Stunting merupakan isu serius yang dalam penanganannya harus memerlukan kerjasama dari berbagai pihak
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menanggapi permasalahan stunting dan bagaimana sikap yang seharusnya diambil dalam rangka pengentasan stunting, Agrina menyelenggarakan seminar dengan tema “Wujudkan SDM Unggul Indonesia melalui Pengendalian Stunting dengan Pangan Bergizi dan Terjangkau,” yang bertempat di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu (12/2).
Masalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dari mulai dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Menurut Dhian Probhoyekti Dipo selaku Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, yang juga merupakan narasumber seminar, dalam paparannya menjelaskan bahwa stunting bukan hanya kurang asupan makanan, akan tetapi jauh lebih kompleks penyebabnya seperti kurang beragamnya pola makan anak, masih tingginya angka rawan pangan, kurangnya pendidikan, tingginya kemiskinan, yang semua turut memberi andil pada stunting.
“Gangguan ini jika tidak ditangani secara tepat akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental dari penderita stunting. Oleh karena itu perlu adanya sinergi antar kementerian, lembaga, dan masyarakat agar masalah stunting dapat ditangani dengan tepat,” kata Dhian.
Isu stunting ini juga ditanggapi oleh akademisi dari IPB University, Prof. Hardinsyah. Dalam kesempatan itu, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB tersebut mengatakan untuk mencetak generasi unggul, diperlukan juga pangan bergizi untuk menunjang pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak-anak.
“Stunting itu bukan hanya dari ciri fisik, tapi dampaknya hingga ke organ tubuh, jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengganggu tumbuh kembang anak itu sendiri,” jelas Hardinsyah.