Konsolidasi Nasional ISPI di Bogor
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, tak menghalangi Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) untuk melaksanakan konsolidasi nasional dengan seluruh cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Konsolidasi tersebut digelar dalam bentuk tatap muka di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Bogor, Jawa Barat sekaligus daring melalui aplikasi Zoom, Jumat (29/1).
Meskipun diselenggarakan secara tatap muka langsung, konsolidasi dilaksanakan dengan protokoler kesehatan yang ketat seperti mengurangi jumlah kapasitas ruangan, menjaga jarak, menggunakan masker dan face shield, serta senantiasa disediakan pembersih tangan (hand sanitizer) selama rapat berlangsung.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI), Didiek Purwanto, mengatakan bahwa sebagai organisasi profesi yang saat ini menjadi rumah besar bagi sekitar 35.000 sarjana peternakan, ISPI dalam mewujudkan peran nyatanya dalam pembangunan peternakan di Indonesia telah menjalin kerja sama aktif dan progresif dengan pemerintah, legislator, lembaga akademisi, pelaku industri peternakan, lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan, asosiasi dan organisasi profesi peternakan di dalam negeri maupun di luar negeri, lembaga penelitian, kelompok peternak serta semua stakeholder di bidang peternakan.
Baca Juga: HUT ke-52, ISPI Gelar Rakornas Daring
“Saat ini ISPI memiliki 38 cabang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Sementara untuk menjembatani komunikasi serta kemudahan dalam melakukan dalam pendaftaran anggota baru ISPI, kami telah mengembangkan pendaftaran secara elektronik atau online melalui website ISPI yang saat ini semakin menarik untuk dikunjungi. Kita juga telah menjalin kerja sama dengan perbankan dalam penyediaan kartu anggota serbaguna yang sekaligus dapat digunakan sebagai E-Money yaitu BRIZI Card,” ujar Didiek.
Masih menurut Didiek, dalam mempersiapkan sumber daya yang andal serta mampu menjawab tuntutan kebutuhan industri peternakan, ISPI telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Australia melalui program NIAP (belajar langsung di properti atau peternakan di Australia) bagi mahasiswa peternakan yang merupakan salah satu bagian program Red Meat Partnership Indonesia Australia.
ISPI juga telah mengoptimalkan jaringannya untuk selalu menginisiasi pelatihan, seminar, short cost nasional maupun seminar internasional yang dilakukan secara rutin serta berkesinambungan. Hal tersebut merupakan bukti aktualisasi diri sebagai organisasi profesi yang terbuka serta tanggap dan aktif dalam pengembangan diri dan bekerja sama dengan organisasi profesi lain di bidang peternakan maupun non peternakan.
Sementara itu menurut laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PB ISPI, Joko Susilo, mengatakan bahwa selama dua tahun perjalanan kepengurusan yakni sejak tahun 2018 hingga 2020, ISPI telah menyelesaikan masalah legalitas organisasi di Kementerian Hukum dan HAM.
“Masalah legalitas ini sangat penting karena berkaitan dengan hukum negara dan sangat dibutuhkan ketika menjalin kerja sama dengan lembaga lain,” jelasnya.
Joko juga menjelaskan, selama dua tahun kepengurusan ini, untuk anggota yang telah memiliki kartu anggota hingga Desember 2020 mencapai 2.110 orang. Dari daftar distribusi kartu anggota per cabang, sejauh ini ada lima wilayah terbanyak yakni Jawa Barat (304 orang), Jawa Tengah I (157 orang) Yogyakarta (138 orang), dan DKI Jakarta (141 orang).
Berdasarkan informasi dari panitia penyelenggara, Konsolidasi Nasional ISPI merupakan rangkaian acara dari Kongres Luar Biasa ISPI yang akan diselenggarakan hari berikutnya yakni Sabtu, 30 Januari 2021 di tempat yang sama.