Implementasi biosekuriti pada kandang unggas
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini mengajarkan pentingnya biosekuriti pada kehidupan. Hal itu dibahas pada seminar online dengan tema “Pandemi VS Biosekuriti (pada Peternakan Unggas)” melalui platform Zoom Meeting, Selasa (19/5).
Ir. Bambang Suharno selaku Koordinator acara mengungkapkan bahwa seminar online biosekuriti ini membahas implementasi biosekuriti dan desinfeksi pada peternakan unggas.
Menurutnya, khusus desinfeksi sendiri menjadi isu sensitif sejak pandemi COVID-19 melanda. Pasalnya terdapat pernyataan beberapa ahli bahwa yang menyebutkan bahwa desinfektan mempunyai dampak buruk atau berbahaya bagi tubuh yang tentu telah menimbulkan tanda tanya besar bagi para pelaku usaha bidang peternakan khususnya perunggasan.
“Jangan sampai isu yang berkembang saat ini membuat takut para pelaku usaha perunggasan, karena dari dulu setiap hendak masuk kandang selalu melakukan semprot desinfektan,” tegas Bambang.
Baca Juga: Pentingnya Penerapan Biosekuriti Tiga Zona
Alfred Kompudu S.Pt, MM, Master Trainer Biosekurity Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) sekaligus pembicara pertama pada acara ini menjelaskan bahwa kala COVID-19 melanda, flu burung juga kembali merebak di negara China.
“Bukan hanya di China, saat ini wabah flu burung kembali endemik di beberapa tempat seperti Sidrap dan Bondowoso,” ucapnya. Untuk itu dirinya mengingatkan kembali pentingnya biosekuriti pada sektor perunggasan.
Masih pada acara yang sama, pembicara kedua drh. Baskoro Tri Caroko, National Poultry Technical Consultant menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini mirip dengan wabah penyakit yang terjadi di sektor perunggasan.
Baskoro menambahkan bahkan kasus di perunggasan bisa dibilang lebih kompleks dan tidak dapat hanya dengan mengandalkan vaksin semata.
“Disinilah peran biosekuriti sebagai upaya pencegahan penyakit diperlukan,” pungkasnya.