ketinggian yang sama dengan hatchery (1000 – 2000 meter)
Secara umum skema ini akan memberikan hasil yang baik. Ventilation rates harus lebih tinggi dari titik normal untuk permukaan laut, sehingga embrio mendapatkan oksigen yang cukup. Selama kondisi eksternal yang lembap, tingkatkan ventilasi, karena kelembapan mengurangi kadar oksigen di udara lebih besar. Tingkat ventilasi yang lebih tinggi ini dapat menyebabkan berkurangnya kelembapan di setter dan hatcher. Untuk menghindari kelembapan yang konstan, titik pengaturan kelembapan harus diturunkan. Lebih tinggi penurunan berat badan yang optimal (misalnya, 13 – 14%) yang hasilnya lebih banyak digunakan dalam kasus ini.
3. Produksi telur di ketinggian: hatchery berada di atas permukaan laut
Secara umum, skema ini juga akan memberikan hasil yang baik. Titik yang ditetapkan untuk kelembapan relatif perlu dikurangi untuk mencapai penurunan berat badan yang optimal, karena telur memiliki area pori efektif yang berkurang.
Saran
• Kelembapan relatif yang sudah diatur dan disesuaikan dengan menimbang tray telur sebelum setting kemudian dilakukan lagi pada transfer (8 – 18,5 hari). Titik pengaturan (set points) yang tepat untuk kelembapan relatif bergantung pada a.o. altitude dan konduktivitas cangkang telur (umur flok, nutrisi, genetik).
• Menilai ukuran air cell sebagai indikator penurunan berat badan.
• Mewaspadai tanda-tanda yang menunjukkan penurunan berat badan yang tidak mencukupi dan / atau kekurangan oksigen selama telur pecah. Perkembangan sempurna embrio yang gagal harus diamati, kurangi titik pengaturan untuk kelembapan relatif dan / atau tingkatkan laju ventilasi.
• Memastikan sensor kelembapan dan CO2 dikalibrasi untuk ketinggian, atau sebagai alternatif gunakan titik pengaturan yang tepat.