POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pada tanggal 9 Mei 2019, PT Sierad Produce mengadakan acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) untuk Tahun Buku 2018 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bertempat di Soehana Hall, The Energy Building, SCBD Jakarta. RUPST menghasilkan beberapa keputusan penting diantaranya yaitu menerima laporan tahunan 2018, mengesahkan laporan keuangan tahun 2018, memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris atas segala tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan dalam tahun 2018, persetujuan penggunaan laba bersih perusahaan, serta menyetujuan pengangkatan kembali Dewan Komisaris dan Direksi.
Selain itu di dalam acara RUPSLB agenda yang dibicarakan meliputi perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission / OSS), yang mana Pemerintah mulai memberlakukan sistem OSS terkait dengan perizinan berusaha, dan berdasarkan instruksi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Industri peternakan khususnya peternakan unggas mengalami pertumbuhan yang cukup baik walaupun masih cukup fluktuatif di tahun 2018 dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis. Antara lain tidak diperkenankannya menggunakan Antibiotic Growth Promotor (AGP) dalam kegiatan budi daya unggas, sehingga berpengaruh pada produktivitas unggas dan biaya produksi. Disamping itu, tantangan lain industri perunggasan di tahun 2018 adalah terbatasnya produksi jagung lokal yang mengakibatkan tingginya harga jagung, beragam jenis penyakit unggas, serta upaya peningkatan konsumsi daging dan telur yang belum melonjak secara signifikan.

 

Baca Juga : Perdebatan Mengenai Data Produksi Unggas

 

Di tengah kondisi industri yang penuh tantangan tersebut, perusahaan perunggasan terintegrasi PT Sierad Produce Tbk (Perseroan) di bawah kepemimpinan Manajemen baru yang dipimpin oleh Tomy Wattemena Widjaja selaku Direktur Utama Perseroan, berhasil membukukan kinerja yang baik sepanjang tahun 2018, setelah di tahun 2017 mencatat rugi sebelum pajak Rp237 miliar. Upaya turnaround yang dilakukan oleh Perseroan membuahkan laba sebelum pajak yang naik sangat signifikan sebesar Rp33,9 miliar di tahun 2018 dengan penjualan bersih mencapai Rp3,12 triliun. Bisa dikatakan naik 27% atau Rp670 miliar dari Rp2,45 triliun pada tahun 2017. Membaiknya harga DOC (Day Old Chick/Ayam Umur Sehari) dan ayam hidup, kenaikan harga bahan baku pakan ternak yang dapat diimbangi dengan kenaikan harga jual pakan ternak, perputaran modal kerja yang lebih baik serta implementasi capital expenditure yang lebih selektif menjadi landasan peningkatan kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Seluruh segmen berkontribusi dalam kenaikan tersebut yaitu penjualan pakan ternak, ayam umur sehari, makanan olahan, dan ayam potong dapat tumbuh secara double digit. Lini bisnis pakan ternak memberikan kontribusi terbesar dengan pertumbuhan volume sebesar 22,21%, sedangkan di bagian bisnis olahan mencapai pertumbuhan volume sebesar 41,31%. Dari sisi operasional internal Perseroan, berbagai peningkatan berhasil diaktualisasikan. Upaya perbaikan kualitas produk, kualitas tim Sales, strategi pemasaran melalui pemilihan pelanggan yang selektif serta internalisasi budaya kinerja sebagai tim yang berorientasi pada hasil. Perseroan juga terus meningkatkan menerapan bio-security yang ketat dan konsisten melakukan perbaikan manajemen pemeliharaan ayam.
Tahun 2019 Perseroan menargetkan pertumbuhan double digit di kisaran 20% di segala lini bisnis dan meningkatkan kualitas produk yang diharapkan dapat meningkatkan keseluruhan kinerja baik dalam hal finansial maupun operasional. Perseroan secara konsisten mempertahankan fasilitas operasional agar tetap baik, hal ini didukung dengan komitmen Perseroan menganggarkan biaya perbaikan dan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan.
Masih Menurut Tommy, Perseroan juga akan memaksimalkan utilisasi teknologi informasi. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas farm dengan dukungan teknologi terkini. “Upaya ini menjadi sangat krusial mengingat bahwa telah terjadi shifting industri besar-besaran dari metode konvensional ke digital. Disamping itu, tahun 2019 Perseroan juga akan melakukan double capital expenditure dari tahun 2018, meningkatkan sales dan marketing expenses, serta akan menambah jumlah karyawan khususnya tenaga penjualan,” jelas Tommy.
Untuk menjaga momentum tersebut, maka pihak Sierad Produce melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan-perusahaan dan institusi rekanan PT Sierad Produce dan institusi rekanan yaitu PT XL Axiata Tbk, Farm Result B.V., dan HAS University Netherland untuk menerapkan konsep smart farming dalam budidaya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas.