Roundtable Kamar Dagang Indonesia bertajuk Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan, Menuju Indonesia Kuat dan Modern 2045
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin Indonesia mengelar roundtable mengenai ketahanan pangan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (27/2).
Acara yang bertemakan “Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan, Menuju Indonesia Kuat dan Modern 2045” ini, menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Dr. Ir. Agung Hendriadi (Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan), Franciscus Welirang (Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia), Dr. Bayu Krishnamurti (Dewan Pakar Kadin Indonesia), Prof. Dr. Bustanul Arifin (Asisten Menko Bidang Perekonomian RI), serta Sunarso (Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk).
Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia saat membuka acara tersebut, mengatakan bahwa ketahanan pangan memang menjadi hal yang potensial dan utama karena merupakan kebutuhan primer masyarakat Indonesia.

Adanya wabah penyakit Corona di Tiongkok, tentu keadaan ini memberikan dampak bagi ketahanan pangan dunia termasuk Indonesia, karena memang Indonesia masih membutuhkan beberapa sumber bahan pangan dari Tiongkok.

“Wabah penyakit Corona membuat ketahanan pangan kita tidak mudah. Ketahanan menjadi hal mutlak yang harus kita persiapkan jauh-jauh hari. Bagaimana pun, ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional, oleh karenanya dengan forum pagi ini harapannya kita bisa mengantisipasi dan mempersiapkan ketahanan pangan kita sampai di tahun 2045,” ucapnya.
Franciscus Welirang, selaku Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan, dalam paparannya menyebut sektor pertanian ini sebenarnya adalah sektor penting yang harus diprioritaskan dan diberi perhatian khusus. Mendekati hari Lebaran ini tentu ketersediaan bahan pangan harus tercukupi.
“Selain masalah ketersediaan, kita juga dihadapkan pada ancaman inflasi yang membuat harga semakin tinggi,” ujarnya.
Dalam forum tersebut kemudian disepakati beberapa hal, di antaranya semua stakeholders terkait diharapakan bisa membuat visi jangka panjang untuk kemajuan sektor pertanian ini; sentuhan teknologi digitalisasi juga diharapkan lebih banyak lagi berkembang di sektor pertanian; serta tata ruang yang benar diharapkan bisa sebagai dasar dari tercapainya ketahanan pangan.