Penerapan biosekuriti pada suatu farm
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pengendalian penyakit merupakan salah satu faktor yang menetukan keberhasilan proses budi daya ayam, yang apabila tidak ditangani dengan baik akan berdampak negatif. Cara efektif untuk mengantisipasinya adalah dengan menerapkan biosekurti dan vaksinasi yang tepat.
Narasi tersebut mencuat saat acara Webinar Indonesia Livestock Club (ILC) Edisi ke-5 dengan tema “Biosekuriti dan Vaksinasi Tepat : Ayam Sehat dan Produktif.” Acara ini terselenggara atas kerja sama antara Majalah Poultry Indonesia, Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI) dan Indonesia Livestock Alliance (ILA) melalui aplikasi virtual Zoom, Rabu (22/7).
Andang S Indartono, Koordinator BPPI dalam sambutannya menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting yang mendukung kesuksesan biosekuriti dan vaksinasi dalam proses budi daya. “Edukasi terhadap pentingnya penerapan biosekuriti untuk mendukung suksesnya program vaksinasi perlu diberikan kepada operator suatu unit peternakan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama Prof. Michael Hariyadi Wibowo, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM membawakan materi terkait konsep biosekuriti dan vaksinasi pada unggas. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan biosekuriti adalah perencanaan, struktur bangunan dan manajerialnya.
Baca Juga: Penerapan Biosekuriti Saat Pandemi
Untuk strategi vaksinasi dirinya menyarankan peternak agar bisa mengenali karakteristik dan jenis penyakit, faktor hospes target vaksin, jenis vaksin, keterampilan operator serta evaluasi monitoring program vaksin.
Lebih lanjut pembicara kedua, drh. Ayatullah M Natsir yang merupakan Technical and Marketing Manager PT Ceva Animal Health Indonesia menyampaikan materi terkait kiat sukses vaksinasi dalam budi daya ayam.
Ayatullah berujar bahwa epidemologi penyakit di kandang dan area masing-masing merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program vaksinasi. “Penting untuk peternak mengetahui kasus penyakit yang marak terjadi di area kandang masing-masing,” ujarnya.
Pada webinar yang diikuti sekitar 200 lebih peserta ini, turut hadir Kusno Waluyo S.Pt., MM, seorang peternak layer dari daerah Lampung yang berbicara berdasarkan kacamata seorang praktisi. Dalam sesi ini Kusno memaparkan materi terkait pengalaman dan manfaat biosekuriti untuk kesehatan dan performa ayam.
Dirinya mengungkapkan untuk menjalankan biosekuriti dengan baik diperlukan peran aktif dari pemilik atau manajer dari kandang tersebut. “Yang terpenting adalah bagaimana budaya biosekuriti tersebut berlangsung dalam area kandang,” tandasnya.