Memasuki usianya yang ke-44 tahun, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) masih tetap konsisten mengawal perjalanan industri peternakan di tanah air. Sebagai perkumpulan produsen pakan ternak, GPMT juga berperan dalam membangun perekonomian nasional. Selain itu, melalui sepak terjangnya dalam memproduksi pakan ternak, secara tidak langsung GPMT juga berkontribusi dalam meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia.

Penerapan teknologi 4.0 baik di dalam sistem produksi maupun distribusinya, mampu membuat produksi pakan menjadi efisien sekaligus berdaya saing.

GPMT menyadari bahwa roda organisasi harus terus berjalan, dan regenerasi pengurus juga mutlak diperlukan. Berdasarkan kesadaran tersebut, GPMT kemudian menggelar Kongres GPMT ke-XIV yang digelar selama tiga hari sejak tanggal 12-14 Maret 2020 di The Singhasari Resort, Kota Batu, Jawa Timur.
Pembukaan Kongres
Ketua GPMT Komda Jawa Timur, Edi Suryanto, yang juga merupakan Ketua panitia Kongres GPMT ke-XIV, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kongres kali ini dihadiri sebanyak 85 anggota dari 91 total jumlah anggota, yang mana setiap anggota diwakili oleh dua peserta.
Edi mengatakan, kongres yang mengangkat tema “Memantapkan Peran GPMT sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Peternak, dan Pembudidaya dalam Era Industri 4.0” membawa harapan agar selama kongres nanti dapat menghasilkan sebuah gagasan-gagasan yang dapat mendorong GPMT untuk bisa semakin berperan dalam pembangunan nasional di masa mendatang.
“Terpilihnya Kota Batu sebagai lokasi kongres berdasarkan hasil keputusan rapat Badan Pengurus Pusat GPMT tanggal 6 November 2019 di Jakarta. Kongres kali ini untuk memilih kepengurusan masa bakti 2020-2024. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga acara kongres bisa berjalam lancar,” ujarnya.
Masih di lokasi yang sama, Desianto B. Utomo, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) periode 2016-2020, mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya selama ini, GPMT senantiasa aktif dalam menyikapi peraturan pemerintah maupun isu-isu terkini seputar industri peternakan dan perikanan.
Baca Juga: Desianto B. Utomo Kembali Pimpin GPMT
Selain itu, GPMT juga berpartisipasi aktif dalam program pemerintah seperti kampanye gizi secara berkesinambungan, yang tidak hanya dilakukan di Jabodetabek saja, melainkan juga dilakukan di banyak daerah yang diwakili oleh komisariat daerah.
Masih menurut Desianto, hidup matinya industri pakan ternak sangat tergantung dari pertumbuhan industri perunggasan. Pada faktanya, lebih dari 90 persen pakan yang diproduksi oleh pabrikan terserap oleh industri perunggasan khususnya budi daya ayam. Hal ini sejalan dengan peran perunggasan sebagai penyumbang terbesar protein hewani untuk masyarakat. “Sebesar 65 persen dari protein hewani yang dikonsumsi oleh masyarakat berasal dari perunggasan, khususnya telur dan daging ayam,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, Ditjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Enny Ratnaningtyas, mengapresiasi GPMT yang mengambil tema Industri 4.0. Enny berharap bahwa industri pakan ternak akan turut serta menerapkan industri 4.0 baik di dalam sistem produksi maupun distribusinya. Hal ini agar industri pakan ternak mampu efisien dalam produksi sekaligus mampu berdaya saing dengan produk global.
Industri pakan ternak yang termasuk dalam industri agro merupakan sektor penting yang menunjang sektor non migas, di mana pakan ternak mampu menyumbang 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) non migas. “Penerapan 4.0 akan mengakselerasi pertumbuhan industri dan menjadikan Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030,” ujarnya.
Hal lain disampaikan Mimid Abdul Hamid, Direktur Pakan dan Obat Ikan, Ditjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang juga hadir saat pembukaan kongres. Mimid menuturkan bahwa masih ada 18 produsen pakan ikan yang berlum bergabung dengan GPMT. Sejauh ini yang sudah bergabung baru 20 dari total produsen pakan ikan yang jumlahnya ada 38 produsen.
“Kami mendorong kepada GPMT untuk bisa mengajak teman-teman produsen pakan ikan yang belum bergabung. Hal ini penting untuk sinkronisasi data, koordinasi, dan juga terkait pemantauan kepatuhan terhadap aturan yang ada. Jika itu bisa dilakukan, sinergi antara pemerintah dengan GPMT tentu akan lebih mudah,” harapnya.
Senada dengan Enny, Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan mewakili Dirjen PKH, Kementerian Pertanian yang berhalangan hadir, sangat mengapresiasi GPMT yang mengambil tema tentang Industri 4.0. Menurutnya industri pakan sudah waktunya untuk melakukan percepatan usaha, dengan didukung oleh teknologi yang semakin canggih akhir-akhir ini.
Adanya wabah corona yang sedang melanda sekarang ini tidak dipungkiri akan berdampak pula pada tumbuh kembangnya industri pakan ternak, ada kecenderungan penurunan permintaan produk peternakan baik daging maupun telur untuk sejumlah hotel maupun katering, yang disebabkan oleh berkurangnya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.
“Oleh karena itu, saya berharap ada terobosan baru untuk membuka pasar domestik lebih luas lagi, mengingat rentang waktu wabah ini yang tidak bisa diprediksi kapan selesainya,” kata Fini Murfiani yang juga menjabat sebagai (Plt) Direktur Pakan, Ditjen PKH ini.
Fini juga mengapresiasi pabrik pakan ternak dalam penggunaan jagung lokal untuk produksi pakannya. Menurut data yang ia terima, ada sekitar 6,63 juta ton jagung lokal yang terserap atau setara dengan uang sebanyak 26 triliun rupiah pada tahun 2019 lalu. “Jumlah tersebut meningkat tajam bila dibandingkan sebelum adanya larangan impor jagung,” ujarnya sekaligus membuka secara resmi Kongres GPMT ke-XIV di The Singhasari Resort, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis malam (12/3).
Kongres Berjalan Lancar
Kongres pada hari kedua berjalan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan. Sebelum sidang komisi yang masing-masing membahas tentang organisasi, program kerja, dan isu-isu strategis, pembacaan laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus Pusat GPMT periode 2016-2020 menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh para peserta sidang.
Laporan pertanggungjawaban dibacakan oleh Desianto B Utomo selaku Ketua Umum GPMT. Selama pembacaan juga tidak ada sanggahan dari peserta, sehingga laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus Pusat GPMT periode 2016-2020 diterima secara bulat oleh seluruh peserta sidang.
Sidang pleno juga berjalan lancar tanpa ada hambatan berarti, bahkan saat memasuki sesi pemilihan ketua umum dan 4 ketua lainnya, sepenuhnya dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Desianto B Utomo yang merupakan ketua umum periode 2016-2020, terpilih kembali secara aklamasi pada Jum’at sore (13/3), untuk memimpin GPMT periode 2020-2024.
Kampanye Gizi
Sebagai perkumpulan perusahaan pakan ternak, GPMT senantiasa mengampanyekan pentingnya protein hewani asal unggas. Daging ayam dan telur merupakan pangan sumber protein hewani yang digemari oleh anak-anak Indonesia.
Baca Juga: Peduli Gizi Anak, GPMT Adakan Kampanye Gizi
Alik Suhariyani, S.Pd.,MM selaku Kasi Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, Jawa Timur, saat acara kampanye gizi, mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik program kampanye gizi yang diselenggarakan oleh GPMT. Menurutnya, dengan merebaknya virus corona di banyak negara termasuk Indonesia akhir-akhir ini, tentu menjaga kesehatan tubuh sangatlah penting. Salah satu cara agar tubuh tetap sehat adalah mengonsumsi daging ayam dan telur.
“Saat ini dinas sangat konsen pada masalah pola makan anak-anak terutama terkait sarapan. Selain makan makanan yang bergizi seperti daging ayam dan telur, sayuran pun juga perlu. Kalau badan sehat, penyakit juga tidak mudah masuk,” ucapnya.
Alik juga mengaku sangat senang karena ada pihak seperti GPMT yang peduli terhadap gizi anak-anak di Indonesia. “Ternak kita luar biasa, ini menjadi bagian yang sangat penting terhadap gizi anak-anak. Terima kasih atas kepeduliannya,” ujar Alik di halaman The Singhasari Resort, Sabtu (14/3).  Adv