Digitalisasi logistik sudah menjadi kebutuhan di era teknologi 4.0
Berbicara mengenai tata kelola, maka hal itu tidak terlepas dari dua unsur utama yaitu sumber daya manusia dan pemanfaatan kemajuan teknologi. Logistik perunggasan yang merupakan bagian dari tata kelola logistik secara umum tentu juga tidak terlepas dari kedua unsur tadi. Adanya sumber daya manusia bidang logistik yang kompeten, serta ditunjang dengan kemajuan teknologi 4.0, akan menghasilkan sebuah tata kelola logistik perunggasan yang efektif dan efisien.

Logistik perunggasan ke depan akan berbicara tentang IoT, big data, dan semacamnya. Digitalisasi logistik merupakan sebuah langkah tepat dalam menjelajah dunia perunggasan di tengah era 4.0.

Menurut Supply Chain Indonesia (SCI), sebuah lembaga independen yang bergerak dalam kegiatan pendidikan, pelatihan, konsultasi, penelitian, dan pengembangan bidang logistik dan supply chain di Indonesia, menyebutkan bahwa sumber daya manusia (SDM) di bidang logistik yang kompeten dan profesional diperlukan untuk mendukung kinerja logistik dalam pengelolaan rantai pasok perusahaan. Kinerja logistik ini akan mempengaruhi daya saing produk agar bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.
Setijadi selaku Chairman Supply Chain Indonesia, di dalam artikelnya yang berjudul “Kebutuhan Peningkatan Kompetensi SDM Logistik”, mengatakan bahwa SDM logistik itu harus mampu memahami logistik sebagai sebuah sistem dan mampu mengintegrasikan kepentingan dan proses di antara para stakeholders. Peningkatan kompetensi SDM bidang logistik juga sangat penting dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Baca Juga : Bagaimana dengan Logistik di Sektor Hilir Perunggasan
Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr selaku Ketua Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) yang juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan IPB. Luki berpendapat bahwa sumber daya manusia berperan penting dalam mewujudkan tata kelola logistik peternakan/perunggasan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, kampusnya saat ini juga membuka program studi logistik-agro maritim untuk jenjang pascasarjana. Selain itu, ada program lain yakni sertifikasi untuk keahlian bidang logistik peternakan. “Mereka yang ikut kompetensi ini akan mengikuti pelatihan bidang logistik peternakan. Setelah itu mereka diuji, dan jika lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang berlaku secara nasional bahkan ASEAN,” jelasnya.
Upaya-upaya tersebut menurutnya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil di bidang logistik peternakan, karena berdasarkan informasi yang ia dapatkan, menyebutkan bahwa omzet logistik peternakan di Indonesia saat ini sudah mencapai ratusan triliun rupiah. “Logistik peternakan termasuk perunggasan ini sudah tidak lagi merupakan sebuah bisnis kecil, tetapi sudah menjadi sebuah bisnis yang besar. Sudah saatnya kita semua lebih perhatian lagi pada sektor ini,” ujar Luki.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2019 dengan judul “Masa Depan Tata Kelola Logistik Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153