Stan Kemin di Indo Livestock 2018.
Menurut Hartono Sunardi, Senior Country Manager PT Kemin Indonesia, dalam praktiknya di lapangan penggantian AGP ini tidak dapat dilakukan secara langsung. “Kita masih butuh waktu untuk beradaptasi agar bisa naik satu level, paling tidak sedikit demi sedikit kita dapat meminimalkan dampak tanpa penggunaan antibiotik,” tegasnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pengunjung yang datang ke pameran Indo Livestock 2018 lebih bervariasi dan menurut pengamatannya, banyak dari pengunjung yang mencari solusi pengganti AGP.
Hartono mengungkapkan bahwa dalam pameran kali ini Kemin menggelar dua seminar teknis mengenai alternatif pengganti AGP dan tema yang berkaitan dengan mineral yang merupakan komponen penting dari feedmill. Penyelenggaraan seminar tersebut merupakan komitmen dari Kemin untuk berbagi informasi dan pengetahuan kepada para pelanggannya.
Stan Kemin di Indo Livestock 2018 menjadi ajang bertemu dan berdiskusi dengan pelanggan.
Program dan produk Kemin
Sementara itu, Ade Irwan Kelana selaku Associate Sales Manager PT Kemin Indonesia menjelaskan bahwa respons pengunjung pameran untuk mengikuti seminar teknis Kemin sangat besar. “Banyak diskusi dengan peserta seminar yang akhirnya berlanjut di stan kami. Diskusi yang berkaitan dengan produk dan informasi terbaru dari Kemin. Mereka juga memberikan harapan bagaimana kedepannya bisa menggunakan produk Kemin untuk mendukung peternakan mereka,” jelas Ade.
Ia mengatakan, di tahun ini Kemin akan memperkuat dua produk unggulannya di market Indonesia. Pertama, produk asam butirat yang dinamakan ButiPEARL. Produk ini merupakan sumber energi, yang berguna untuk menjaga perkembangan villi usus serta epitel usus agar dapat memaksimalkan penyerapan pakan. Jika villi dan epitel rusak maka akan mengganggu penyerapan pakan. “Secara umum, villi dan epitel usus akan rusak setiap empat hari, sehingga butuh energi yang bisa menggertak untuk perkembangan sel tersebut. Secara normal ada dalam tubuh ayam, tetapi butuh ditambah untuk memberikan hasil yang optimal,” papar Ade.
Produk yang kedua adalah probiotik yang dinamakan CLOSTAT. Produk ini mengandung bakteri Bacillus subtilis yang mempunyai implikasi dalam melawan serangan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium perfringens, sehingga kejadian akibat bakteri ini bisa ditanggulangi secara dini di broiler, layer, dan breeder.
“Kami juga sedang melakukan sounding kepada para pengunjung yang datang ke pameran tentang produk kami untuk mengatasi Coccidiosis dengan nama COZANTE yang masih dalam proses registrasi saat ini,”ungkapnya.
Secara umum, solusi dari Kemin untuk mengganti AGP yang telah dilarang penggunaannya adalah dengan pendekatan ABA. Program ini memberikan alternatif kepada para peternak dalam menggunakan pengganti antibiotik dengan menggunakan enam pilar sekaligus, yaitu probiotik, asam organik, essential oil, anticoccidial, innate immune support, serta ephitelial support dan energy source.
Koh Thong Jin, Platform Manager Animal Health Kemin Industries (Asia) Pte Limited dalam sesi seminar menjelaskan, resistensi terhadap antibiotik kini sudah menjadi kondisi kritis. Tak ayal jika kemudian negara-negara di dunia mulai menjalankan pembatasan penggunaan antibiotik, termasuk diantaranya secara tegas melarang penggunaan AGP, seperti yang terjadi di Swedia, negara-negara Eropa, Amerika, dan diikuti oleh negara-negara Asia, seperti Indonesia yang menerapkan regulasi pelarangan penggunaan AGP sejak awal 2018.
Kemin menyelenggarakan seminar teknis selama pameran Indo Livestock 2018.
Menurut Koh Thong Jin, pengurangan penggunaan antibiotik ini menjadi tren global seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk bebas antibiotik. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pusat perbelanjaan di Amerika yang meminta agar supplier produk peternakan dapat mengurangi penggunaan antibiotik pada peternakan dan menyarankan untuk menggunakan antibiotik pada ternak yang sakit, bukan untuk mempercepat pertumbuhan ternak. Begitu pula dengan beberapa restoran cepat saji yang telah mengumumkan dan berkomitmen tidak lagi menggunakan antibiotik yang digunakan untuk manusia pada produksi ayam.
“Salah satu alternatif untuk menghadapi pelarangan AGP ini adalah dengan membangun integritas usus mulai dari pondasinya secara kuat. Seperti dengan penambahan asam butirat sebagai sumber energi untuk perkembangan integritas usus,” jelasnya. Asam butirat ini mampu memperkuat pertahanan terhadap serangan patogen serta toksin dengan cara memperbaiki proliferasi sel epitel serta produksi mucin.
Selain itu, Koh Thong Jin menerangkan, peran optimalisasi mikroflora dalam usus juga sangat penting. Sebab, jika mikroflora mampu bekerja dengan baik maka secara otomatis feed conversion ratio (FCR) juga akan membaik.
Pada kasus ketika Clostridium perfringens dalam sekum populasinya meningkat maka akan berdampak pada terjadinya penyakit Necrotic Enteritis (NE), dysbacteriosis, dan cholangiohepatitis. Peningkatan populasi bakteri tersebut bisa disebabkan oleh stres atau terdapat gangguan lain. “Adanya infeksi bakteri ini akan berakibat pada penurunan performa sampai peningkatan kematian, sehingga kerugian ekonomi semakin besar,” jelasnya.
Solusi akibat serangan NE ini adalah dengan memberikan probiotik. CLOSTAT yang dikembangkan oleh Kemin mengandung bakteri aktif sehingga mampu mencegah proliferasi dari bakteri Clostridia. Produk ini mengandung strain yang unik dari Bacillus subtilis PB6 yang diisolasi dari saluran penceranaan ayam yang sehat. Target probiotik ini adalah untuk menyerang Clostridium sehingga secara tidak langsung memiliki efek anti bakteri.
Pada suatu peternakan broiler komersial di Asia, dilakukan percobaan untuk membandingkan antara penggunaan AGP dalam hal ini enramycin, dibandingkan dengan penggunaan CLOSTAT. Hasil dari percobaan itu menunjukkan bahwa penggunaan CLOSTAT ternyata mampu menjaga performa ternak disertai dengan pertumbuhan badan yang lebih baik, FCR lebih rendah, serta Indeks performa yang lebih tinggi, dibandingkan dengan penggunaan AGP enramycin.
William Chin, Platform Manager Kemin Industries (Asia) Pte Limited, dalam sesi seminar yang lain menjelaskan bahwa ternak yang mengalami stres secara kronis akan berdampak pada penurunan feed intake, yang juga akan menyebabkan pengurangan pertumbuhan rata-rata, sehingga manajemen stres yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan performa ayam termasuk untuk membatasi terjadinya penyakit.
Penerapan manajemen yang baik ini dapat dilakukan dengan memberikan nutrisi, seperti menambahkan lemak yang merupakan asupan yang mengandung energi yang cukup tinggi untuk meningkatkan palatabilitas pakan atau dengan menambahkan organic chromium.
Kemin sendiri memiliki produk untuk mengatasi masalah tersebut dengan produk KemTRACE Chromium. Produk ini mengandung sumber organic chromium yang aman dengan bioavailabilitas yang tinggi bagi broiler. Produk ini diperkenalkan sejak tahun 2000 dan telah digunakan lebih dari 30 negara.
Keuntungan menggunakan KemTRACE Chromium adalah memperbaiki kondisi glukosa, sehingga terjadi efisiensi penggunaan energi, membantu menangani stres, memperbaiki komposisi karkas dan kondisi daging, memperbaiki kondisi imunitas, efisien dan mudah untuk dicampurkan pada premix, serta bahan baku yang lain dan yang paling penting produk ini aman untuk digunakan.