Public Expose PT Malindo Feedmill Tbk yang dilaksanakan secara daring
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pandemi COVID-19 yang sudah melanda dunia lebih dari setengah tahun ini berdampak sangat besar bagi pertumbuhan perekonomian dan lebih cenderung ke arah negatif, tak terkecuali bagi industri perunggasan.
Hal itu disampaikan Rudy Hartono Husin selaku Direktur dari PT Malindo Feedmill Tbk pada acara Public Expose PT Malindo Feedmill Tbk yang dilaksanakan secara daring via Zoom, Jumat (28/8).
Rudy mengakui bahwa COVID-19 sangat berpengaruh pada perekonomian perusahaan. Oleh karena itu, dengan melihat kondisi, Malindo sepakat untuk tidak memberikan dividen.
“Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), maka tidak ada pembagian dividen pada tahun ini, jadi seluruh laba yang diperoleh pada tahun 2019 itu akan digunakan untuk operasional perusahaan dan mempertahankan kinerja perusahaan, serta untuk pembangunan ke depan,” jelasnya.
Melihat kondisi dari pertumbuhan ekonomi yang negatif ini, Rudy mengatakan bahwa hal tersebut turut memengaruhi turunnya proyeksi pendapatan Malindo pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan yang negatif ini turut menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan yang sangat besar. Kami memperkirakan pendapatan akan mengalami penurunan mungkin sebesar 10-20% pada tahun ini tergantung kedaaan pasar,” ungkapnya.
Baca Juga: Public Expose Pertumbuhan Bisnis PT Malindo Feedmill Tbk
Sementara itu, Rewin Harahan selaku Direktur PT Malindo Feedmil Tbk menyatakan bahwa keadaan pasar selama pandemi COVID-19 terutama pasar tradisional terdampak cukup besar.
Pasar tradisional sendiri banyak menjual produk perunggasan yang segar, sehingga Malindo mencoba untuk berpindah haluan ke produk olahan. Hal ini juga didasari oleh pergeseran permintaan dari produk perunggasan yang segar ke produk beku (frozen).
“Perusahaan dalam hal ini mencoba untuk mencari pasar yang lain, terutama pada pasar yang menjual makanan olahan,” ucapnya.
Masih menurut Rewin, produk olahan dari Malindo sendiri pertumbuhannya cukup baik dalam hal pemasarannya selama pandemi ini, sehingga hal tersebut membantu kinerja perusahaan.
Malindo juga berupaya untuk mencari pasar baru dengan memasarkan produknya yaitu berupa makanan olahan seperti nugget dan sosis ke luar negeri. Pelaksanaan ekspor ini akan berlangsung dalam waktu dekat, yaitu sekitar kuartal 3 dan 4 pada tahun ini. Negara-negara yang akan menjadi tujuan ekspor dari produk Malindo di antaranya Jepang, Timor leste, dan Papua Nugini.
Strategi pemasaran produk olahan lainnya yang juga dilancarkan oleh PT Malindo Feedmill Tbk yaitu dengan mencoba untuk merambah ke pasar online. Strategi ini ditujukan untuk mempermudah konsumen menjangkau produk-produk dari Malindo.