Tumpukan pakan dalam gudang pakan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Industri pakan ternak merupakan salah satu industri strategis dan vital. Hal tersebut karena hasil ternak merupakan sumber pangan bagi rakyat Indonesia.
Melihat besarnya peran industri pakan ternak di dalam perekonomian nasional, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) menggelar webinar bertemakan “Peluang dan Tantangan Industri Pakan Ternak” melalui aplikasi Zoom, Selasa (22/9)
Ketua Umum GPMT, Desianto Budi Utomo menyampaikan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya webinar tersebut adalah untuk menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh stakeholder, terkait dengan masalah perizinan pemerintah, khususnya untuk beberapa jenis bahan pakan impor.
Webinar tersebut juga membahas terkait peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh industri pakan nasional di masa pandemi dan era baru. Desianto juga berharap di era pandemi yang serba berat ini, pemerintah dapat memberlakukan relaksasi berbagai aturan demi memperpendek birokrasi serta deregulasi dengan mengeluarkan kebijakan yang lebih kondusif agar industri mampu bertahan.
Dalam kesempatan yang sama, Fadjar Sumping Tjatur Rassa, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan menjelaskan bahwa peluang dan tantangan ke depan yang dihadapi oleh industri pakan kian bervariasi.
Peningkatan penduduk, peningkatan kebutuhan protein hewani, peningkatan populasi unggas serta tumbuhnya kesempatan ekspor pakan menjadi peluang yang menanti. Akan tetapi persoalan beberapa komponen bahan pakan masih impor, ketersedian dan kualitas bahan pakan lokal belum terjamin, serta kompetisi yang kuat antara pangan, pakan dan energi menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
“Untuk itu, arah kebijakan pakan nasional ke depan mengacu kepada dua hal yakni feed security dan feed safety dengan menjamin ketersedian pakan baik unggas dan ruminansia serta meningkatan jaminan mutu dan keamanan pakan yang diproduksi dan diedarkan, ” tegasnya.
Sementara itu, narasumber lain di dalam webinar tersebut yakni Supriadi yang merupakan Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Kemenperin, menjelaskan bahwa COVID-19 berdampak nyata terhadap industri pakan tanah air.
Baca Juga: GPMT Soroti Perkembangan Regulasi Pakan
Hal tersebut menyebabkan menurunnya utilisasi industri akibat berkurangnya permintaan pakan serta meningkatnya harga bahan pakan asal impor karena depresiasi nilai tukar rupiah.
“Untuk menghadapi ini pemerintah tengah mengeluarkan stimulus dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Untuk industri pakan terdapat rencana stimulus bea masuk yang ditanggung pemerintah atas impor bahan dan barang produksi industri dalam negeri,” ujarnya.
Menanggapi masalah impor di bidang peternakan, I Gusti Ketut Astawa, Direktur Impor, Kemendag menyarankan untuk seluruh stakeholder dapat kompak dan bersama dalam mengahadapi peluang serta tantangan industri pakan.
Pada prinsipnya pemerintah akan terus melindungi Indonesia dari gempuran produk luar imbas kekalahan dari WTO, namun tak bisa dipungkiri hal itu bersifat sementara dan tidak bisa permanen. Untuk itu dijeda waktu ini perlu ada perbaikan di segala sisi, sehingga tidak hanya bertahan namun juga mampu menyerang.
“Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan sinergi antarinstansi dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Narasumber terakhir, Untung Basuki, Direktur Fasilitas Kepabeanan, Kemenkeu membawakan materi terkait Fasilitas Kepabeanan untuk Mendukung Industri Pakan Ternak.
Dalam materinya Basuki menyampaikan bahwa pada prinsipnya Indonesia tidak mengalami krisis ini sendirian, untuk itu negara ini harus bisa segera bangkit dan dapat mengambil momentum yang terjadi.
“Salah satu fokus fasilitas kepabeanan dalam kondisi COVID-19 ini adalah menjaga kelangsungan usaha industri termasuk pakan ternak melalui fasilitas fiskal dan fasilitas prosedural,” tandasnya.