Pelepasan ekspor PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, (CPI) ini menjadi taring CPI sebagai perusahaan perunggasan yang mampu melakukan ekspor. Setelah ekspor pertama kalinya pada tahun 2017 ke Papua Nugini sebanyak satu kontainer. Perkembangan permintaan ekspor terus meningkat. Dalam rentan waktu tiga tahun, Charoen Pokphand Indonesia menggenapkan sebanyak 200 kontainer produk yang telah di ekspor.
“Saat itu, lilin kecil baru menyala dan terus diupayakan menyala secara konsisten, dan pada hari ini lilin kecil tersebut berubah menjadi obor untuk terus menyala dan berkobar menjadi obor besar,” ungkap T Hadi Gunawan selaku Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia dalam sabutan pelepasan ekspor produk Charoen Pokphand Indonesia pada hari minggu, (24/11) berlokasi di Kantor Pusat PT Charoen Pokphand Indonesia, Ancol- Jakarta Utara.
Ia berharap bahwa PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, akan terus berkembang dan tidak hanya ekspor ke tiga negara seperti Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Papua Nugini dan Jepang yang telah menjadi langganan dan selalu repeat order produk-produk CPI. “Dengan dukungan pemerintah dan stakeholder penyebaran produk- produk Indonesia ini akan diperluas ke berbagai negara lainnya. Sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia dan menambah devisa negara,” ucap Hadi.
Prosesi menyalakan sirine sebagai tanda pelepasan ekspor 16 Kontainer
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo turut hadir pada pelepasan ekspor kali ini. Ia mengatakan bahwa ekspor produk- produk Indonesia ke berbagai negara ini merupakan hal yang membanggakan. PT Charoen Pokphand Indonesia telah berhasil membuktikan bahwa produk Indonesia bisa diterima oleh negara lainnya. “Hal ini yang selalu diminta oleh Bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo. Kita jangan terlalu banyak bicara mengenai impor lagi, sudah saatnya kita bicara ekspor, dan pada awal pemerintahan saya di Kementerian Pertanian ternyata CPI bisa membuktikannya. Rasa terima kasih karena CPI sudah membantu mewujudkan harapan kita semua,” ucapnya.
Genapkan Ekspor 200 kontainer selama 2017 hingga 2019
Syahrul Yasin Limpo melepas sebanyak 16 kontainer produk olahan ayam, griller dan pakan ayam dikirim ke RDTL dan Jepang. Melalui pengiriman ini PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memiliki nilai 2,5 miliar rupiah. Sebuah prestasi bagi CPI karena pertumbuhan ekspor sangat tinggi. Di tahun 2018, CPI berhasil memasuki pasar RDTL dan Jepang, tercatat tiga kontainer produk olahan dan griller ayam, 20 kontainer pakan ayam dan 82.000 ekor anak ayam umur sehari (DOC) dikirim ke RDTL dan tiga kontainer olahan ayam ke Jepang. Pertumbuhan permintaan ekspor DOC sepanjang 2018 – 2019 ini sebanyak 98% dan meningkat 736% kontainer atau 492% dalam USD.
Pada tahun 2020, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, menargetkan akan mengekspor 431 kontainer produknya ke tiga negara yang sudah bekerjasama. Tidak hanya itu, Charoen Pokphand juga menargetkan untuk merambah pasar negara baru seperti Singapura, Hong Kong, Timur Tengah, dan negara lainnya. Hal ini selaras dengan visi besar Presiden Joko Widodo yang senantiasa menekankan pentingnya sebuah investasi dan ekspor agar perekonomian negara tumbuh dengan baik. Hadi mengungkapkan “Hal ini sesuai filosofi founder kami, keberadaan CPI harus bisa bermanfaat bagi masyarakat, negara, dan industri peternakan di Indonesia,” tuturnya.
Kembangkan Inovasi Mobile Corn Dryer
Sebuah inovasi saat ini sedang dikembangkan oleh Tim Engineering Charoen Pokphand Indonesia. Prototype Mobile Corn Dryer (MCD) atau pengering jagung telah dikembangkan. Sejak Agustus 2018, Prototype MCD telah diuji coba di Lampung bersama petani KTNA. “Prototype MCD telah kami kembangkan dari seri 2.1 dan hingga saat ini telah memasuki seri 2.5. Kami berharap dengan berjalannya waktu, unit MCD ini dapat terus berkembang dan mengikuti perkembangan Industri 4.0. Inovasi ini adalah murni karya anak bangsa, MCD ini akan didedikasikan untuk pemerintah dan akan diperbanyak untuk membantu para petani jagung di Indonesia,” tambah Hadi.
Syahrul Yasin Limpo mendapatkan penjelasan mengenai Mobile Corn Dryer oleh Tim Engineering CPI
Pada kesempatan ini Syahrul Yasin Limpo meninjau langsung Prototype Mobile Corn Dryer didampingi T Hadi Gunawan dan Ignatius Chandra selaku General Manager Engineering CPI.
Mobile Corn Dryer ini dapat membantu para petani untuk memudahkan dalam pasca panen produk jagungnya. MCD dapat mengeringkan satu ton jagung dalam waktu satu jam,” ujar Ignatius. MCD seri 2.5 ini lebih efisien dan memiliki bentuk semakin kecil dan ringan serta bahan bakar yang lebih hemat dibandingkan dengan seri sebelumnya. Harapannya dengan adanya prototype MCD ini dapat membantu pendapatan para petani jagung agar lebih baik.
Potensi Ekspor Indonesia
Foto bersama jajaran Direksi Charoen Pokphand Indonesia, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Indonesia memiliki potensi yang dibutuhkan oleh negara lain. Kondisi iklim Indonesia pun mendukung untuk ditumbuhi tanaman pakan yang dapat diberikan kepada ternak. Hal ini tentu menjadi prospek hulu ke hilir yang dapat dikembangkan oleh berbagai produk pertanian dan peternakan di Indonesia. Syahrul Yasin Limpo menegaskan, “Potensi pertanian dan peternakan di Indonesia memiliki nilai miliaran rupiah dan kita terus berupaya untuk ekspor. Bukan masalah angka, namun ternyata hari ini kita bisa yakinkan diri kita bahwa ekspor bukan sesuatu yang sulit atau tidak punya peluang. Kita bisa melakukan ekspor,” tegasnya.
“Hari ini kita dapat buktikan bahwa produk olahan Indonesia bisa ke Jepang, bahkan berbagai hal yang terkait dengan unggas bisa menerobos beberapa negara. Saya yakin jika kita serius dan fokus maka saya kira ini akan menjadi sesuatu yang bermakna bagi kepentingan rakyat Indonesia,” ucap Syahrul di sela- sela pelepasan ekspor.
Suasana Press Conference Ekspor 200 Charoen Pokphand Indonesia
Ia pun menambahkan, “Negara kita merupakan negara besar. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk ekspor. Jika konsisten oleh semua pihak yang memiliki kekuatan seperti Charoen Pokphan Indonesia akan lebih banyak lagi komoditas yang bisa di ekspor. Kita semua bersama saling bekerjasama dan saling mendukung. Jangan lagi membahas impor, kita bicara ekspor yang lebih baik,” tutupnya. Adv