Seminar ini merupakan hasil kerjasama antara USSEC dan AINI untuk memberikan edukasi seputar dunia peternakan (Sumber Foto : PI_Yafi)
POULTRYINDONESIA, Malang – Untuk meningkatkan konsumsi telur, diperlukan sejumlah strategi untuk menarik konsumen. Adalah sebuah keniscayaan dalam dunia pemasaran, termasuk pula membuat strategi untuk mempengaruhi konsumen agar tertarik membeli telur seperti yang diungkapkan oleh Dr. Gonzalo Mateos, Profesor of Animal Science, University of Madrid, Spanyol dalam acara Indonesia Layer Nutrition & Feed Technology Conference yang berlangsung di Hotel Atria, Malang dari tanggal 24-25 Juni 2019 yang merupakan kerjasama antara USSEC (U.S. Soybean Export Council ) dengan AINI (Asosiasi Ilmu Nutrisi Indonesia).
Strategi itu bisa dilakukan dengan sejumlah cara seperti dengan menyebutkan bahwa produk ini berbeda dengan produk yang sudah ada seperti albumen yang berada di telur, merupakan produk yang rendah lemak, ayam diberi makan bahan-bahan organik, melakukan pembedaan dalam ukuran. Dapat juga dengan menyortir warna baik di kerabang telur, maupun di kuning telur. Atau bisa juga dengan menyebutkan telur merupakan produk pangan yang rendah kolesterol.
Baca Juga : Peningkatan Nilai Tambah Produk Unggas
Cara lain adalah dengan memberikan gambar yang menarik pada kemasan telur, sehingga mampu mengejutkan konsumen, disertai dengan kalimat-kalimat yang membuat konsumen merasa terpanggil. Seperti dengan kalimat yang mengandung unsur alamiah, atau bisa juga yang membuat kemasan yang membuat anak-anak tertarik, sehingga bisa menyukai produk telur itu. Memberikan alasan kepada konsumen agar mempunyai pertimbangan untuk membeli kenapa mereka harus membayar lebih dari produk telur itu merupakan sesuatu yang penting. “Bisa juga dengan menyebutkan bahwa produk telur ini akan memberi keuntungan pada konsumen seperti meningkatkan acupan serat, meningkatkan kandungan vitamin dan mineral, meningkatkan kandungan antioksidan dan peningkatan kekebalan tubuh,” ujar Gonzales.
Menurut Gonzales, agar konsumen lebih tertarik dengan produk telur harus diyakinkan dengan kandungan gizi dari telur tersebut. Penjual harus memberikan keterangan yang dapat meyakinkan pembeli bahwa produknya tidak memiliki kandungan yang berbahaya. “Disisi lain produk ini mampu mengurangi unsur garam,gula serta kolesterol bahkan bisa juga dengan menyebutkan produk ini dari sisi keamanan pangan, animal welfare, serta keberlangsungan produk dalam jangka panjang,serta memodifikasi pada bahan baku pangan, yang bisa menguntungkan bagi kesehatan, selain dari keadaan produk telur pada umumnya” jelas Gonzales.
Baca Juga : Produksi Pakan Dunia diperkirakan Meningkat 3 Persen
Ibnu Edy Wiyono, Country Representative USSEC di Indonesia mengungkapkan acara ini bagian dari program USSEC dalam animal protein. Dimana divisi ini memang mempunyai program sharing ilmu pengetahuan, yang dikemas dalam seminar teknis. Namun, mempunyai misi untuk memberi informasi tentang bungkil kedelai Amerika sebagai bahan baku berkualitas, karena program ini disupport oleh petani kedelai Amerika.
Acara ini pertama kali di Indonesia, dan ia merasa kaget juga dengan membludaknya peserta, pada awalnya hanya menargetkan 150 peserta. Namun, karena animo peserta cukup besar membengkak sampai 200 peserta, selain itu ia juga sangat puas dengan antusiasme peserta yang luar biasa hingga akhir acara yang tetap berada di ruangan, dan bahkan antusias dalam bertanya. Yafi