Perhatian ekstra dalam manajemen kandang dibutuhkan untuk menjaga kondisi ayam tetap prima, terutama pada kondisi cuaca yang ekstrim
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Memasuki musim hujan, tentunya membuat lingkungan di sekitar kandang menjadi becek. Genangan air yang berada di sekitar kandang akan membuat mikroorganisme patogen tumbuh dan berkembang biak karena merupakan media yang ideal. Jalur yang sering dilalui oleh kendaraan operasional baik itu mobil pengangkut pakan, pengangkut bangkai, peralatan, dan panen ayam, diusahakan bebas dari genangan air dengan mengalirkan air yang ada di jalan ke saluran air. Saluran air dan drainase yang buruk tentu akan menyulitkan lalu lintas barang yang ada di areal kandang. Selain itu, setiap kendaraan yang meilntasi area kandang dan memang berpotensi untuk menjadi media pembawa mikroorganisme patogen haruslah dilakukan desinfeksi.
Penumpukan sisa kotoran ayam juga wajib segera dibersihkan dan limbahnya harus segera ditarik keluar lokasi. Jika tetap dibiarkan aroma tak sedap dari limbah kotoran ayam tersebut juga dirasa sangat mengganggu lingkungan ternak. Saluran air buangan juga harus diperhatikan agar air hujan tidak membuat becek atau menggenangi area lingkungan kandang. Penambahan tanah pada cekokan lahan perlu diperhatikan agar tidak ada air tergenang di area kandang yang bisa menjadi media bagi tumbuhnya mikrooragnisme atau bibit penyakit bagi ayam.  
Curah hujan tinggi diprediksi akan terjadi pada bulan Desember-Januari 2020 mendatang. Tak hanya para peternak di Kabupaten Tegal saja yang mulai bersiap diri, namun para peternak di Kabupaten Pemalang juga melakukan hal yang sama. Amirudin Khumaeni, peternak yang sudah cukup berpengalaman ini, memberi tanggapan bahwa walaupun curah hujan masih belum begitu tinggi, akan tetapi persiapan menghadapi curah hujan tinggi tetap harus dilakukan.
Baca Juga: Pentingnya Memahami Kualitas Udara di Kandang Ayam
Persiapan itu penting karena selain akan terjadi intensitas curah hujan yang tinggi, hembusan angin dari selatan (kawasan Gunung Slamet) pun biasanya berhembus kencang. Jika pelapis kandang tidak terpasang dengan baik dan benar, hal itu akan membuat siklus udara di dalam area kandang ayam menjadi dingin meski telah diberi tambahan pemanas ruangan. Celah-celah ventilasi ruang untuk keluar masuknya udara yang biasanya terbuka lebar harus diperkecil guna meminimalkan serangan angin kencang dan dinginnya udara yang bakal masuk di sekitar kandang.
Beberapa aktivitas lain untuk menghadapi musim penghujan misalnya pembersihan secara maksimal di lingkungan kandang, memberikan tambahan asupan nutrisi dan antibiotik, pengecekan kadar air tanah yang digunakan untuk konsumsi ayam, mempersiapkan pemanas ruangan secara berkala. Sementara itu, jika peternak mendapati adanya ayam yang kurang sehat, maka langsung diberikan obat dan vitamin ataupun melakukan vaksinasi ulang. Segera membuat sekat pemisah agar penyakit yang timbul tidak menular ke ayam lainnya.
Menjaga kualitas pakan juga penting untuk dilakukan. Udara yang lembap akibat kurangnya pasokan sinar matahari akibat hujan, kerap membuat kualitas pakan ternak menjadi kurang baik. Kurangnya panas membuat pakan berkutu, berjamur, dan menggumpal. Biasanya penggumpalan tersebut terjadi lantaran terkena bocoran tetesan air hujan yang mengenai karung pakan ataupun gayung takaran basah terkena air dan lupa dikeringkan sehingga tetesan airnya mengenai pakan tanpa disadari anak kandang.
Mengatasi kasus seperti demikian, selain menunggu cuaca terang yakni dengan cara menjemur di bawah terik matahari hingga pakan tersebut benar-benar kering, bisa juga dilakukan dengan menaruh karung pakan yang ditaruh berdekatan dengan pemanas ruangan. Selain itu, bisa juga dipindahkan ke dalam karung atau wadah lainnya yang dirasa lebih aman sebagai lumbung penyimpanan pakan ayam.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Antisipasi Pemeliharaan Unggas di Musim Hujan.” Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153