SYL memberikan arahan pada acara ekspor PT Malindo ke Jepang
POULTRYINDONESIA, Cikarang – Indonesia kembali melakukan ekspor produk daging ayam olahan ke Jepang sebanyak 6 ton di tengah pandemi COVID-19. Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa ekspor produk peternakan ke Jepang, membuktikan standar kualitas produk peternakan Indonesia diakui dunia.
“Kami mengapresiasi kepada PT Malindo Food Delight yang telah mampu membaca peluang dunia usaha secara global, dengan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar ekspor,” ungkap SYL saat melepas ekspor perdana Produk Daging Ayam Olahan, Selasa (1/9).
SYL mengajak semua elemen untuk terus mendorong terus Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS) dengan membuka peluang ekspor bagi peternak-peternak Indonesia dengan terus berupaya mengkonsolidasikan kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, dan pelaku yang bergerak di sektor pertanian dari hulu hingga hilir agar bersatu dalam menyediakan pangan.
Baca Juga: Charoen Pokphand Indonesia Targetkan Jangkauan Ekspor Lebih Luas
“Kondisi ini, harus mampu memacu semangat anak bangsa untuk produktif dan menjadikan komoditas pertanian Indonesia unggul dalam mengisi pasar dalam dan luar negeri,’’ ungkapnya.
SYL mengatakan lompatan ekspor komoditas peternakan Indonesia hingga saat ini telah mampu menembus pasar internasional, yakni seperti daging ayam olahan, Day Old Chick (DOC), Hatching Egg (HE), sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, daging wagyu, produk susu olahan, ternak babi, kambing dan domba hidup sampai ke produk larva kering (Black Soldier Fly) ke berbagai negara seperti Jepang, Myanmar, PNG, Timor-Leste, Malaysia, Inggris, Australia, Benin, Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Singapura, Korea, Vietnam, Perancis, dan lain-lain, hingga totalnya mencapai 97 negara di dunia.
“Kita terus berupaya mengidentifikasi negara tujuan baru atau produk yang diinginkan oleh negara lain kemudian kembangkan dengan memerhatikan mutu dan keberlanjutan pasokan,” ungkapnya.