Perusahaan yang berpusat di Lexington, Kentucky, Amerika tersebut hadir dengan agenda terbarunya yaitu Alltech ONE Ideas Forum. Melalui kegiatan ini, Alltech ingin memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang di berbagai negara untuk merasakan atmosfir ide-ide besar dari para pakar di industri peternakan tentang topik yang sedang menjadi tren dalam industri ini. Tema besar dari Alltech ONE Ideas Forum 2018 adalah “Global Agriculture in Future”.
“Program Alltech ONE Ideas Forum merupakan agenda global yang menjadi refleksi dari ONE: The Alltech Ideas Confrence yang sudah menjadi kegiatan tahunan dari Alltech yang diselenggarakan di Lexington, Kentucky, US,” ungkap Dr. Mark Lyons, Presiden dan CEO Alltech. Selain itu, melalui forum ini juga akan membuka perspektif baru baik dari lokal maupun secara global. “Kita akan membawa ide-ide besar yang tentunya akan disesuaikan dengan situasi lokal,” lanjutnya.
Alltech ONE Ideas Forum hadir di 17 lokasi yang berada di 15 negara, mulai dari Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Utara. Di Indonesia, kegiatan ini berlangsung pada 30 Oktober 2018 di Pullman Central Park Hotel, Jakarta yang dipandu oleh Andri Budi Santosa – General Manager PT Alltech Biotechnology Indonesia. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai pihak, yaitu para pelaku usaha dan para ahli di sektor peternakan.
Penuhi kebutuhan nutrisi hewan di berbagai negara
Alltech merupakan perusahaan keluarga yang didirikan oleh seorang wirausahawan dan ilmuwan asal Irlandia yaitu Dr. Pearse Lyons. Salah satu bisnis utama Alltech adalah mengembangkan dan memberikan solusi bagi nutrisi berkelanjutan untuk tumbuhan, hewan, dan manusia sekaligus menyediakan solusi yang aman bagi lingkungan. Dalam merespons perubahan maka Alltech pun beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan pelanggan dan fokus pada inovasi terdepan.
“Prinsip kami, kami berbagi komitmen untuk berbuat baik dengan cara berbuat baik dimulai dari kami terlebih dahulu,” ujar Richard Lu – Regional Manager Alltech, Indonesia and Malaysia saat memberikan sambutannya di acara Alltech ONE Ideas Forum. Komitmen Alltech terhadap hewan, misalnya, dengan upaya menghadirkan solusi untuk mengoptimalkan kesejahteraan dan performa, memberi pakan yang sesuai dengan potensi genetik, hingga mengatasi tantangan, seperti produksi peternakan bebas antibiotik, efisiensi pakan, dan manajemen mineral.
Hingga kini Alltech telah melayani pelanggan di lebih dari 120 negara dan memiliki tim global lebih dari 6.000 orang yang terus berkembang.
Melahirkan ide inovatif
Dr. Mark Lyons, President dan CEO Alltech, dalam presentasinya di acara Alltech ONE Ideas Forum yang berlangsung di Jakarta mengangkat tema “Legacy of the Ideas”. Mark Lyons melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk bertemu langsung dengan tim Alltech, kolega, hingga customer untuk berbagi ide. Ia ingin membagikan pengalamannya ketika mengikuti sang ayah yang merupakan pendiri Alltech, Dr. Pearse Lyons, dalam membangun bisnis Alltech.
Dr. Mark Lyons dalam acara Alltech ONE Ideas Forum yang berlangsung di Jakarta (30/10).
Dr. Pearse Lyons berpegang teguh pada beberapa hal dan pesan tersebut ia turunkan kepada Mark Lyons yang kini meneruskan bisnis Alltech. Pertama, mendorong talenta generasi muda. “Ini tentang menginspirasi generasi selanjutnya dengan mendukung para generasi muda di universitas melalui program Alltech Young Scientist dan mendorong para wirausahawan melalui program Alltech Innovation Competition,” tutur Mark Lyons. Di samping itu, menaruh perhatian pada penggunaan teknologi baru, menghadirkan solusi dari masalah peternak, menerima tantangan, dan berani untuk bermimpi.
Tidak hanya itu, kesuksesan Alltech hingga saat ini juga karena komitmen Alltech untuk mengutamakan para pelanggannya, menyambut dengan terbuka berbagai talenta untuk bergabung dengan Alltech, dan terus melakukan inovasi. “Salah satu kunci kesuksesan Alltech adalah rasa keingintahuan yang kami miliki sehingga ini menjadi bekal kami untuk menciptakan inovasi,” ungkap Mark Lyons.
Alltech ingin membantu para pelaku usaha di industri peternakan dengan menghadirkan solusi atas tantangan-tantangan yang saat ini dihadapi oleh industri peternakan global saat ini, seperti dikemukakan Mark Lyons diantaranya perubahan iklim, tantangan demografi, hingga perubahan teknologi. Sementara itu, Alltech juga hadir dengan solusi untuk menghadapi tantangan di industri peternakan Indonesia saat ini, salah satunya era AGP-free.
Tantangan dan peluang industri peternakan
Alltech ONE Ideas Forum juga menghadirkan sejumlah narasumber mulai dari para ahli di industri peternakan hingga pengamat ekonomi. Mereka membawakan topik-topik yang berbeda untuk membuka wawasan peserta lebih luas terhadap perkembangan yang terjadi saat ini.
Sesi pertama diawali dengan presentasi Dr. Tugrul Durali – Poultry Technical Expert yang mengangkat topik “Importance and Function of Gastro Intestinal Tract on Free AGP Era” yang menegaskan pentingnya kesehatan usus hewan di era non-AGP seperti yang kini dialami oleh Indonesia.
“Kesehatan usus adalah bagian terpenting dari produksi perunggasan non-AGP. Karena itu penting melakukan perhatian dan langkah strategis mulai dari seeding, feeding, dan weeding. Misalnya feeding, dapat dilakukan dengan cara memodifikasi lingkungan usus untuk bakteri menguntungkan. Oleh karena itu, Alltech mengembangkan produk Actigen® dan Bio-Mos® untuk mendukung performa ternak secara keseluruhan.
Narasumber yang hadir juga datang dari kalangan pengamat ekonomi Indonesia, yaitu Faisal Basri yang mempresentasikan mengenai “Global, ASEAN, & Indonesia Economic Challenge & Opportunity for Agriculture Industry”. Berdasarkan data Bank Dunia, ASEAN menempati posisi ke-4 ekonomi terbesar di dunia dan posisi Indonesia sebagai negara dengan market yang berkembang cukup pesat dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Data lain yang bersumber dari OECD menyebutkan, food security di wilayah Asia Tenggara mengalami peningkatan sejak 1990-2016. “Dukungan penuh Indonesia terhadap pertanian meningkat,” ujar Faisal. Dengan potensi tersebut, menurutnya, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang di industri pertanian dan peternakan.
Adchana Chaiteerapinyo – Regional Marketing Manager Alltech Asia Pacific, narasumber selanjutnya membawakan tema “Global Consumer Trend”. Adchana memulai dengan memetakan konsumen global saat ini yang didominasi oleh generasi millenial (24 persen) dan generazi Z (28 persen). Adanya perubahan demografi, artinya berubah pula konsumsi dan perilaku membeli (purchasing behaviour), misalnya berbelanja makanan secara online. “Tren ini dan tuntutan dari konsumen akan mendorong aktivitas dan perilaku retailer dan produsen,” ujar Adchana.
Pada makanan, konsumen membutuhkan transparansi dan komitmen. Mereka mencari jaminan atas keamanan dan integritas makanan mereka. “Kesadaran konsumen kini lebih besar terhadap kesehatan dan kita perlu memberi perhatian pada komposisi makanan yang tepat,” terangnya.
Sementara itu, Steve Eliott – Global Director, Mineral Management Alltech juga hadir membawakan presentasi bertema “TRT and Meat Quality” yang membahas tentang cara menghasilkan kualitas daging yang baik dengan pemenuhan mineral yang tepat melalui Alltech’s Total Replacement Technology™ (TRT). Selama ini Alltech terus mengembangkan berbagai inovasi melalui penelitian yang dilakukan di laboratorium Alltech. Salah satunya adalah Alltech Mineral Management melalui produk SEL-PLEX® yang merupakan proprietary organic berupa selenium ragi yang dikembangkan oleh Alltech, sehingga dapat diserap, disimpan, dan dimanfaatkan oleh hewan dengan lebih baik dibandingkan selenium anorganik. Manfaatnya akan terlihat dari segi kesehatan hewan, produktivitas dan peningkatan nilai nutrisi produk hasil hewan untuk dikonsumsi manusia. Sementara itu, BIO-PLEX® menawarkan berbagai trace mineral untuk menyediakan nutrisi mineral hewan. Mineral ini terikat dengan asam amino dan berbagai peptida, sehingga mudah diserap dan mampu mengoptimalkan performa hewan.