Temu Kandang Nasional 2019 digelar PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk. Acara ini menjadi forum komunikasi dan silaturahmi teaching farm antara Perguruan Tinggi dan Charoen Pokphand Indonesia yang diadakan pada 15 – 16 Oktober 2019 di Kantor Pusat CPI, Ancol – Jakarta Utara.
CPI berkomitmen untuk menghadirkan sejumlah program di bidang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi. Berbagai program telah dilakukan, antara lain bedah PAUD, beasiswa bagi anak asuh, beasiswa sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, Entrepreneur Teaching Center (ETC), hibah kandang closed house untuk perguruan tinggi, dan terbaru adalah program Bakti Pada Guru. Sejak 1984, seluruh program terus berjalan di berbagai kota di Indonesia hingga saat ini.
Pada kesempatan ini, digelarnya Temu Kandang Nasional 2019 sebagai tempat berkumpulnya 10 Perguruan Tinggi penerima hibah kandang closed house teaching farm. Dihadiri oleh Dekan, dosen dan mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi serta jajaran Direksi PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi antar perguruan tinggi dan tim ahli dari Charoen Pokphand Indonesia.
Sebuah langkah besar bagi CPI melalui hibah kandang closed house sebagai tanggung jawab CPI dalam bidang pendidikan tinggi untuk mendukung program pemerintah dalam menyiapkan sumber daya yang terampil, CPI sangat peduli dengan pendidikan dengan membangun closed house teaching farm. Sebagai wujud nyata Charoen Pokphand Foundation Indonesia dalam meningkatkan daya saing perunggasan nasional melalui pembelajaran mahasiswa dan akademisi.
Peserta Temu Kandang 2019 berfoto bersama jajaran Direksi Charoen Pokphand Indonesia dan Kepala Kantor Staf Presiden Jend. (Purn) Moeldoko
Dorong kembangkan riset
Kepala Kantor Staf Presiden Jendral (Purn) TNI Moeldoko, hadir dalam Temu Kandang Nasional 2019, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Charoen Pokphand ikut berperan dalam membangun Indonesia untuk mengembangkan industri perunggasan nasional yang lebih maju. “Perunggasan di Indonesia harus mampu berdaya saing untuk menghadapi berbagai ancaman situasi global, melalui persiapan sumber daya manusia yang unggul ini diharapkan dapat saling mendukung antara pemerintahan, perguruan tinggi dan industri perunggasan,” tuturnya.
Pemerintah mendorong Charoen Pokphand Indonesia untuk terus kembangkan riset perunggasan bersama perguruan tinggi. Hasil dari kerjasama ini, Moeldoko harapkan dapat menghasilkan para ahli peternakan dari akademisi yang dapat mengembangkan sektor perunggasan di Indonesia dan riset yang dihasilkan dapat meningkatkan produksi, efisiensi pakan dan masa panen yang lebih pendek serta menekan resiko kematian .
Melalui program hibah closed house teaching farm Charoen Pokphand Indonesia untuk 10 Perguruan Tinggi ini tentu menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan memperbanyak tenaga ahli unggul pada bidang peternakan di Indonesia. “Pemerintah sangat mengapresiasi Charoen Pokphand Indonesia untuk berkolaborasi bersama perguruan tinggi mengembangkan riset untuk hasilkan efisiensi bagi industri perunggasan Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga : Charoen Pokphand Indonesia dan UGM Luncurkan Program Work Based Academy

Menurut Mantan Panglima TNI Moeldoko, dengan adanya CSR dari Charoen Pokphand Indonesia bagi pendidikan dapat mendorong industri perunggasan berkembang dengan cepat dan dapat bersaing dengan produk impor. ”Mari kita tingkatkan konsumsi protein di Indonesia, dan melalui program ini semoga dapat menjadi center of excelent bagi perguruan tinggi dan lingkungannya. Jadi kontribusi Tri Darma Perguruan Tinggi dapat dijalankan melalui program seperti ini, khususnya melalui Fakultas Peternakan. Diharapkan lingkungan dapat berubah dan dengan adanya kandang riset ini, masyarakat di lingkungan perguruan tinggi dapat merasakan manfaatnya. Saya yakin dengan adanya program ini percepatan pembangunan nasional Indonesia akan maju dalam tempo yang tidak lama lagi,” tutupnya.
Hadi Gunawan selaku Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk menyatakan harapannya, melalui teaching farm di beberapa perguruan tinggi ini dapat dilakukan penelitian dan para lulusan Fakultas Peternakan dapat dipersiapkan untuk mengelola kandang closed house, “Kami berharap dengan adanya hibah kandang closed house ini, dosen dan mahasiswa lebih mengenal dan diharapkan dapat bermanfaat untuk menghasilkan SDM yang mengenal teknologi modern budidaya perunggasan di kemudian hari, dapat menjadi agen perubahan untuk kemajuan perunggasan Indonesia serta dapat menjadi sarana penelitian untuk dapat menemukan metode budidaya ayam ras yang lebih efektif dan efisien, sehingga pada akhirnya dapat menurunkan biaya pokok produksi unggas,” ujarnya.
Hadi menambahkan kegiatan ini menjadi forum antar perguruan tinggi untuk dapat saling bersinergi, berbagi pengalaman agar dapat membantu percepatan modernisasi perunggasan Indonesia dan dapat menjadi sumber pendanaan bagi pengembangan fasilitas pendidikan dan pengajaran lainnya, sehingga kerjasama antara Industri Perunggasan dan perguruan tinggi dapat berjalan seimbang dan menguntungkan bagi semua pihak.
Dr. (HC) Thomas Effendy SE, MBA selaku Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia menuturkan, “Saat ini sudah 10 perguruan tinggi di Indonesia menerima hibah kandang closed house, dan tiga diantaranya saat ini sedang dalam proses pembangunan kandang closed house seperti di Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, serta Universitas Sebelas Maret. Kandang closed house ini dapat menjadi teaching farm modern bagi perguruan tinggi,” tuturnya.
Terselenggaranya kegiatan Temu Kandang 2019 ini menjadi ajang bertemu dan berdiskusi antara Akademisi dan CPI
Forum diskusi
Pada kegiatan Temu Kandang Nasional 2019 ini, ada pula seminar yang diisi oleh Dr. Fitri Fegatella selaku Senior Scientist & Assistant VP, R&D Center Biotechnology Charoen Pokphand Indonesia, Dr. Cahya Setya Utama S.Pt, M.Si., Dosen Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dan Dr.(HC) Thomas Effendy SE, MBA selaku Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia.
Kegiatan selanjutnya dilakukan ramah tamah dan pemaparan hasil diskusi dalam berbagai bidang, seperti industri, usaha, akademisi dan lainnya. Dalam mendukung program hibah closed house ini, hasil dari rembuk nasional yang diadakan oleh para dekan dan dosen pada sehari sebelumnya. Para dekan ataupun dosen saling bersinergi untuk mencapai keberhasilkan program CPI closed house teaching farm.
Sebagai penutup, diadakan pemberian penghargaan kepada 7 Perguruan tinggi yang telah mengikuti program CPI teaching farm, diantaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Hassanudin, Universitas Jendral Sudirman, dan Universitas Lampung sebagai kerjasama antara Charoen Pokphand Indonesia dan perguruan tinggi. Adv