Itik yang dipelihara di kandang
Oleh: Dr. Ir. Noferdiman, M.P1), Lisna, S.Pi, M.Si1), dan Ir. Yusma Damayanti, M.Si2) 
Penurunan bobot karkas itik ditujukan dengan semakin tingginya penggunaan Azolla pada ransum. Tingkat penggunaan Azolla sampai dengan 10% tidak memberikan pengaruh negatif pada bobot karkas itik. Penambahan enzim selulase E-0,10 dalam ransum dapat memperbaiki bobot karkas itik, yang ditunjukkan pada bobot karkas mutlak Azolla dan enzim yang lebih tinggi dibandingkan dengan hanya diberikan Azolla saja. Rataan bobot karkas mutlak dan karkas relatif terdapat pada Tabel 2.
Tabel 2. Rataan Bobot Karkas Mutlak (g/ekor) dan Karkas Relatif (%)
Peubah
Enzim(%)
Tingkat Penggunaan Azolla (%)
Rataan
A-0
A-10
A-20
Karkas Mutlak (g/ekor)
E-0,00
E-0,10
Rataan
800,48
931,22
865,85
779,93
907,90
843,91
724,86
898,67
790,88
768,42
898,67
Karkas Relatif (%)
E-0,00
E-0,10
Rataan
69,88
71,68
70,78
69,99
74,12
72,06
71,19
72,34
71,77
71,19
72,34
Persentase karkas relatif merupakan perbandingan bobot karkas degan bobot akhir itik atau bobot potong. Apabila bobot potong yang besar diikuti dengan bobot karkas yang besar, maka persentase karkas akan tinggi, begitu pula pada bobot karkas yang kecil maka akan menghasilkan persentase karkas relatif yang rendah pula. Menurut Kardaya dan Ulupi (2005), bobot karkas dipengaruhi oleh bobot badan akhir dan perlemakan tubuh pada waktu mencapai kondisi dipasarkan.
Baca Juga: Potensi Produksi Tinggi, Pakan Itik Menjadi Hal yang Penting
Nilai ekonomis : Income Over Feed and Duck Cost (IOFDC)
Rataan nilai IOFDC cenderung menurun dengan semakin tinggi tingkat penggunaan Azolla dalam ransum. Harga ransum yang mengandung Azolla relatif lebih murah dibandingkan A-0 yaitu tanpa Azolla dan nilai IOFDC-nya semakin menurun pada tiap level pemberian Azolla. Hal yang sama terjadi pada penambahan enzim, namun nilai IOFDC-nya lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang hanya diberikan Azolla saja. Nilai IOFDC tertinggi terdapat pada E1A0 atau hanya dengan penambahan enzim 0,10% tanpa penambahan Azolla. Hasil nilai ekonomis : income over feed and duck cost (IOFDC) terdapat pada Tabel 3.
Tabel 3. Nilai ekonomis : income over feed and duck cost (IOFDC)
Uraian
E0A0
E0A10
EOA20
E1A0
E1A10
E1A20
Harga DOD (Rp/ekor)
8000
8000
8000
8000
8000
8000
Harga Ransum (Rp/kg)
7500
7000
6500
8000
7500
7000
Rataan konsumsi Ransum (kg/ekor)
4
4,18
4,057
3,696
3,76
3,774
Biaya konsumsi ransum (Rp)
29670
29260
26370,5
29568
28200
26418
Biaya konsumsi Ransum (Rp) + DOD (Rp)
37670
37260
34370,5
37568
36200
34418
Rataan bobot hidup (kg/ekor)
1,146
1,115
1,021
1,298
1,228
1,185
Harga itik per kg (Rp/kg)
40000
40000
40000
40000
40000
40000
Hasil penjualan (Rp/ekor)
45840
44600
40840
51920
49120
47400
Nilai IOFDC (Rp/kg)
8170
7340
6469,5
14352
12920
12982
Nilai IOFDC dapat mengetahui efisiensi penggunaan ransum secara ekonomis, selain memperhitungkan bobot badan akhir yang dihasilkan, juga harga ransum yang dikonsumsi. Nilai IOFDC diperoleh dari hasil penjualan produksi dikurangi biaya ransum untuk menghasilkan produksi, termasuk di dalamnya biaya bibit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan enzim selulase sebanyak 0,10 % dalam ransum dapat meningkatkan penampilan dan nilai ekonomis itik lokal kerinci dan penggunaan Azolla hingga 20% tidak mengganggu penampilan produksinya. 1)Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jambi, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi
 Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2020 dengan judul ”Penggunaan Azolla dan Enzim Selulase Mampu Meningkatkan Performa Itik Kerinci”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153