Bahan pakan biasanya disimpan dalam gudang penyimpanan atau silo. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyimpan bahan pakan di antaranya seperti menyediakan sirkulasi udara yang cukup. (sumber: wikipedia)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas pakan, salah satunya yaitu dengan menjaga kadar air dari pakan maupun bahan pakan tersebut. Air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, sehingga dengan menekan jumlah kadar air dalam pakan, masa simpan bahan pakan dapat dipertahankan lebih lama.
Bahan pakan yang sudah dibeli biasanya sudah melewati tahap pemeriksaan level kadar air. Setiap bahan pakan memiliki standar mutu level kadar air yang bisa diterima. Namun, selama penyimpanan, level kadar air bahan pakan tidak selalu konstan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembapan lingkungan. Oleh karena itu, selama penyimpanan harus tetap menjaga kadar air, suhu dan kelembapan ruangan agar tidak mencapai level yang bisa membuat tumbuhnya mikroorganisme penyebab kerusakan bahan pakan.
Selain itu, pastikan juga tempat penyimpanan bahan pakan harus dalam kondisi yang baik. Bahan pakan setelah dibeli perlu disimpan dalam suatu ruangan untuk melindungi dari gangguan dan ancaman lingkungan. Bahan pakan biasanya disimpan dalam gudang penyimpanan atau silo. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyimpan bahan pakan di antaranya seperti menyediakan sirkulasi udara yang cukup. Caranya yaitu dengan membuat jarak antar tumpukan (apabila bahan pakan disimpan dalam karung). Pembuatan jarak antar tumpukan juga bisa mempermudah saat pengambilan serta pengecekkan berkala. Untuk bahan pakan yang disimpan dalam silo, perlu dilakukan aerasi. Apabila sirkulasi udara cukup baik maka risiko penumpukan panas di beberapa titik tumpukan dapat dihindari.
Pastikan juga bangunan gudang penyimpanan atau silo masih dalam keadaan baik, tidak berlubang, tidak retak dan lainnya. Kerusakan dari bangunan ini bisa menyebabkan masuknya hama pengganggu serta masuknya air dan debu dari luar. Bahan pakan yang disimpan dalam bangunan penyimpanan yang rusak akan lebih mudah terjadi kerusakan fisik maupun biologis. Perhatikan juga aspek pendistribusian bahan pakan. Pastikan distribusi harus menerapkan prinsip FIFO (first in first out). Penerapan FIFO ini untuk menjaga agar tidak ada bahan pakan yang terlalu lama disimpan.
Baca Juga: Novus Berikan Solusi Terintegrasi Untuk Pakan Berkualitas
Pendistribusian material menggunakan metode FIFO akan menjaga bahan pakan selalu dalam kondisi segar. Banyak contoh kasus di mana kerusakan material dipicu oleh penyimpanan yang terlalu lama. Selain itu, perlu juga dilakukan inventarisasi barang yang berurutan sesuai dengan tanggal masuk. Dengan pendistribusian secara FIFO maka akan membantu inventarisasi barang menjadi lebih teratur dan tercatat rapi serta memudahkan aspek traceability apabila terjadi masalah dikemudian hari.
Selanjutnya, bahan pakan yang sudah disimpan juga perlu dilakukan pengecekan secara berkala. Tujuannya yaitu agar mengetahui kondisi bahan pakan tersebut. Selain itu, dengan pengecekan secara berkala, maka fisik maupun nutrient nya dapat terpantau oleh formulator pakan. Pengecekan juga dilakukan untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat faktor tidak terduga. Dengan begitu, maka aksi cepat bisa langsung diterapkan sehingga kerugian bisa diminimalkan. Buatlah jadwal pengecekan minimal 1 bulan sekali agar efisien dan aksi cepat bisa menjadi lebih efektif.
Menjaga kualitas pakan memang membutuhkan usaha ekstra dalam pelaksanaannya. Banyak sekali potensi kerugian yang akan didapatkan jika bahan pakan maupun pakan yang sudah jadi tidak dijaga kualitasnya. Mengingat hampir 60% dari biaya pokok produksi adalah biaya pakan, maka sudah seharusnya pakan dijaga dari setiap mata rantai pembuatan pakan hingga pakan tersebut dikonsumsi oleh ternak.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul Perhatikan Kualitas Penyimpanan Bahan Pakan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153