POULTRYINDONESIA, Surabaya – Seminar outlook perunggasan sepertinya sudah biasa diadakan di Jakarta, di penghujung tahun. Namun, kali ini untuk yang pertama kalinya seminar outlook perunggasan diadakan di Surabaya, Jatim.

Acara ini diadakan oleh Asosiasi Obat Hewan (ASOHI) Pengda Jatim, yang bertempat di Hotel Novotel Samator, Surabaya (18/12). Menurut drh. Suyud selaku ketua panitia pada acara ini, pengadaan acara ini lebih pada kesadaran akan letak Jatim yang menjadi sentra perunggasan nasional,dimana semua pelaku perunggasan ada di Jatim.
“Pada awalnya, kami menargetkan peserta sebanyak 150 saja. Namun,diluar dugaan peminatnya semakin bertambah hingga mencapai 230 peserta,” ungkapnya.

Drh.Irawati Fari, Ketua ASOHI, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi pada ASOHI Pengda Jatim, yang sangat bersemangat untuk mewujudkan outlook yang pertama di Jatim, sekaligus outlook pertama yang diadakan Pengda ASOHI dari 17 Pengda yang ada, sedang untuk di Jakarta sudah lebih dari sepuluh kali.

Sementara itu, Dr. Drh. Iswahyudi,MP mewakili Kepala Dinas Peternakan Jatim yang berhalangan hadir menyarankan agar ASOHI pindah ke Jatim. Sebab, Jatim merupakan sentra peternakan, termasuk perunggasan. menurut data yang ia peroleh total populasi unggas di Jatim mencapai 2 milyar ekor. Menurutnya, di perunggasan belakangan ini ada tren pertumbuhan yang cukup tinggi di puyuh, dari data yang ia miliki, pertumbuhan puyuh mencapai 12,1 %/tahun.
Pada acara ini menghadirkan sejumlah pembicara: Kresnayana Yahya (Konsultan Bisnis), Edy Suryanto (Ketua GPMT Jatim), Rusmono Budisantoso (Ketua GPPU Jatim), Prof.C.A. Nidom (Guru Besar FKH Unair, Surabaya), Irawati Fari (Ketua ASOHI), dan Hidayaturrahman (PINSAR Jatim).Yafi