Pemasaran produk hasil unggas bagi milenial dapat melalui jaringan social media
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Salah satu ciri kaum milenial adalah aktivitas digital melalui perangkat seluler di industri e-commerce. Kebanyakan konsumen milenial Indonesia lebih suka menggunakan telepon pintar untuk mencari produk dan layanan, serta menyimak informasi yang relevan dan kredibel secara online. Informasi digital yang relatif murah adalah melalui media sosial, yang saat ini memiliki dampak yang sangat kuat pada keputusan pra-pembelian kaum milenial Indonesia.
Pembelian melalui sistem online diprediksi akan makin dominan di masa-masa mendatang. Bisnis penjualan produk unggas pun mesti beradaptasi dalam hal ini, melengkapi sistem media komunikasi dan penjualannya dengan pembelian online. Misalnya, penerapan sistem transfer bank dengan menggunakan virtual account, merupakan salah satu sistem pembayaran yang saat ini sangat populer untuk transaksi bagi kaum milenial. Hal itu didukung pula oleh fakta bahwa kartu kredit di Indonesia tidak terlalu banyak dipakai di Indonesia, akibat banyaknya angka kejadian penipuan yang tersebar luas di Indonesia. Sehingga pembayaran online dengan sistem virtual account menjadi alternatif yang masuk akal bagi kaum milenial.
Transformasi ke arah yang serba digital di Indonesia saat ini memang masih dalam periode awal, namun jika melihat perilaku kaum milenial yang demikian aktif, kaum muda Indonesia tersebut jelas memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu target pasar digital terbesar di masa depan. Namun yang perlu dicatat, agar pemasaran produk hasil unggas berjalan lancar di kalangan milenial, maka dari sisi transformasi digital harus bisa mendapatkan kepercayaan khusus, terutama dari sisi transaksi keuangan: konsumen menuntut adanya keamanan, hubungan, dan transparansi dalam menjalankan transaksi suatu pembelian. Melihat hal itu, maka pelaku bisnis unggas dalam menghadapi konsumen milenial harus memposisikan diri secara strategis dalam gelombang konsumen digital Indonesia, sekaligus melakukan branding yang kuat di seluruh platform digital, sebagai salah satu strategi bisnis utamanya.
Baca Juga: Industri Logistik Peternakan Membutuhkan Teknologi Digital Lebih Banyak
Sama seperti bisnis lainnya, bisnis dan layanan penjualan dan pemasasaran produk hasil unggas dewasa ini sudah mulai tersentuh dengan digital marketing, utamanya pemasaran melalui media sosial. Namun banyak yang kemudian bertanya, apakah memang sedemikian penting sosial media bagi usahanya? Alasan pertama dan utama dalam penggunaan sosial media tentu untuk membuat produk hasil unggas yang ditawarkan, lebih dikenal, sehingga memiliki potensi lebih besar untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak melalui sosial media online. Alasan lainnya adalah media sosial kini telah menjadi bagian penting dari menjalankan bisnis di era digital. Selain itu, kebiasaan orang-orang seperti memotret makanan sebelum menyantapnya dan mengunggahnya ke media sosial serta mengunggah lokasi di mana mereka sedang berada, atau dari mana mereka membeli produk tersebut. Hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan baru bagi kaum milenial, sehingga di sisi lain menjadi peluang bagi para pelaku usaha dalam memperkuat branding produk atau bisnisnya.
Bagi sebagian pelaku usaha olahan hasil unggas, memiliki media sosial hanya sekadar melengkapi data usaha yang dijalankan, tanpa adanya perlakuan yang khusus untuk mengelolanya secara rutin dan intensif. Namun jika melihat karakter dan peta demografi kaum muda Indonesia saat ini, maka media sosial sudah seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana pengembangan usahanya, dan dibangun dalam satu kesatuan rencana pemasaran produk hasil unggas yang dijalankan.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Memahami Perilaku Konsumen Milenial tentang Produk Hasil Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153