Oleh: Prof. Dr. Ir. Ismoyowati, S.Pt, M.P*
Telur memiliki zat bioaktif yang terdapat pada kuning dan putih telurnya. Komponen bioaktif yang diturunkan dari telur diantaranya ovalbumin, ovomusin, ovotransferin, lisozim, sistatin, IgY, dan turunan asam sialat. Zat bioaktif tersebut memiliki aktivitas antivirus yang efektif, khususnya terhadap virus gasteroenterik. Aktivitas biologi lainnya yaitu untuk mengendalikan mikroorganisme dengan berperan sebagai antimikroba untuk makanan. Aktivitas tersebut terdapat pada ovomucoid. Pada aspek nutrisi, ovotransferin memiliki fungsi yang mirip dengan laktoferin dalam susu, keduanya memiliki fungsi menangkap dan mensuplai zat besi. Aktivitas biologi protein putih telur dan peptide turunan lainnya terdapat pada Tabel 1.
Tabel 1. Aktivitas biologi protein putih telur dan peptide turunannya
Protein |
Aktivitas biologi |
Referensi |
||
Ovalbumin |
Antioksidan |
Huang et al. (2012) |
||
|
|
Antimikroba |
Pellegrini et al. (2004) |
||
|
|
Antikanker |
Fan et al. (2003); Goldberg et al. (2003); He et al. (2003); |
||
|
|
Immunomodulator |
Rupa et al. (2015); Vidovic et al. (2002) |
||
Ovotransferin |
Antioksidan |
Kim et al. (2012) |
||
|
|
Antihipertensif |
Majumder and Wu (2010, 2011) |
||
|
|
Antimikroba |
Moon et al.(2012) |
||
|
|
Antikanker |
|
||
|
|
Immunomodulator |
Huang et al. (2010); Lee et al. (2018); Majumder et al. (2013); |
||
Lysozyme |
Antihipertensif |
Yoshii et al. (2001) |
||
|
|
Antimikroba |
Mine et al. (2004); Pellegrini et al. (2000) |
||
|
|
Antikanker |
Mahanta et al. (2015) |
||
|
|
Immunomodulator |
Ha et al. (2013) |
||
Cystatine |
Antimikroba |
Blankenvoorde et al. (1996) |
||
|
|
Antikanker |
Cegnar et al. (2004);Saleh et al. (2003) |
||
|
|
Immunomodulator |
Kato et al. (2000) |
||
Avidin |
Antimikroba |
Korpela et al. (1984) |
||
|
|
Antikanker |
Corti et al. (1998); Gasparri et al. (1999) |
||
Ovomucin |
Antimikroba |
Kobayashi et al. (2004) |
||
|
|
Antikanker |
Oguro et al. (2000) |
||
|
|
Immunomodulator |
Sun et al. (2016) |
Pada kuning telur, salah satu protein terpentingnya yaitu phosvitin. Protein ini memiliki asam amino yang yang unik yaitu lebih dari 55% asam amino adalah residu serin dan sebagian besar adalah monoesterifikasi dengan asam fosfat (Zhu et al. 2007). Struktur primer dari protein ini juga menjadikannya salah satu agen pengikat logam terkuat dengan ion logam bermuatan positif, yaitu Fe (II), Fe (III), Co (II), Mn (II), Ca (II) dan Mg (II), atau dengan kata lain menunjukkan adanya khelasi. Hal tersebut menunjukan phosvitin memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan tahan terhadap enzim proteolitik (Mine and Kovacs-Nolan 2006). Beberapa aktivitas biologi dari protein kuning telur dan peptida turunannya terdapat pada Tabel 2.
Tabel 2. Aktivitas biologi protein kuning telur dan peptide turunannya
Protein |
Aktivitas Biologi |
Referensi |
Phosvitin |
Antioksidan |
Katayama et al. (2006); Sakanaka et al. (2004); Xu et al. (2007) |
|
|
Khelasi logam berat |
Castellani et al. (2004) |
|
|
Antimikroba |
Khan et al. (2000); Ma et al. (2013) |
|
|
Antikanker |
Moon et al. (2014) |
|
|
Immunomodulator |
Hu et al. (2013); Lee et al. (2017b); Ma et al. (2013); Xu et al. (2012) |
IgY |
Antikanker |
Amirijavid and Hashemi (2015); Amirijavid et al. (2014) |
|
|
Immunomodulator |
Li et al. (2016) |
Livetin |
Immunomodulator |
Meram dan Wu (2017) |










