POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pameran peternakan terbesar se-Asia siap terselenggara dan menawarkan inovasi yang lebih lengkap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. VIV Asia bukan hanya menjadi tolok ukur industri peternakan Asia-Pasifik, tetapi juga industri peternakan secara global. Pameran ini telah menarik minat pelaku bisnis peternakan dunia, baik sebagai exhibitor maupun sebagai pengunjung. Sebuah hal yang wajar mengingat pameran dwitahunan ini merupakan ruang temu ideal bagi insan peternakan untuk memperoleh informasi dan produk-produk terbaru.
Kemegahan VIV Asia dapat terlihat dari pameran edisi tahun 2017 silam. Saat itu, VIV Asia berhasil menarik minat 45.952 pengunjung dari 127 negara. Dengan jumlah tersebut berarti terdapat kenaikan kunjungan dari VIV Asia 2015 sebesar 20%. Sementara itu, untuk VIV Asia 2019 yang akan diselenggarakan pada 13-15 Maret mendatang, pihak penyelenggara menargetkan jumlah kunjungan sebanyak lebih dari 50.000. Zhenja Antochin selaku Event Manager pun optimis dengan target tersebut, apalagi sejauh ini sudah tercatat 1.250 exhibitor yang siap berpartisipasi memamerkan produk unggulannya masing-masing.
Pameran VIV Asia dinilai selalu berhasil menjadi fasilitator bagi exhibitor dan customer untuk menjalin komunikasi bisnis.
Promosi secara gencar telah dilakukan oleh penyelenggara sejak jauh hari dalam bentuk VIV Asia 2019 Grand Show Preview. Salah satu kegiatan itu diadakan pada pameran VIV China, yang berlangsung September 2018 lalu. Saat itu Poultry Indonesia yang hadir dalam acara tersebut mendapat pemaparan secara gamblang dari Zhenja Antochin. Menurutnya, VIV Asia 2019 akan semakin memerhatikan setiap sektor peternakan, terutama pada sektor hilir karena erat kaitannya dengan produk olahan dan konsumen global.
“Langkah-langkah besar akan dibuat pada 2019, yakni dengan memperkenalkan teknologi pangan di VIV Asia. Ruang pameran yang disediakan untuk teknologi pangan digandakan dibandingkan dengan bagian pemotongan dan pengolahan seperti VIV Asia 2017 lalu,” ungkap Antochin.
VIV Asia 2019 yang akan kembali digelar di Bangkok International Trade and Exhibiton Centre (BITEC), kelak mengusung tema “Menuju Masa Depan Food Engineering”. Hal itu merupakan respons dari peningkatan pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup masyarakat Asia yang secara perlahan mulai mengarah pada produk makanan siap saji. Namun, bukan berarti sektor hulu seperti industri pakan tidak ditampilkan dalam pergelaran akbar ini. Sektor tersebut akan tetap muncul beriringan dengan sektor lainnya seperti obat-obatan hewan, peralatan budi daya, dan tentu produk-produk yang erat kaitannya dengan pascapanen.

Project Manager of VIV Asia, Panadda Kongma, memberi penegasan tentang sifat multispesies dari acara tersebut. Berdasarkan pengalaman pameran sebelumnya, maka kali ini terdapat fokus lebih yang diberikan pada komoditas daging dan telur unggas, peternakan babi, budi daya air dan produk susu. Menurutnya, berdasarkan perspektif peserta, sektor unggas adalah sektor paling digandrungi. Oleh karena itu pihaknya siap menyajikan pameran yang semakin lengkap dan proporsional pada sektor unggas. “Semua ini merupakan kombinasi isi VIV Asia yang luar biasa untuk semua pengunjung profesional pada saat pameran di Bangkok Maret mendatang,” ujarnya.
Pihak penyelenggara mengimbau bagi siapa saja yang ingin mengunjungi pameran VIV Asia 2019 agar mendaftarkan diri sejak dini. Terutama, bagi mereka yang ingin mengikuti rangkaian seminar menarik dalam VIV Asia 2019. Seminar yang berisi pemaparan isu terkini dan juga penjabaran teknis beragam produk itu memiliki kursi terbatas. Penting juga bagi para calon pengunjung untuk memperbarui informasi terkait VIV Asia 2019. Informasi terkini tentang apa pun yang dibutuhkan telah tersaji dalam website resmi VIV Asia 2019. Selamat bersiap-siap bagi Anda yang tertarik menyambangi pameran VIV Asia 2019. Sampai jumpa di Bangkok!