Air yang diberikan untuk ternak unggas harus bebas dari bakteri atau kuman penyakit yang dapat mengganggu kesehatan hewan ternak (Foto : PI_Boy)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam budi daya broiler ini perlu mendapatkan titik sumber air yang bersih, jernih, tidak berbau karat besi dan tidak terkontaminasi limbah. Sehingga, air bebas dari bakteri atau kuman penyakit yang dapat mengganggu kesehatan hewan ternak. Pemilihan letak sumber air bersih yang tepat adalah hal yang tidak bisa ditawar tawar lagi. Posisi sumur bor harus jauh dari buangan kotoran atau tangki septik maupun titik lokasi sumber pencemaran sungai yang terjadi akibat kebocoran limbah, baik limbah rumah sakit, pabrik maupun limbah rumah tangga dan limbah industri lainnya.

Kesuksesan beternak unggas dapat ditentukan dari beberapa faktor kunci, salah satunya adalah penyediaan air bersih. Gangguan terhadap air bersih merupakan sebuah ancaman yang dapat berpengaruh buruk bagi budi daya unggas.

Untuk menemukan letak titik sumber air bersih tidaklah semudah membalik telapak tangan. Karenanya tak heran jika diperlukan orang yang mengerti dan memiliki keahlian khusus dalam hal ini, sehingga tidak asal mengebor tanah yang hasilnya tidak maksimal. Bagi Ahmad Suroso yang memiliki kandang sistem opened house dengan populasi 10.000 ekor, setidaknya dibutuhkan 750 liter air bersih untuk keperluan minum unggas peliharaannya. Air tanah yang dipompa dan disedot oleh mesin ini juga telah melalui proses penyulingan atau penyaringan yakni dengan memasang filter air. Hal tersebut bertujuan agar air tanah terbebas dari kuman atau steril sehingga aman untuk di konsumsi ternaknya.
Baca Juga : Teknologi Inovasi Penyediaan Air Untuk Kebutuhan Peternakan
Saat ini biaya untuk mengebor air sumur di daerah Tegal bisa mencapai Rp 2-3 juta untuk area kandang yang banyak mengandung bebatuan keras. Sementara area lain yang relatif mudah digali dihargai sebesar Rp 1,5 juta. Jika bukan oleh ahlinya, sering kali upaya pengeboran sumur hanya akan menghasilkan air yang berwarna keruh, berbau dan berlumpur. Sumber mata air bersih merupakan hal yang sangat vital bagi para peternak karena di dalam air yang bersih membuat pertumbuhan hewan unggas selalu sehat dan jarang sekali sakit. Hal itu juga membuat produktivitas ayam terjaga dan hasil panen menjadi maksimal.
Meski faktor lain seperti pemberian pakan, pemberian suplemen atau vitamin, perawatan unggas dan kandang hingga pengaturan suhu di kandang juga penting diperhatikan, tetapi ketersediaan air bersih harus menjadi prioritas yang utama, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Hal tersebut berguna untuk membuat ternak agar tak rentan tertular virus atau penyakit. Para peternak pun tidak bisa sembarangan dalam memberikan air minum untuk dikonsumsi hewan peliharaannya, sebagai contoh air sungai, hujan, dan lainnya yang dapat berpengaruh buruk bagi ternak. Air yang berkualitas buruk bisa melemahkan daya ketahanan tubuh ayam. Ekstremnya, dapat berakibat kematian pada ayam. Boy
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2019 dengan judul “Urgensi Penyediaan Air Bersih dalam Peternakan Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153