Sumber protein hewani dari produk hasil unggas memiliki sejumlah kelebihan dibanding dari sumber pangan lain
Pada awal tahun 2020 ini, kita semua dikejutkan oleh adanya wabah virus Corona (COVID-19) yang menyebar di Wuhan, Tiongkok. Virus ini cepat menyebar ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Virus yang menyerupai virus SARS dan MERS yang pernah menyebar beberapa tahun silam tersebut, cara menghadapinya dengan melakukan tindak pencegahan, yang diwujudkan dengan perilaku hidup sehat, higienis, dan meminimalkan kontak dengan orang lain selama wabah sedang terjadi.

Tidak hanya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, konsumsi daging ayam secara rutin memiliki sejumlah manfaat yang jauh lebih besar seperti turut membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, dan mumpuni. Konsumsi daging ayam juga dapat meminimalkan risiko terserang berbagai penyakit, seperti wabah corona (COVID-19) yang sedang mewabah saat ini.

Di samping itu, untuk mencegah agar tidak tertular COVID-19, maka diperlukan sistem pertahanan tubuh yang optimal. Untuk mengimplementasikan hal itu, harus menerapkan pola gizi seimbang, yakni susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.
Asupan protein adalah salah satu zat gizi penting yang harus secara konsisten dikonsumsi, demi menjaga ketahanan tubuh dari infeksi. Hal itu disebabkan sebagian besar mekanisme sistem kekebalan tubuh bergantung pada produksi senyawa protein aktif.  Jadi, bisa dikatakan, asupan sel-sel imun adalah protein, sehingga orang yang sakit pun disarankan mengonsumsi protein, demi meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Baca Juga: Peran Protein Terhadap Imunitas
Lalu, apakah sebenarnya protein itu? Pada dasarnya, protein merupakan makronutrien yang dibutuhkan tubuh seseorang dalam jumlah yang cukup. Protein yang berupa sejumlah asam amino sangat diperlukan tubuh, dikategorikan dalam dua jenis utama, yakni asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino nonesensial merupakan asam amino yang bisa dibuat sendiri oleh tubuh seseorang, dan sebaliknya asam amino esensial adalah asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh, dan harus didapat dari makanan.
Adapun jika dilihat dari sumbernya, protein terbagi menjadi dua yaitu protein sumber hewani dan protein sumber nabati. Walaupun sama-sama protein, namun yang harus dipahami adalah kandungan asam amino yang ada pada protein hewani dengan pada protein nabati sangat berbeda. Kelebihan protein hewani adalah asam amino yang ada di dalamnya memiliki asam amino esensial yang lengkap, dan strukturnya hampir mirip dengan asam amino yang ada di tubuh. Itulah sebabnya sumber protein hewani merupakan sumber asam amino yang baik untuk tubuh seseorang.
Dari sejumlah sumber protein hewani yang ada, maka produk daging ayam adalah sumber protein hewani yang paling realistis untuk menjadi sumber zat gizi karena sejumlah kelebihan yang dimilikinya. Produk daging ayam harganya relatif mudah terjangkau, mudah diperoleh, dan dapat diolah menjadi aneka ragam hidangan di meja makan. Untuk mengoptimalkan manfaat gizi daging ayam, maka dalam mengonsumsinya disarankan untuk dikombinasi dengan sumber zat gizi lain seperti sumber gizi dari karbohidrat, sayuran, buah, susu dan air minum. Higiene dan sanitasi dalam pengolahan bahan makanan pun harus diperhatikan agar apa yang dikonsumsi tidak tercemar oleh kuman berbahaya atau benda asing yang dapat membuat tubuh terjangkit penyakit atau keracunan. 
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi April 2020 dengan judul “Konsumsi Daging Ayam Bantu Tingkatkan Sistem Kekebalan Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153