Potongan paha dan dada daging ayam
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi tentu tidak akan lepas dari adanya ketersediaan pangan terutama pangan dengan sumber protein hewani yang tinggi. Selain itu protein hewani juga berperan penting dalam peberantasan stunting atau gagal tumbuh di Indonesia.
Dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang ke-40 yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober, BPPI dan Poultry Indonesia melalui Indonesia Livestock Club menggelar Webinar yang ke-12 dengan tema “Menghasilkan Pangan Protein Hewani yang Aman, Halal, dan Bergizi”, Sabtu (17/10).
Dra. Dewi Prawitasari, Apt, M.Kes selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM yang merupakan narasumber dari webinar tersebut mengatakan untuk menciptakan makanan yang sehat terdapat lima poin yang harus dilakukan.
Pertama adalah ‘ensure it’s safe‘ artinya pemerintah harus memastikan pangan aman dan bergizi untuk semua. Kedua ‘grow it safe‘ yakni penerapan good practices oleh produsen produk pertanian dan pangan. Ketiga ‘keep it safe‘, artinya pelaku usaha harus memastikan produk pangan tetap aman.
Keempat ‘eat it safe‘ yang artinya semua konsumen berhak atas pangan aman, sehat, dan bergizi, dan yang terakhir ‘team up for safety‘ yaitu keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama.
Dewi menambahkan memang pangan olahan yang berasal dari hewan ini merupakan pangan yang memiliki gizi yang tinggi. Oleh karena itu pangan yang baik tentu salah satunya harus memiliki izin edar dan dengan memiliki izin edar ada banyak manfaat yang bisa didapatkan.
“Dengan memiliki izin edar, maka produk beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Produk juga memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi. Dengan mendapatkan izin edar para produsen bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan daya saing pun juga akan meningkat,” ucap Dewi.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, selaku Guru Besar FEMA IPB yang juga merupakan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia yang turut hadir sebagai narasumber tersebut dalam, menuturkan bahwa mewujudkan pangan yang aman dan halal, maka strategi untuk mengoptimalkan manfaat telur, daging dan susu perlu memerhatikan 5J yaitu Jenis makanannya, Jumlah makanan yang dikonsumsi, Jadwal konsumsi yang tepat, Jurus mengolahnya, dan Jurus mengonsumsinya.
Baca Juga: Sambut Hari Pangan Sedunia ILC Bahas Kemandirian Protein Hewani
“Pangan hasil ternak baik telur, daging dan susu itu merupakan karunia dari Tuhan yang diciptakan untuk kita konsumsi. Sifat pangan yang aman dan halal seyogianya sebagai prasyarat untuk memperoleh makanan yang bergizi dan sehat. Hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi jenis pangan apapun bila kekurangan atau berlebihan tidak baik untuk kesehatan,” ucap Hardinsyah.
Senada dengan narasumber yang lain, Ir. H. Eddy Wahyudin, MBA yang merupakan Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia mengatakan untuk menghasilkan produk hasil ternak yang aman dan bergizi terdapat tiga tahap yang harus diperhatikan.
Pertama tahap pemeliharaan yaitu dengan good farming practices atau cara pemeliharaan yang baik. Kedua tahap pemotongan yaitu selama proses ini yang wajib dilakukan adalah perlu menghindari hal-hal yang bisa membuat ternak stres dan bisa menimbulkan luka.
“Sedangkan tahap ketiga adalah tahap penyimpanan produk. Tahap ini bertujuan untuk menonaktifkan mikroba dalam produk khususnya yang berpotensi menimbulkan kerusakan,” jelasnya.
Tidak hanya dari sisi produk pangan siap olah saja yang diperhatikan. Sumber pangan pada fase budi daya juga mutlak diperhatikan. drh. Agus Prastowo, yang merupakan Technical Manager PT Elanco Animal Health Indonesia membahas tentang pentingnya pengendalian Salmonella sp untuk menghasilkan produk unggas yang aman dan sehat.
Agus mengatakan Salmonella sp ini memang masih menjadi momok untuk peternakan di Indonesia, oleh karena itu hal paling tepat yang harus dilakukan adalah dengan mengendalikannya sedini mungkin. Menurutnya, dengan menciptakan kondisi lingkungan yang baik di kandang serta memerhatikan kebersihan tempat pakan dan minum maka Salmonella bisa dikendalikan.
“Setelah manajemen pemeliharaan sudah kita lakukan dengan baik pemberian probiotik, prebiotik juga acidifier perlu kita berikan untuk memberikan kekebalan yang baik untuk ternak, serta jangan lupa juga untuk memerhatikan program vaksinasi,” ujarnya.