POULTRYINDONESIA, Jakarta – Forum Media Peternakan (FORMAT) menyelenggarakan Halalbihalal virtual bersama Asosiasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (23/6).
Dalam Halalbihalal tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita, menyampaikan bahwa ada hal penting yang ingin disampaikan di era kenormalan baru ini yakni bagaimana kita (pemerintah) bisa membantu para peternak agar tidak mengalami kesulitan.
“Kami juga merasakan ada beberapa kendala yakni biaya produksi yang masih tinggi, akan tetapi kami akan terus bekerja melayani masyarakat peternakan,” jelasnya.
Ketut dalam sambutannya juga berpesan bahwa untuk menghadapi pandemi diperlukan sikap bekerja sepenuh hati untuk menjawab tantangan di industri peternakan.
Sementara itu, menurut Don P. Utoyo, Ketua FMPI, mengatakan sejak zaman republik, bisnis perunggasan telah mampu memenuhi kebutuhan pangan negara Indonesia, hanya saja perlu berpikir bagaimana agar masalah produksi (supply) dan permintaan (demand) bisa seimbang.
Baca Juga: Industri Pakan Menghadapi Tantangan Serius di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pernyataan itu juga serupa dengan pendapat Achmad Dawami, Ketua Umum GPPU, bahwasanya industri perunggasan di Indonesia selama ini lebih menitikberatkan pada produksi hingga lupa cara meningkatkan permintaan/konsumsi (demand).
“Sejatinya industri peternakan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga bagaimana kecerdasan sebuah bangsa akan tercapai jika permintaan terhadap konsumsi protein hewani masih rendah,” ujar Dawami.
Adapun masukan dari Desianto B. Utomo, Ketua Umum GPMT, dalam menyikapi pandemi di era kenormalan baru diperlukan perubahan pola produksi dan pemasaran yakni melakukan pemasaran secara online.
Pendapat tersebut juga didukung dengan pernyataan Ketua Umum GOPAN, Herry Dermawan. Menurutnya, diperlukan teknologi untuk meningkatkan efisiensi bisnis perunggasan di era kenormalan baru.










