Tim Zoetis di ajang Indo Livestock 2018.
Kesan modern sangat kental pada desain stan Zoetis dalam perhelatan Indo Livestock 2018. Ditambah dengan hadirnya tim dengan performa prima membuat pengunjung tidak ragu untuk menyambangi dan berdiskusi dengan nyaman di stan Zoetis. Di sisi lain stan disediakan photo booth sehingga pengunjung dapat berfoto sebagai kenang-kenangan.
General Manager Zoetis Indonesia, drh. Ulrich Eriki Ginting, MM, menyatakan bahwa ajang ini menjadi momen untuk berbagi informasi tentang perkembangan di industri peternakan termasuk dalam hal teknologi. “Interaksi dengan semua komunitas industri peternakan dan kesehatan hewan Indonesia, karena semua pelaku dari berbagai daerah berkumpul,” ujar pria yang kerap disapa Erik.
Pada tahun ini, Zoetis fokus pada otomatisasi teknologi di hatchery mengingat saat ini sudah memasuki era industri 4.0 yang artinya otomatisasi telah terjadi di berbagai sektor. Zoetis telah dikenal luas sebagai perusahaan yang banyak berkontribusi dalam hal pemenuhan kebutuhan kesehatan hewan dengan berbagai produk obat-obatan yang dimilikinya. Dalam perjalanannya, Zoetis terus berkembang hingga kini Zoetis meluaskan range produknya. “Zoetis punya keinginan untuk berkontribusi di berbagai proses,” ungkap Erik. Ia melanjutkan, Zoetis ingin memberikan produk dan pelayanan dengan baik sejak awal, mulai dari hatchery, pemeliharaan, hingga proses akhir.
Erik juga mengatakan bahwa Zoetis ingin terus bertumbuh secara sehat di Indonesia dan terus berkontribusi untuk kesehatan hewan sehingga dapat memberikan hasil produksi hewan yang baik pula. Di sektor hewan kesayangan, Zoetis juga terdepan dalam hal ini untuk memastikan kesehatan bagi hewan dan pemilik hewan kesayangan. Selain peningkatan kualitas dan range produk, Zoetis juga selalu meningkatkan pelayanan purna jual (after sales) yang diberikan oleh tim secara rutin.
Kedepankan teknologi
Beragamnya produk Zoetis tentunya akan memberikan lebih banyak solusi di berbagai area di dalam industri peternakan. Oleh karena itu, pameran Indo Livestock 2018 menjadi kesempatan bagi Zoetis untuk bisa menampilkan beragam produk termasuk pelayananya. “Mungkin tidak semua orang tahu apa saja yang kita punya. Dengan hadirnya Zoetis di pameran ini kita bisa memberikan informasinya. Disini juga menjadi ajang silaturahmi dengan customer dan bisa menjadi tempat meeting yang nyaman untuk menjalin hubungan dengan customer baru,” ujar Betty.
Indo Livestock 2018 menjadi wadah bagi Zoetis untuk menjalin relasi dengan customer.
Meytha Rhadityas Tiaranita, Marketing & COE Support Manager PT Zoetis Animalhealth Indonesia pun mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya seluruh customer. “Bertemu dengan customer-customer kita disini tentunya membuat kita bahagia,” ungkapnya. Ia mengharapkan, melalui pameran ini customer dapat lebih mengenal Zoetis sehingga bisa terjalin kerja sama yang baik antara Zoetis dan customer, memberikan pelayanan terbaik bagi customer, hingga membantu customer untuk lebih efisien dalam produksi peternakannya.
Senada dengan konsep modern yang mendominasi stan Zoetis menunjukkan perannya sebagai perusahaan yang terdepan dalam hal teknologi. “Tagline kami health bird starts here, artinya mulai dari telur kita sudah menciptakan vaksin in ovo, di hatchery pun kita punya mesin robotic. Dalam hal ini, di Indonesia belum banyak pemainnya dan Zoetis berusaha menjadi yang terdepan dalam segala bidang,” ujar Betty Yuriko, DVM, Senior Technical Manager PT Zoetis Animalhealth Indonesia.
Zoetis berkontribusi dalam perkembangan teknologi terkini khususnya di industri perunggasan, seperti vaksinasi dini di embrio dengan hadirnya mesin Embrex® dan otomatisasi di hatchery dengan menggunakan sistem robotic melalui produknya yakni KL Automation.
Teknologi pada Embrex® yang dikembangkan oleh Zoetis memiliki tingkat akurasi tinggi untuk membantu memastikan anak ayam terlindungi dari tantangan penyakit. Sistem ini juga dapat dikombinasikan dengan sistem Inovoject® Vaccine Saver® dan Egg Remover® untuk memberikan cost saving yang lebih besar dan performa ayam yang lebih baik.
Di samping itu, Zoetis juga telah memberikan perhatiannya terhadap Hatchery automation atau otomatisasi di hatchery, khususnya pada area Transfer, Pullchick dan Chick Room. Teknologi unik robotic pada produk KL Automation memperkuat kinerja di hatchery dan membawa solusi yang efektif bagi industri makanan, untuk kesehatan dan keamanan para pekerja yang lebih baik, keamanan produk, animal welfare, serta mendapatkan keuntungan besar dari segi produktivitas dan dari sisi ekonomi. Pengunjung dapat mencoba Virtual Reality (VR) yang tersedia di stan Zoetis untuk merasakan pengalaman di dalam hatchery.
Dari sisi teknologi, tidak hanya di industri perunggasan, Zoetis juga memenuhi kebutuhan untuk hewan besar (ruminansia), swine, dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Misalnya, Zoetis memiliki alat untuk pendeteksi golongan darah untuk kucing. “Zoetis ingin dikenal sebagai perusahaan yang terdepan dari segi teknologi, kita memiliki visi yang futuristis yang tertuju ke masa depan. Kita ingin merubah mindset pelaku industri ini untuk lebih efisien dan modern,” tutur Betty.
Solusi atasi penyakit post-AGP
Pada awal tahun 2018, pemerintah telah menetapkan regulasi mengenai pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP). “Zoetis memberikan dukungannya dengan melakukan pendampingan bagi customer pasca pelarangan AGP. Untuk imunitas kita concern untuk memberikan solusi terhadap penyakit imunosupresi seperti Gumboro, Reo-virus, dan Marek yang bisa menyebabkan kualitas day old chick (DOC) kurang baik sehingga pertumbuhannya tidak optimal,” lanjut Betty.
Zoetis mengadakan 2 seminar selama pameran Indo Livestock 2018 berlangsung. Seminar pada hari pertama penyelenggaraan Indo Livestock (4/7) menghadirkan pembahasan mengenai problem lapangan pada broiler modern di era pasca non-AGP oleh Tony Unandar sebagai konsultan ahli perunggasan.
Zoetis juga menyelenggarakan sejumlah technical seminar selama pameran berlangsung.
Menurut Tony, pembahasan tentang penyakit yang berpotensi muncul pasca pelarangan AGP, antara lain Koksidiosis, NE, dan penyakit pernapasan atau CCRD. Dalam pemaparannya, Tony menjelaskan bahwa di era AGP-free, masalah pencernaan dan pernapasan meningkat secara signifikan, khususnya di peternakan dengan biosekuriti yang buruk. “Coccidiasis dan clostridiasis adalah masalah pencernaan yang paling umum, Kasus lain akan muncul di sisi lain CCRD untuk masalah pernapasan. Adaptasi praktik manajemen peternakan yang baru diperlukan untuk mengatasi semua masalah tersebut,” papar Tony.
Pada sesi berikutnya, Maria I. M. Singgih, Technical Manager PT Zoetis Animalhealth Indonesia memaparkan solusi yang disediakan oleh Zoetis untuk mengatasi ketiga penyakit tersebut. Anti-koksi ionofor Cygro Avatec, antikoksi chemical syntethic Cycostat dan Decox. Untuk penanganan NE, menggunakan antibiotik dengan BMD GRANULATED 10% (melalui pakan) dan BMD Soluble 50% (melalui air minum). BMD mengandung Bacitracin, Polypeptide group (large particle), Methylene disalicylic acid, dan Fruit granulated sugar yang masing-masing memiliki manfaat dan saling bersinergi untuk mempercepat proses penyembuhan NE. Produk lainnya yaitu Lincomix 110 Medicated untuk NE merupakan produk Zoetis yang terbukti dapat mengatasi kasus NE dengan pemberian selama 7 hari dengan dosis terapi.
Untuk mengoptimalkan kesehatan usus dan mengendalikan Koksidiosis, Zoetis telah memiliki program Rotecc™ Coccidiosis Management. Dengan manajemen terpadu ini, ayam dapat mencapai performa terbaiknya meski AGP telah dihapuskan.
Pada seminar di hari kedua (5/7), Zoetis kembali menghadirkan Tony Unandar sebagai narasumber untuk membahas dampak tantangan virus Reo atau Reo-virus terhadap kualitas DOC pasca non-AGP. Virus Reo pada broiler dan layer berkontribusi terhadap meningkatnya mortalitas, viral arthritis, kehilangan performa secara keseluruhan, hingga feed conversion ratio (FCR) yang berkurang.
Kondisi post-AGP menyebabkan gangguan keseimbangan mikroflora, seperti Clostridia (NE), Reo-virus (Helicopter syndrom, Runting Stunting Syndrome (RSS) dan Mal Absorbtion Syndrom (MAS), Pale Bird Syndrom (PBS), Adenovirus (Hydropericardium, RSS & MAS, Femoral Head Necrosis/FHN), hingga Enterovirus (Spiking Mortality Syndrom/SMS, RSS & MAS).
Zoetis memiliki total solution untuk proteksi terhadap Reo-virus, yaitu V.A. ChickVac, Tri-Reo, dan Pro Vac 4. Vaksin ini membantu mencegah penyakit dan melindungi flok, memberikan perlindungan yang signifikan terhadap Reo-virus.