POULTRYINDONESIA, Jakarta – Tantangan industri pakan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang dapat berpengaruh pada nilai ekonomi. Atas dasar tersebut, PT Anitox Indonesia International selaku produsen yang fokus dalam mengkontrol patogen dalam pakan ternak menyelenggarakan rangkaian webinar yang diselenggarakan di Indonesia (9/12) dan Vietnam (16/12).
Haryono Jatmiko selaku Country Manager Anitox Indonesia International menyebutkan bahwa kegiatan ini membahas mengenai cara mengelola dan mengendalikan Moisture atau penyusutan pada industri pakan ternak dengan menghadirkan Budiman selaku Feed Mill Technologist Anitox Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai “Moisture Management in Feed Production” melalui kanal GoToWebinar.
Budiman menerangkan bahwa penyusutan merupakan sebuah proses yang tidak dapat dihindari. “Sebuah survey dilakukan Kansas State University, disebutkan rata-rata penyusutan kadar air pada pabrik pakan sekitar 0,81% di seluruh dunia. Sementara di Indonesia hasil dari pengamatan dan pengalaman yang dilakukan pada tahun 2019 dapat mencapai rata-rata 1,21-1,80%. Penyusutan menjadi tantangan yang sangat nyata bagi industri pakan ternak dunia,” tuturnya.
Berbagai tahapan proses produksi pembuatan pakan seringkali terjadi proses susut atau hilangnya kelembapan selama proses produksi dimulai dari bagian intake/pemasukan bahan baku, proses penyimpanan raw material dan proses grinding, kelembapan dapat hilang hingga 1,25% selama proses produksi.
Budiman pun menambahkan dalam proses mengembalikan kelembapan bahan pakan biasanya dilakukan dengan pemberian air sebanyak 1-2 % pada proses pencampuran (mixing) atau atomisasi/pengabutan air agar tersebar secara merata.”Namun hal ini seringkali menjadi permasalahan jika tidak dilakukan dengan benar dan dapat mengakibatkan munculnya jamur,” tambahnya.
Diperlukan keahlian dalam pemberian air dalam pakan tepung (mesh) dalam mixer batch. Hal ini dikarenakan pemberian air pada pakan berbentuk butiran atau debu dapat mengakibatkan adanya gumpalan atau balling dan menyebabkan tumpukan lengket dalam bin Finished Product di pabrik pakan atau peternakan.
Dalam menjaga kualitas dan kelembapan pellet, Budiman mengingatkan untuk adanya pemeliharaan peralatan conditioner secara regular. “Mesin yang digunakan harus selalu dalam kondisi yang baik. Para teknisi pun harus selalu mengawasi kondisi pedal untuk mengaduk karena permukaan pedal yang renggang harus distel ulang. Perhatikan pula sudut pedal, dies/roller, barrel ring dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang dapat atau nozzle expander,” pungkasnya.
Selain kondisi peralatan yang digunakan, penambahan molase, minyak atau cairan yang ditambahkan ke dalam mixer batch pun harus disesuaikan dengan kebutuhan formulasi pellet. Hal teknis lainnya yang dapat memengaruhi kualitas dan kelembapan pellet seperti tidak cukup kompresi dies, pellet mill yang berjalan terlalu cepat dan cooler yang tidak diatur dengan benar.
Surfaktan bantu mengikat air
Dalam mengatasi penyusutan kadar air dalam bahan pakan, diperlukan sebuah produk surfaktan atau dikenal sebagai pengikat air yang dapat mengurangi tegangan permukaan pakan. Maka dari itu, untuk menjawab tantangan dalam industri pakan, PT Anitox Indonesia International memperkenalkan Maxi-Mil® untuk membantu dalam proses produksi pakan di Indonesia.
Menurut Eric Chew selaku Sales Director Asia Pasific. Produk ini merupakan perpaduan sinergis antara surfaktan, terpene alami dan asam organik yang digabungkan dalam cairan yang disemprotkan dalam pakan melalui sistem aplikasi untuk kinerja optimal.
“Kandungan asam organik dalam Maxi-Mil® dapat membantu menjaga kelembapan dan menghambat pertumbuhan jamur. Maxi-Mil® aman digunakan pada semua spesies hewan, termasuk aqua feed dan pet food tidak beracun dan tidak memiliki residu maka dari itu aman untuk makanan yang dikonsumsi manusia,” tuturnya.
Maxi-Mil® memaksimalkan transfer energi panas ke dalam partikel pakan selama pengondisian di conditioner. Dapat mengurangi tegangan permukaan sehingga mempercepat penetrasi air ke dalam bubuk partikel pakan dan menyebarkan kelembapan secara merata dan mengikatnya dalam partikel pakan saat proses pelleting.
Eric pun memaparkan mengenai nilai ekonomis yang didapatkan jika menggunakan Maxi-Mil®. “Anitox telah melakukan penelitian mengenai efisiensi yang didapatkan setelah menggunakan Maxi-Mil®. Pabrik pakan dengan kapasitas produksi 10.000 ton per bulan dapat melakukan efisiensi sebesar 3 miliar rupiah per tahunnya.” jelasnya
Anitox menghadirkan produk yang telah teruji kualitas di lapangan dan didukung oleh tim teknis berpengalaman dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggannya di Indonesia dan negara- negara lain di dunia lebih dari 15 tahun. Adv