Potongan dada ayam mentah dan berbagai jenis rempah (sumber gambar: https://chefgourmetllc.com/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menyusul terselenggaranya Webinar Hari Ayam Telur Nasional (HATN) oleh Panitia Pusat HATN pada tanggal 15 Oktober 2020, Pinsar Kaltim mengadakan Webinar Hari Ayam Telur Nasional (HATN) ke-10 dengan tema “Gizi, Ayam dan Telur, Biosekuriti dan Prospek Bisnis Perunggasan” melalui aplikasi Zoom, Rabu (18/11).
Ketua Pinsar Wilayah Kaltim Zamroni Yusro menyampaikan bahwa selain webinar, juga terdapat sejumlah kegiatan lain yang diadakan yaitu talkshow di Radio dan TV setempat serta aksi sosial berbagi ayam dan telur kepada masyarakat terdampak COVID-19.
“Saya menyampaikan banyak terima kasih terhadap semua pihak dan masyarakat Kaltim yang telah membantu dan sangat antusias terhadap acara ini,” ucap Zamroni.
Dalam sambutan Ketua Pinsar Indonesia, yang dibacakan oleh Ricky Bangsaratoe menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi sulit yakni pandemi COVID-19, pihaknya tidak pernah surut untuk terus menyuarakan terkait manfaat dan pentingnya konsumsi daging dan telur ayam bagi kesehatan dan kecerdasan.
“Salah satu hikmah yang dapat kita ambil dari kondisi sulit ini adalah adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat dari fresh meat menuju ke frozen meat, sehingga muncul harapan atas permasalah-permasalahan yang sering muncul di industri perunggasan,” jelasnya.
Baca Juga: Peringatan HATN 2020 akan Diselenggarakan Secara Daring
Ricky juga menambahkan bahwa Pinsar akan terus mendorong perkembangan konsumsi telur dan daging ayam masyarakat di seluruh Indonesia.
Sementara itu menurut Kabid Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Ir. I Gusti Made Jaya Adhi Tegeh Kori, M.M menyampaikan bahwa peringatan HATN belum terlalu dikenal di kalangan masyarakat. Namun masyarakat harus mengetahui bahwa daging dan telur ayam merupakan bahan pangan yang sangat penting dalam pemenuhan gizi masyarakat, terlebih untuk menjaga imunitas ketika pandemi seperti saat ini.
“Selain itu, daging dan telur ayam merupakan dua komoditas yang sangat penting di Kaltim karena berpengaruh terhadap inflasi di Kaltim, sehingga harus dijaga kestabilannya baik dari segi ketersediaan maupun harganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Made berharap kerja sama antara semua stakeholder untuk dapat menjaga kestabilan dan meningkatkan konsumsi telur dan daging ayam di Kalimantan Timur.
Dalam webinar tersebut Made juga membawakan materi terkait kebijakan dan program perunggasan di Kaltim.
Selain itu terdapat beberapa narasumber lain seperti Alfred Kompudu (National Technical Advisor FAO ECTAD Indonesia), drh. Yunita Widayati (Fasilitator Nasional Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan), Ricky Bangsaratoe (Pinsar Indonesia), Bambang Suharno (Infovet) serta Zamroni Yusro (Pinsar Kaltim).